Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Metro  
Metro
indonesiana-Erri
Erri Subakti
Jumat 17 Februari 2017 08:22 WIB
Dibaca (5078)
Komentar (0)

Anies Keliru Soal 'Vertical Drain'

indonesiana-563644

Anies Baswedan kembali membuat pernyataan yang keliru. Kemarin saat terdapat kejadian banjir di beberapa areal di Jakarta Anies di kantor DPP Gerindra menyindir, "Saya kira sudah bebas banjir," ujarnya yang langsung direspon para pendukungnya dengan tertawaan.

Saat ditanyakan wartawan apa solusi Anies dalam mengatasi banjir, Anies menjawab bahwa itu bisa dilakukan dengan 'drainase vertikal.'

"Artinya, aliran ke laut saja belum cukup. Tetap dimasukkan ke bumi (tanah) dan bumi di Jakarta memerlukan air. Ke depan vertikal drainase, bukan horizontal drainase," kata Anies.

Tentu saja statement ini merupakan kekeliruan, karena istilah drainase vertikal (vertical drain) bukanlah berfungsi untuk mengelola air ketika curah hujan tinggi ditambah luapan air sungai dari Bogor.

Vertical drain diperkenalkan pertama kali oleh Daniel E. Moran pada tahun 1925, yaitu dengan menggunakan kolom-kolom pasir untuk stabilitas tanah. Aplikasi ini selanjutnya dikenal dengan drainase vertikal.

Vertical drain merupakan teknik untuk mengatasi tanah yang akan dibangun berbagai konstruksi di atasnya. Seperti di bawah embankment jalan raya, jalan kereta api atau landas pacu pesawat serta di bawah pondasi tanki minyak yang berdiri di atas tanah lunak.

Vertikal drain digunakan agar pada waktu konstruksi didirikan, tidak akan mengalami penurunan tanah yang berlebihan yang dapat menyebabkan gangguan bahkan merusak strukturnya.

Pernyataan Anies ini amat disayangkan. Menurut seorang pakar yang sudah puluhan tahun berpengalaman di bidang konstruksi dan pengeboran, "Dia tidak tau apa yang dikatakannya, padahal Anies pernah menjabat sebagai seorang menteri," jelasnya.

"Sebelumnya Anies pernah mengatakan akan melukis rumah-rumah di bantaran sungai, lalu sekarang ini. Padahal untuk mengatasi banjir adalah dengan normalisasi sungai sehingga sungai tersebut sanggup mengalirkan air ke laut tanpa ada luapan keluar sungai tersebut," ujarnya.

Karena itu 'vertical drain' yang dimaksud Anies sungguh tidak 'nyambung' dengan masalah pengelolaan air agar tidak banjir. Metode vertikal drain digunakan justru untuk pekerjaan-pekerjaan konstruksi timbunan untuk jalan raya, tanggul, dan reklamasi pantai. (ES)




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.