Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Politik
indonesiana-Redaksi
Redaksi 
Jumat 17 Februari 2017 18:22 WIB
Dibaca (121)
Komentar (0)

Pilkada Aceh: MoU Helsinki dan Perdamaian Harus Dijaga

indonesiana-perdamaian-di-aceh-ilustrasi-_140110095906-125.jpg

Helsinki, 17 Februari 2017.

Pesta Demokrasi kembali dilakukan di Indonesia. Tak terkecuali di Aceh. Dalam pesta ini, rakyat diberikan kebebasan untuk memilih satu Gubernur Aceh sebagai pemimpin provinsi, dan 20 pemimpin di 20 kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Aceh. Juha Christensen, Direktur PACTA Finland (Peace and Conflict Transformation Alliance) yang berafiliasi dengan Institut Perdamaian Indonesia (IPI), menyatakan harapan terbesar dalam proses sebelum, saat dan sesudah Pilkada ini adalah semua komponen harus tetap menjunjung tinggi perdamaian yang dituangkan dalam MoU Helsinki.

"PACTA Finland memberikan apresiasi kepada penyelenggara, pengawas, para kandidat, tim sukses, aparat keamanan dan semua pihak yang selama proses menuju Pilkada telah menjaga dan mengedepankan nilai-nilai perdamaian," ujar Juha Christensen yang juga arisitek, fasilitator dan mediator perundingan Helsinki 12 tahun silam.

Ditambahkan Juha, bahwa ini masih ada sejumlah tahapan demokrasi hingga akhirnya didapat pemimpin yang definitif dan sah menurut konstitusi. "Kita berharap keberhasilan proses demokrasi, keamanan dan kedamaian pada tahap pemungutan suara ini terus berjalan baik hingga berahirnya tahadap Pilkada," tambahnya.

 

Terhadap calon yang terpilih nantinya, Juha berpesan untuk terus menjaga perdamaian dan menjalankan amanat yang ada di MoU Helsinki serta konstitusi negara Republik Indonesia. "

Ada beberapa 'pekerjaan rumah' yang harus dituntaskan di dalam butir MoU Helsinki. Kami komit untuk lanjutkan sebagai partner dengan pemimpin Aceh periode 2017-2022 dan semua stakeholders yang ada di Aceh dan Jakarta," ujarnya.

Dikatakan Juha, dunia mengakui dan memberikan apresiasi terhadap penyelesaian konflik dan tercapainya perdamaian secara terhormat dan mertabat di Aceh. Banyak pihak ingin belajar dan mencontoh keberhasilan ini. "Untuk itu, khususnya para pemimpin, tokoh dan semua pihak berhak, berkewajiban dan berkepentingan untuk menjaga, mengawal, mempertahankan, mengisi dan menumbuhkembangkan perdamaian Aceh ini menuju damai yang Abadi," kata Juha.

 

Juha Christensen

General Manager PACTA Finland

*) Artikel ini merupakan rilis pers dari PACTA Finland




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.