Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Metro  
Metro
indonesiana-tempoid-default
Putu Suasta 
Politisi Demokrat
Sabtu 14 Januari 2017 13:01 WIB
Dibaca (1121)
Komentar (0)

Empati Agus-Sylvi

indonesiana-C2DeNhkUAAAbnes.jpg

Debat Cagub-Cawagub peserta Pilkada DKI yang berlangsung tadi malam mendapat sorotan luas dari publik di tanah air. Dari pantauan percakapan di media sosial, pasangan nomor urut 1 (Agus-Sylvi) mendapat sentimen positif paling tinggi dibanding pasangan lain. Politica Wave mencatat, pasangan Agus-Sylvi berhasil membukukan sentimen positif sebesar 61 persen (kompas.com, 14/01/2017).

Benang merah yang dapat ditarik dari pemaparan, penjelasan dan argumentasi Agus-Sylvi dalam debat tadi malam adalah empati mendalam kepada masyarakat miskin perkotaan. Sebagai pendatang baru di gelanggang politik, Agus tidak banyak mengunakan bahasa basa-basi politik. Dia langsung menyorot aksi nyata dan konkrit yang sebaiknya dilakukan untuk membebaskan masyarakat kecil di Jakarta dari jerat kemiskinan. Nuraninya sebagai calon pemimpin lebih banyak berbicara daripada insting politiknya. Inilah yang dirasakan oleh publik ketika menyaksikan tutur kata, gerak tubuh dan intonasi Agus sepanjang debat tadi malam, dan publik memberi apresiasi tinggi atas penampilan tersebut.

Empati (keberpihakan dan kemauan untuk bertindak) yang dimiliki Agus lahir dari hasil perjumpaan langsung dengan masyarakat miskin di sudut-sudut kota Jakarta dalam beberapa bulan terakhir. Perjumpaan dan pengamatan langsung terhadap kondisi riil masyarakat tersebut mengetuk pintu hatinya sebagai calon pimimpin dan melahirkan sikap preferencial option for the poor (keberpihakan mendalam kepada kaum miskin).

Di mata Agus, membantu kaum miskin di Jakarta tidak tepat dengan langsung memfasilitasi mereka untuk turut dalam persaingan bisnis, pendidikan atau bidang lain. Dalam pengamatannya, kaum miskin bukan hanya tidak mampu bersaing, tapi lebih dari itu, memenuhi kebutuhan hidup sehari-haripun belum mampu. Maka langkah konkrit pertama yang harus dilakukan adalah membantu mereka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sehingga mereka memiliki kapasitas untuk turut dalam persaingan menggapai taraf hidup yang lebih baik melalui dunia usaha, pendidikan dan berbagai bidang lain. Dengan logika ini kita dapat memahami mengapa pasangan Agus-Sylvi terus menerus mendengungkan perlunya bantuan langsung sementara yang sering disalahpahami orang tersebut. Dengan adanya bantuan langsung sementara yang akan dikucurkan secara terukur, orang-orang miskin tidak lagi hanya disibukkan oleh urusan perut tapi mulai dapat berkreasi untuk menciptakan peluang-peluang baru untuk menggapai taraf hidup yang lebih baik.

Semangat Agus yang membara dan tutur katanya yang berapi-apai dalam debat tadi malam sepenuhnya karena empatinya kepada kaum miskin dan keinginan kuatnya untuk segera dapat membantu mereka. Inilah profil seorang calon pemimpin muda dengan nurani yang masih murni. 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.