Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Olahraga  
Raket
indonesiana-TD Tempino
TD Tempino 
Sabtu 28 Januari 2017 19:51 WIB
Dibaca (2268)
Komentar (0)

Finalis Grand Slam Aus Open 2017 di Dominasi Petenis Gaek

indonesiana-ferderer.jpg

Ketika ditanya siapa juara final single putri Australia Open antara Venus dan Serena yang sedang berlangsung sore ini awak menjawab begini : Pemenang nya  adalah  nyak dan babe due kakak beradek ( Mr & Mrs William) karene hadiah grand slam ngak lari kemane mane.   Itulah gurauan awak setelah tadi pagi bermain tennis di lapangan Bumi Harapan Permai (BHP) Kampong Dukuh Jakarta Timur.

Ya sobat, Finalis Grand Slam Austraslia Terbuka Tahun 2017 di dominasi oleh petenis gaek.  Untuk ukuran olahraga menggunakan raket,  usia petennis diatas 30 tahunan sudah dianggap senior. Senior atau kawakan boleh juga jadi sebutan mengingat di usia 20 an mereka sudah mulai berkiprah di gelanggang professional.

Federer kini menginjak usia 36 tahun demikian pula denganWiliam bersaudara berumur  35 dan 36 tahun.  Rafael Nadal menginjak usia 30 tahun setelah lebih dari 10 tahun selalu berada di peringkat 10 besar petenis.  Biasanya usia produktif dengan tenaga aktraktif berada di usia 25- 30 tahun dimana stamina masih prima mampu bermain 5 set penuh.

Tapi itulah tennis.  Ternyata usia tidak menjadi halangan bagi petennis professional sekelas Roger Federer dan Serena William meraih prestsi.  Mereka mampu menjaga kebugaran fisik sehingga di usia gaek masih mampu meraih piala grand slam. Dalam catatan sejarah Serena merupakan petennis tertua menggondol Aus Open.  Ini title grand slam ke 23 Serena dan 7 kali meraih peringkat satu di Aus Open.

Dalam posisi sedeed 17 Federer mampu maju ke final.  Satu persatu lawan di libas melalui kepiawaian bermain cantik.  Strategi menjaga stamina bermain di 5 set tentu bukan perkara gampang apalagi melawan petenis muda bertenaga.  Namun strategi bermain praktis yang dilakukan Federer membuat lawannya tak berkutik walaupun harus berjuang selama lebih 3-4 jam.

Justru Djokovic dan Murrayperingkat 1 dan 2 dunia telah gugur terlebih dulu.  Sementara di pihak wanita Angelegue  Kerber peringkat 1 dunia juga tersingkir  sebelum masuk babak selanjutnya. Apakah hal ini membuktikan bahwa kesiapan fisik merupakan variable yang sangat menentukan atau teknis bermain yang jadi andalan tidak mampu membawa mereka ke babak final.  Satu hal yang pasti petennis non ungulan terkadang merepotkan bahkan mampu mengalahkan petennis 10 besar.

Itua tennis selalu menarik di tonton secara live karena disana terdapat kenikmatan menyaksikan pukulan pukulan super hero dari masing masing petenis dunia. Apakah di Grand Slam selanjutnya akan terjadi kejutan kejutan lagi, kita tungu saja, namun yang pasti peringkat dunia akan segera berubah.  Paling tidak unggulan awak Grigor Dimitrov bisa masuk ke 10 besar.  Sayang dia kalah tipis dari Rafael Nadal, kalau tidak awak yakin Dimitrov akan juara.

Dimitrov mantan pacar petennis anggun nan super cantik Sharapova baru berusia 25 tahun.  Masih banyak  kesempatan baginya untuk meraih piala grand slam di masa mendatang. Awak yakin tidak mungkin petennis gaek bisa terus berada di kancah tennis internasional sampai di usia 40 tahun.  Faktor umur adalah kaedah alam yang tidak terbantahkan.  Tenaga tidak bisa dipaksakan terus untuk bermain di usia tua kecuali bagi kami pemain amatir yang masih ke lapangan tennis di usia diatas 60 tahunan.

Salamsalaman

TD

 

 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.