Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Metro  
Metro
indonesiana-tempoid-default
Putu Suasta 
Politisi Demokrat
Senin 19 Desember 2016 05:08 WIB
Dibaca (1570)
Komentar (0)

Agenda Toleransi, Kemajemukan dan Keharmonisan dalam Pilkada DKI

indonesiana-12472429_10204617348708568_6981433040194221256_n.jpg

Untuk ketiga kalinya saya mengangkat isu kebhinekaan dan toleransi dalam artikel di media ini dengan dalam konteks Pilkada Jakarta. Ini hanyalah upaya kecil untuk terus menjaga suasana kebersamaan dan keharmonisan di tengah kemajemukan dan pluralitas Jakarta secara khusus dan Indonesia secara umum. Daya tarik Jakarta sebagai destinasi perantauan tidak pernah mengendur dari tahun ke tahun.

Masyarakat dari seluruh pelosok negeri ini dengan berbagai latar belakang suku, agama dan ras berduyun-duyun datang mengadu nasib. Menjadikan Jakarta sebagai kota paling pluralis di Indonesia dan kota dengan masyarakat ber-strata sosial ekonomi paling variatif. Maka agenda penguatan kohesi sosial dan penghormatan terhadap keberagaman mesti terus menerus digalakkan di Jakarta. Sayangnya, dalam Pilkada kali ini, agenda tersebut kurang maksimal digarap para calon Cagub-Cawagub.

Salah satu pasangan calon yang relatif lebih serius menggarap isu kemajemukan dalam Pilkada DKI kali ini adalah pasangan Agus-Sylvi. Penghormatan terhadap nilai-nilai kesatuan dan toleransi menjadi salah satu program unggulan pasangan ini, disamping pemerataan ekonomi. Terbukti, pasangan Agus-Sylvi mendapat sambutan positif dalam kampanye media sosial sebagaimana ditunjukkan analisis Awesometrik (lembaga analisis media sosial).

Menurut data Awesometrik pasangan Agus-Sylvi mendapat peningkatan tajam (60 %) sentimen positif di media sosial sejak pendeklarisan pasangan calon 2 bulan lalu. Rupanya program-program penguatan kebhinekaan, toleransi, dan keharmonisan sangat dirindukan masyarakat Jakarta sebagaimana ditunjukkan analisis data Awesometrik.

Jakarta sebagai ibu kota negara akan selalu menjadi pusat perhatian pertama siapapun yang hendak memotret kehidupan masyarakat Indonesia. Wajah Jakarta adalah wajah Indonesia di dunia internasional. Karena itu, isu-isu sensitif menyangkut suku, agama dan ras di Jakarta akan cepat menjadi sorotan siapapun yang berhubungan dengan Indonesia. Karena itu, cukup melegakan bahwa salah satu calon pemimpin muda yang sedang meniti karier kepemimpinan di Jakarta, memberi perhatian serius terhadap bidang ini. Tentu, pengalamannya bergaul dengan masyarakat berbagai negara (ketika study dan dinas militer) akan menjadi  modal berharga mengelola perbedaan menjadi kekayaan masyarakat Jakarta yang sangat heterogen. Selain itu, jika kelak terpilih, dia akan didampingi seorang tokoh yang telah berpengalaman puluhan tahun dalam tata kelola Jakarta. Karena itu, kita pantas meletakkan harapan pada pasangan ini.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.