Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

indonesiana-tempoid-default
Dian Basuki 
Sabtu 04 Februari 2017 20:56 WIB
Dibaca (837)
Komentar (0)

Tahun Ini, Bacalah Lebih Banyak Buku

indonesiana-membaca_buku_di_angkot_tempo.jpg

 

Dalam sehari, berapa jam waktu yang kamu pakai untuk ‘bermain’ gawai/telpon cerdas di luar urusan pekerjaan? Dua jam-tiga jam atau bahkan lebih? Jika ya, mengapa kamu tidak punya waktu untuk membaca buku? Bila satu jam saja kamu sempatkan untuk membaca buku setiap hari, setidaknya kamu dapat menyelesaikan satu judul buku dengan ketebalan yang umum—250 halaman--dalam satu bulan.

Kamu dapat memilih buku apa saja yang menarik, penting, mudah dipahami, bermanfaat praktis, atau pertimbangan lain. Meski begitu, selalu ada saran mengenai hal ini: membaca buku bukanlah untuk memberi asupan pada pikiran saja, melainkan juga memberi asupan bagi hati. Membaca bukan hanya menambah pengetahuan, tapi juga mengasah rasa empati, menajamkan kepekaan hati, dst.

Nah, dalam hal target membaca buku untuk tahun ini, ikhtiarkan untuk dapat melampaui tahun lalu. Jika dulu hanya 4 judul buku dalam setahun, sekarang upayakan 12 judul atau rata-rata satu judul buku setiap bulan. “Bagaimana mungkin? Saya sangat sibuk!” Setiap target perlu ikhtiar, dan kira-kira ada beberapa hal yang bisa kita ikhtiarkan.

Pertama, usahakan setiap hari membaca buku di rumah. Pilih tempat yang paling nyaman untuk membaca (tapi, jangan sampai tertidur lantaran tempatnya sangat nyaman). Hindari godaan yang dapat mengalihkan perhatian, seperti memegang hape, mengakses internet, maupun menyalakan televisi. Fokuslah 1-2 jam untuk membaca buku.

Kedua, manfaatkanlah waktu-waktu ‘menganggur’ untuk membaca. Mungkin saat menunggu panggilan masuk pesawat, menanti di ruang tunggu dokter, ataupun tengah dalam perjalanan dengan kereta api.

Ketiga, di tengah era serba digital—buku, film, koleksi foto, dll—membaca buku cetak tetap menawarkan pengalaman membaca yang lebih mengasyikkan. Ukuran buku bermacam-macam, begitu pula jenis kertas yang dipakai, ada yang bersampul tebal ada yang buku saku. Tangan kita dapat merasakan saat berpindah halaman, penciuman kita juga menangkap aroma kertas cetak yang khas. Membawa 1-2 buku saat bepergian sudah cukup, meskipun buku digital dapat disimpan dalam gawai hingga ratusan judul.

Keempat, kunjungi situs-situs tepercaya yang mengulas buku. Temukan judul dan tema yang menarik serta penting untuk dibaca, sebab kita tidak punya banyak waktu. Figur-figur tertentu, seperti Bill Gates, suka berbagi daftar buku yang ia baca (reading list); dengan menengok daftar mereka mungkin Anda memperoleh inspirasi mengenai buku apa yang diprioritaskan untuk dibaca.

Kelima, buatlah daftar buku yang ingin kamu baca dan perbarui setiap bulan. Judul-judul baru yang lebih penting mungkin harus diprioritaskan dan terpaksa menggeser judul lama dari daftar. Cara ini lumrah, karena mungkin saja judul-judul yang terbit belakangan lebih menarik, lebih berisi, dan lebih mendesak untuk dibaca.

Keenam, langkah lain yang sangat diperlukan agar kita rajin membaca ialah menuliskan pengalaman membaca setiap kali kita usai menyelesaikan sebuah buku. Akan menarik bila pengalaman ini lantas dibagikan kepada orang lain lewat berbagai jalur—media sosial, blog, media cetak, media online. Intinya ialah berbagi pengalaman membaca, siapa tahu tulisan kamu mengilhami orang lain dan menstimulasi mereka untuk lebih aktif membaca.

Kamu, mungkin saja, punya saran lain agar target membaca lebih banyak buku dapat dicapai. (Foto: tempo.co) **




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.