Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Politik
indonesiana-Ibnu
Ibnu  Said
Rabu 28 Desember 2016 19:48 WIB
Dibaca (4354)
Komentar (0)

Ahok Membangun Masjid

indonesiana-msd_agung.jpg

Ahok sangat peduli dengan Islam dan umat Islam. Ia telah menorehkan sejarah emas bagi warga DKI, yakni membangun beberapa masjid yang megah untuk umat Islam di Jakarta. Padahal sebelumnya, Pemprov DKI tidak memiliki satupun masjid raya, karena Masjid Istiqlal, Masjid At-Tin dan Masjid Sunda Kelapa bukan milik Pemprov DKI Jakarta.

Sejak awal memimpin Jakarta, Ahok telah banyak membangun masjid megah, beberapa di antaranya adalah Masjid Fatahillah di Balai Kota, Masjid Agung Jakarta di Daan Mogot, membangun masjid di setiap rusun-rusun yang dibangun, membangun musholla untuk setiap Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA), dan memajukan masjid Jakarta Islamic Center (JIC). Tak hanya itu, Ahok juga kerap memberikan bantuan ke Masjid-Masjid, Musholla-Musholla dan Majelis-Majelis Taklim.

Saat awal mula menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ahok ingin sekali melihat Balaikota mempunyai Masjid yang megah untuk digunakan sebagai tempat ibadah PNS yang muslim. Keinginan itu ia wujudkan dengan membangun Masjid Fatahillah di Balaikota. Karena kebijakan itu, saat ini para PNS di Balaikota bisa dengan nyaman melaksanakan ibadanya saat bekerja.

Ide pembangunan masjid di Balai Kota ini bermula ketika Ahok melakukan Safari Ramadhan ke kantor Wali Kota Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Menurut Ahok dua kantor pemerintahan tersebut memiliki masjid yang besar dan megah. Sementara di Balai Kota yang merupakan Kantor Gubernur serta kantor beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI tidak memiliki masjid. Selama ini, PNS yang bekerja di lingkungan Balai Kota hanya shalat di Musholla Fatahillah. Oleh karena itu, pembangunan masjid adalah kebijakan yang harus segera direalisasikan.

Ahok juga mengeluarkan kebijakan membangun masjid untuk seluruh rumah susun (rusun) yang dibangun PEMDA, bahkan di Daan Mogot --salah satu rusun yang terbesar-- Ahok telah membangun masjid besar dan megah dengan bangunan seluas 20.000 m2, agar mampu menampung seluruh umat muslim yang tinggal di rumah susun. Ahok menjadikan masjid tersebut sebagai salah satu Masjid Raya di Jakarta.

Kebijakan Ahok membangun banyak masjid ini tidak berjalan dengan mulus, ia kerap ditentang dan diprotes oleh sebagian warga Kristen. Sebagian umat Kristiani mempertanyakan kebijakan yang sama terhadap pembangunan Gereja. Menurut Ahok, ia tidak membangun Gereja karena Gereja tidak bisa dipakai bersama-sama. Jika Gereja banyak dibangun, maka cabang gereja akan protes.

Sebagian warga Kristen juga memprotes karena tidak membangun Gereja di lokasi yang sama. Menurut Ahok orang Islam mempunyai kewajiban untuk beribadah setiap hari. Selain itu, ada pula ibadah shalat Jumat yang dilangsungkan di sela-sela kegiatan kerja. Bagaimana mungkin membangun Gereja di Balai Kota yang orang Kristen masuk ke Gereja di hari Minggu saja. Atas kondisi ini Ahok sebenarnya berada di posisi yang sulit. Orang Kristen mengatakan Ahok mengambil hati orang Muslim, dan orang Muslim mengatakan Ahok penista Agama.

Meskipun demikian, Ahok mempunyai tekad yang kuat untuk terus membangun Masjid Raya/Besar di setiap rusun. Ahok akan terus membantu perluasan Masjid yang ada, dengan cara PEMDA akan membeli lahan yang ada di sekitar Masjid. Hal ini telah beberapa kali Ahok sampaikan dalam pertemuan-pertemuan dengan tokoh Islam maupun Pengurus Dewan Masjid Indonesia di Balaikota. Di samping itu, Ahok juga mengumrohkan para Marbot dan penjaga makam juga PEMDA. Bahkan ia membuat kebijakan bagi PNS, untuk menjadi pendamping Haji Kloter DKI Jakarta.

Di tengah kasus penistaan agama yang dituduhkan kepadanya, Ahok tak mengubah niatnya untuk terus membangun masjid di Ibu Kota. Ahok hanya berharap bisa melaksanakan amanah orang tua dan orang tua angkatnya untuk melanjutkan tugasnya sebagai Gubernur di periode yang akan datang, sehingga cita-cita Ahok untuk memakmurkan umat Islam di Jakarta, bahkan di Indonesia dapat terwujud. Karena menurut Ahok, membangun Masjid adalah bagian dari membangun jati diri umat.  




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.