Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Bola  
Sepakbola
indonesiana-kang
Kang Nasir
-
Minggu 18 Desember 2016 00:45 WIB
Dibaca (2408)
Komentar (0)

Nikmati Saja Kekalahan Ini.

indonesiana-WAYANG_MAIN_BOLA,_SOLOPOS._.jpg

Menikmati kekalahan? itulah pertanyaan saya dalam hati saat Walikota Cilegon DR. H.Tb Iman Aryadi menyatakan “Nikmati saja kekalahan ini “. Beliau mengatakan ini setelah Gajah Thailand membungkam dan menekuk Garuda Indonesia dengan skor 2-0 di piala  AFF 2016 malam ini ( malam minggu 1712) yang ditonton bareng bareng. Dengan hasil ini, maka menambah daftar panjang kedua Tim, Timnas Indonesia berhasil menambah daftar panjang kekalahan dan kegagalan untuk meraih Juara, sementara Thailand berhasil menambah gelar yang kesekian kalinya sebagai Jawara di lingkungan Asia Tenggara wabilhusus diajang AFF.

Saya berpikir bahwa apa yang diucapkan WalIkta diatas, sebetulnya ungkapan untuk menyembunyikan kekecewaan melihat pola permainan Timnas Indonesia dibuat tak berdaya oleh kecerdikan pemain Thailand untuk mencuri start hingga bisa menghasilkan 1 gol dibabak pertama, apalagi gol yang kedua, diciptakan pada menit awal babak kedua. Ini murni kecerdikan yang ditunjang oleh kemampuan memanfaatkan kelengangan pemain Timnas.

Namun setelah perasaan dan tensi darah sudah menurun, kemudian berpikir secara jernih, ya memang kekalahan ini harus kita nikmati, artinya kita tidak perlu berlebihan meratapi kekalahan, apalagi mencaci atau membully Timnas kita yang sudah berdarah darah berjuang mempertahankan bahkan menyerang yuridiksi wilayah lapangan pemain Thailand.

Sebagai penggemar bola, dan pendukung Timnas, sebetulnya saya berharap permainan Indonesia bisa berkembang seperti saat final leg pertama di Jakarta hingga bisa melumat Thailand 2-1, bahkan saya menulis di media ini, apa yang harus saya lakukan untuk melumatkan Thailand seandainya saya jadi  Alfred Riedl, ya sebuah pengandaian yang maksudnya ingin sumbang pikir, tapi apa daya, inilah kenyataan yang benar benar terjadi. Lihat disini; http://indonesiana.tempo.co/read/104091/2016/12/17/nasir.kang/andai-saya-jadi-alfred-riedl .

Lepas dari hal apapun yang terjadi di Bangkok, saya tetap homrat dengan upaya Timnas, baik pelatih, maneger sampai ke tukang pijit yang telah membangun sebuah kerangka tim dengan keterbatasan yang ada. Bayangkan saja, dalam jangka waktu dua bulan, Pelatih Alfred dibebani tugas yang amat berat, memilih pemain, latihan seadanya dengan target masuk semifinal dalam turnamen bergengsi di kawasan Asia Tenggara ini. Jika tidak berhasil, jangan harap bisa berlaga di Sea Games yang akan datang.

Bahkan apa yang diharapkan oleh Alfred dalam rekruitmen pamain mengalami hambatan dengan munculnya ego dari klub yang ada di Indonesia dimana ada ketentuan hanya bisa menarik pemain untuk masuk Timnas sebanyak dua orang. Ini sesuatu yang ironis bagi perkembangan dan kemajuan persepakbolaan kita. Klub hanya berpikir soal keuntungan dirinya, artinya klub di Indonesia lebih baik menomor duakan Indonesia, daripada menomor satukan,  konyol.

Dengan hasil ahir sebagai runner up di laga AFF 2016 ini, bagi saya merupakan prestasi yang bagus meski belum luar biasa, masih ada setitik harapan ke depan asalkan dibuat kerangka pembinaan yang kontinyu terhadap pemain yang masuk Timnas. Artinya harus ada kerangka latihan yang cukup lama untuk mengasah kemampuan dan memperkokoh kekompakan tim.

Kita juga berharap, kedepan  harus ada kerjasama yang baik, orang kampung bilang harus ada kekompakan, seiya sekata, harus nyekrup  antara pemerintah (Menpora) dengan organisasi Sepakbola (PSSI) termasuk dengan klub yang ada di Indonesia dalam memajukan persepakbolaan Indonesia, Filipina saja bisa, Vietnam saja bisa, masa Indonesia ngga bisa.

Jadi pencinta bola Indonesia, termasuk orang tua pemain yang dibawa terbang ke Bangkok untuk menyaksikan langsung putera terbaiknya, saya kira tak perlu merasa kecewa yang berlebihan, tak perlu meratapi kekalahan ini terus menerus, mari kita syukuri saja apa yang sudah diraih Timnas, meski memang kita kalah dari Thailand, ya kalah skor, kalah permainan, kalah kwalitas dan kalah segalanya, mari kita nikmati saja kekalahan ini.

Menikmati kekalahan memang tidak riang gembira.

Oalaaaaaaah..




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.