Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Kesra
indonesiana-tempoid-default
 
Selasa 21 Maret 2017 00:49 WIB
Dibaca (303)
Komentar (0)

Paradigma Kesehatan Lansia di Masa Depan

indonesiana-Kegiatan_Prolanis_Hipertensi_1.jpg

Masalah kesehatan pada lanjut usia (lansia) terus menjadi bahan untuk diskusikan, Kemajuan di bidang kesehatan, meningkatnya sosial ekonomi masyarakat dan semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat yang bermuara dengan meningkatnya pada kesejahteraan rakyat akan meningkatkan usia harapan hidup sehingga menyebabkan jumlah penduduk lansia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Jika pemerintah dan berbagai program pembangunan tidak mengantisipasi keadaan ini maka keberadaan lansia akan menjadi bom waktu. diperkirakan bahwa pada tahun 2020 di Indonesia penduduk lansia yang sekarang berjumlah 18 juta jiwa nantinya akan meningkat jadi 27 juta jiwa, dan akan meningkat lagi menjadi 80 juta jiwa di tahun 2050.

Kesehatan pada lanjut usia menjadi sebuah dilematik, ketika terjadi penurunan fungsi sel-sel tubuh, daya tahan tubuh yang menurun serta faktor resiko terhadap penyakit pun meningkat. Masalah kesehatan yang sering dialami lanjut usia adalah malnutrisi, gangguan keseimbangan, kebingungan serta dimensia. Selain itu, beberapa penyakit yang sering terjadi pada lanjut usia antara lain hipertensi, gangguan pendengaran dan penglihatan, demensia, osteoporosis.

Berdasarkan UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia harus ditujukan untuk menjaga agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomis. Selain itu, Pemerintah wajib menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan dan memfasilitasi kelompok lanjut usia untuk dapat tetap hidup mandiri dan produktif. Upaya peningkatan kesejahteraan lanjut usia, khususnya dalam bidang kesehatan tentu melibatkan peran serta dari pemerintah, swasta, dan masyarakat. harus adanya koordinasi yang efektif antara lintas program dalam upaya peningkatan kesehatan lanjut usia.

Kebijakan pemerintah dalam pelayanan kesehatan lanjut usia bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lanjut usia yang berkualitas melalui penyediaan sarana pelayanan kesehatan yang ramah bagi lanjut usia untuk mencapai lanjut usia yang berdayaguna bagi keluarga dan masyarakat. Upaya yang dikembangkan untuk mendukung kebijakan tersebut antara lain meningkatkan upaya kesehatan bagi lanjut usia di pelayanan kesehatan dasar dengan pendekatan pelayanan santun lanjut usia, meningkatkan upaya rujukan kesehatan bagi lanjut usia melalui pengembangan Poliklinik Geriatri Terpadu di Rumah Sakit di Aceh.

Menua merupakan proses yang mengubah seorang dewasa sehat menjadi seorang yang frail dengan meningkatnya kerentanan terhadap berbagai penyakit dan kematian. Seiring dengan bertambahnya usia, terjadi berbagai perubahan fisiologis yang tidak hanya berpengaruh terhadap penampilan fisik, namun juga terhadap fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian, proses menua seharusnya dianggap sebagai suatu proses normal dan tidak selalu menyebabkan gangguan fungsi organ atau penyakit.

Bernard Isaac seorang professor dalam bidang kedokteran geriatri merumuskan istilah four geriatric giants yang sangat membahayakan kesehatan lansia. Terdapat empat belas macam gangguan kesehatan (impairments) yang umumnya dialami lansia. Gangguan kesehatan tersebut antara lain adalah : immobility yaitu keterbatasan bergerak, instability yaitu gangguan keseimbangan, incontinence yaitu buang air besar atau kecil secara tidak sadar, intellectual impairment yaitu gangguan fungsi berpikir, impairments of vision, hearing, skin integrity and taste yaitu gangguan penglihatan, pendengaran, keriput pada kulit dan pengecap, impaction yaitu gangguan saluran pencernaan seperti diare dan sembelit, infection yaitu kerentanan terhadap infeksi bakteri maupun virus, isolation yaitu pengucilan diri dari lingkungan sosial, inanition yaitu malnutrisi diakibatkan oleh pengaruh perubahan fisiologis organ-organ pencernaan, impecunity yaitu kemiskinan, iatrogenesis yaitu kerentanan terhadap infeksi akibat efek samping pengobatan itu sendiri, insomnia yaitu kesulitan tidur, impotence yaitu ketidakmampuan melakukan aktivitas seksual pada lanjut usia dan yang terakhir adalah immunodefficiency yaitu penurunan sistem kekebalan tubuh.

Pasien lansia patut mendapat perhatian khusus dibandingkan pasien muda. Hal ini karena penyakit yang dialami bermacam-macam selain itu juga daya tahan tubuh sudah mulai melemah. Oleh karena itu evaluasi secara menyeluruh diperlukan dalam penatalaksanaan pasien lansia. Evaluasi pasien lansia secara komprehensif menjadi pokok perhatian utama dalam bidang penyakit dalam.

Dari segi fisik kita nilai tanda tanda vital pasien seperti tekanan darah saat berbaring maupun duduk, suhu tubuh, denyut nadi, frekuensi napas, lingkar lengan atas, tinggi lutut. Kita juga periksa apakah ada kelainan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dari segi ekonomi sosial kita evaluasi apakah pasien masih dapat melakukan pekerjaan sederhana atau tidak, apakah perlu bantuan untuk memakai pakaian, apakah dana yang ada cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, bagaimana lingkungan tempat tinggalnya, bagaimana kehidupan religinya, apakah masih dapat untuk melakukan rekreasi atau berpergian bersama keluarga.

Dari sisi psikologis kita dapat evaluasi bagaimana perasaan pasien saat ini, apakah mendapat perhatian yang cukup dari anak-anak maupun cucunya, apakah saat ini masih memiliki pasangan hidup yang bisa diajak berbagi, apakah masih memiliki suatu hobi atau kegemaran melakukan suatu hal, apakah bahagia dengan kondisinya saat ini.

Para lansia sepatutnya diperlakukan secara layak sebagaimana manusia seutuhnya. Kita harus tetap menghormati mereka, mendengarkan pendapat mereka sehingga para lansia tetap merasa berharga. Dalam penatalaksanaan kesehatan baik level promotive, preventive, curative maupun rehabilitatif perlu ditingkatkan hubungan baik secara vertikal melalui sistem rujukan bertingkat mulai puskesmas sampai pelayanan spesialis di rumah sakit maupun horizontal yaitu hubungan antara kelompok geriatri dengan departemen departemen pemerintahan lainnya.

Pada akhirnya, kesadaran dari setiap individu untuk menjaga kesehatan dan menyiapkan hari tua dengan sebaik dan sedini mungkin merupakan hal yang sangat penting. Semua pelayanan kesehatan harus didasarkan pada konsep pendekatan siklus hidup dengan tujuan jangka panjang, yaitu sehat sampai memasuki lanjut usia.

dr. Said Aandy Saida, SpPD

Dosen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas kedokteran Universitas Abulyatama

 

 

 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.