Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Nasional
indonesiana-tempoid-default
Anggraini 
Jumat 21 April 2017 12:10 WIB
Dibaca (187)
Komentar (0)

Menangani Bahaya Narkotika: Harus Keras dan Tegas

indonesiana-Narkoba.jpg

kita semua sudah menyadari bahwa bahaya penyalahgunaan Narkoba memberikan dampak yang amat besar apalagi korbannya adalah para kalangan remaja yang merupakan sebagai generasi penerus cita-cita bangsa Indonesia. Namun hal ini sangat ironis, dimana pemberantasan Narkoba melalui sosialisasi belum berhasil memberantas peredaran dan pengguna narkoba.

 

Upaya pemberantasan narkoba di negara kita seakan-akan seperti siklus yang tak kunjung berhenti, laksana malam berganti pagi, pagi berganti malam, selalu berulang-ulang dan tidak tahu kapan itu semua berakhir. Banyak sudah upaya-upaya yang telah dilakukan oleh BNN dan instansi yang terkait dalam melakukan pemberantasan narkoba, namun upaya tersebut seakan-akan sia-sia, dimana pemberantasan tindak kejahatan tersebut berbanding lurus dengan masuknya narkoba dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kondisi seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi, tetapi apa mau dikata, kenyataannya sampai saat ini peredaran narkoba di Indonesia semakin hari semakin menjadi-jadi. Walapun banyak contoh dari kasus tersebut yang sudah dihukum mati, namun bisnis haram tersebut seakan-akan merupakan sebuah kegiatan yang harus dijalankan baik oleh produsen, pengedar sampai kepada pengguna.

Perlu kita ketahui bersama bahwa di negara kita jumlah pengguna nar­koba dalam beberapa tahun dapat diperkirakan lebih dari 10 juta orang dan jumlah tersebut sungguh sangat memprihatinkan untuk sebuah negara yang sedang berkembang. Pengguna narkoba di negara kita tidak hanya merambah orang dewasa saja namun sudah merasuk sampai kepada anak-anak remaja. Dengan jumlah pengguna narkoba yang begitu sangat besar, tentu ini merupakan pangsa pasar sendiri bagi para produsen narkoba dan otomatis para pengedar melihat peluang ini sebagai suatu kesempatan untuk meraup keuntungan yang sangat besar.

Dengan melihat fenomena yang ada seperti ini, tentunya pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka pemberantasan narkoba, mungkin perlu membuat sebuah terobosan yang baru dalam segi teknis maupun administratif dalam rangka untuk menekan masuk dan beredarnya narkotika di Indonesia. Secara teknis mungkin pihak-pihak yang terkait harus dapat merumuskan kembali bagaimana cara-cara pencegahan masuknya narkoba ke Indonesia, sedangkan untuk administratif bisa dengan menambahkan sanksi yang lebih berat kepada para pengedar maupun para pengguna narkotika tersebut.

Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa jalur masuknya narkoba ke Indonesia sangat  mudah menggunakan jalur laut dan jika melalui jalur udara (menggunakan pesawat terbang) mungkin akan sangat beresiko dengan aparat keamanan di bandara. Mudahnya masuk narkoba melalui jalur laut dikarenakan banyaknya pelabuhan-pelabuhan tikus yang sama sekali sangat tidak mungkin dapat dipantau oleh aparat keamanan. Jika jalur pelabuhan tikus tersebut sampai sekarang tidak pernah disentuh oleh pihak keamanan, maka jangan pernah bermimpi bahwa sosialisasi untuk pencegahan narkoba di kalangan pengedar maupun pengguna akan dapat efektif dalam memberantas narkoba di negara kita.

Tindakan tegas terhadap pengedar tentu sudah kita ketahui bersama yaitu hukuman mati, tetapi untuk pengguna narkoba juga tidak kalah penting untuk dinaikkan resikonya, seperti hukuman seumur hidup. Dengan menaikkan resiko hukuman kepada pengguna, mungkin hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi orang-orang awam yang mau mencoba-coba untuk berhubungan dengan narkotika. Jika resiko pengguna narkotika hanya sebatas rehabilitasi dan hukuman penjara beberapa tahun saja, tentu hal tersebut akan dipandang sebelah mata saja apalagi jika yang menggunakan narkoba tersebut adalah orang-orang yang berlimpah uang.

Sudah saatnya penanganan narkoba di negara kita harus lebih keras dan tegas, tidak hanya kepada pengedar, tetapi juga kepada pengguna. Dan perlu kita ingat bersama-sama, peredaran narkoba di negara kita laksana sebuah amunisi yang sengaja dimasukan ke tubuh orang-orang yang menggunakannya dan lambat laun orang-orang tersebut akan mati, atau setidak-tidaknya mereka adalah orang-orang yang tidak berguna dan akan menjadi beban di negaranya.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.