Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Metro  
Metro
indonesiana-tempoid-default
Putu Suasta 
Politisi Demokrat
Kamis 02 Februari 2017 11:57 WIB
Dibaca (926)
Komentar (0)

Sylviana Murni, Role Model Pemberdayaan Perempuan

indonesiana-Sylviana.jpg

Sangat disayangkan bahwa agenda pemberdaan perempuan dan isu kesetaraan gender kurang  menggema dalam adu program, gagasan serta konsep pembangunan DKI Jakarta oleh para Cagub-Cawagub yang bertarung dalam Pilkada kali ini. Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan memang belum menjadi agenda strategis dan seksi di tengah masyarakat Indonesia sehingga banyak politisi memandang sebelah mata isu ini.  Di antara tiga pasangan Cagub-Cawagub DKI,  pasangan Agus-Sylvi yang paling konsisten untuk menggarap agenda ini dalam program-program mereka dan terus menyuarakannya.

Agenda pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender mesti dimulai dari kerja-kerja konkrit untuk meluruskan kesalahpahaman masyarakat. Pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender tidak dimaksudkan untuk mengutamakan atau mendahulukan kepentingan perempuan di atas laki-laki sebagaimana sering dipahami secara salah oleh sebagian masyarakat. Kesalahpahaman ini hanya bisa diluruskan dengan baik melalui penyuluhan-penyuluhan langsung dan paling tepat dilakukan oleh perempuan yang dapat dijadikan role model. Dalam konteks inilah pasangan Agus-Sylvi lebih kapabel sebagai satu-satunya pasangan yang mengakomodir keterwakilan perempuan dalam Pilkada DKI.

Kita pantas mengapresiasi langkah-langkah Sylviana Murni yang terus mendorong keterlibatan perempuan dalam pembangunan. Dia tidak hanya berwacana di media massa, tapi juga turun ke lapangan, menjumpai masyarakat dan melihat keseharian ibu-ibu di pemukiman-pemukiman miskin Jakarta. Dalam pertemuan-pertemuan seperti itu, dia memberi dorongan moral agar ibu-ibu dapat mengembangkan usaha dan menjanjikan bantuan modal agar ibu-ibu  turut menjadi pencari nafkah bagi keluarga, tidak hanya mengurus rumah tangga. Kaum ibu tentu lebih mudah merasakan empati dari seorang tokoh perempuan daripada tokoh laki-laki.

Jika Sylviana kelak berhasil menjadi Wakil Gubernur dan berhasil mewujudkan janji kampanyenya, kita akan melihat kembangkitan ekonomi masyarakat di mana kaum perempuan berperan sebagai motor penggeraknya. Maka pemahaman masyarakat yang bias gender pelan-pelan akan diluruskan. Perempuan, jika diberi peluang dan kesempatan, dapat menjadi tulang punggung ekonomi sama seperti laki-laki. Langkah konkrit ini juga akan membuka wawasan masyarakat tentang kapasitas peremuan untuk berpartisipasi dalam bidang sosial-politik dan di bidang itu Sylviana Murni dapat dijadikan sebagai role model.

Keberhasilan pemberdayaan perempuan di Jakarta akan menjadi role model bagi daerah-daerah lain dan akan menyuburkan perpektif “kesamaan gender” hingga ke pelosok-pelosok Indonesia. Maka agenda pemberdayaan perempuan mesti mendapat perhatian lebih serius dalam Pilkada kali ini.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.