Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Politik
indonesiana-jefri hidayat
Jefri Hidayat 
Minggu 30 April 2017 21:56 WIB
Dibaca (1584)
Komentar (0)

Pilwako Padang ; Gagal Atasi Pengangguran, Veri Jadi Jawaban

indonesiana-aaaaaaa.jpg

Ketua DPP Hanura Marzul Veri didorong untuk maju di Pemilihan Walikota Padang yang bakal dilangsungkan tahun depan. Secara kapasitas dan kapabilitas, Veri sangat layak untuk diusung menjadi orang nomor satu di ibukota Provinsi Sumatera Barat tersebut.

Apabila maju Veri sangat berpotensi untuk menang karena namanya cukup popular dikalangan mahasiswa, anak muda dan aktivis kampus serta dia juga punya pergaulan yang luas dengan berbagai tokoh politik dan masyarakat di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang. Popularitas tersebut menjadi modal utama untuk mengggantikan Mahyeldi Ansharullah, walikota saat ini.

Usai mengemban amanah sebagai ketua KPU Sumatera Barat, Marzul Veri tidak serta merta berdiam diri. Untuk mengisi kesibukannya, dia tetap aktif dalam berbagai organisasi dan mantan ketua KNPI itu menelurkan Sakola Lapau yang tujuannya untuk melestarikan budaya dan kearifan local Ranah Minang serta memberikan pencerdasan kepada masyarakat melalui komunitas tersebut.

Tidak hanya itu, mantan ketua Badko HMI Sumatera Barat itu bersama aktifis yang lain juga menelurkan perkumpulan kopi dinding. Hingga kini, komunitas tersebut juga mulai berkembang dan menjangkiti ke berbagai daerah di Sumatera Barat. Dan masih ada lagi komunitas-komunitas yang ia bangun setelah tidak lagi menjadi wasit pemilu.

Beragam komunitas tersebut berkemungkinan akan bergerak apabila Marzul Veri memutuskan maju di kontestasi politik paling akbar di Kota Bingkuang itu.

Sebagai aktivis yang sudah karatan di organisasi tentu Veri punya kemampuan dalam membangun simpul dan jaringan. Berbagai perkumpulan yang telah dia bentuk akan menjadi penyokong utama dan mesin politik yang akan bergerak dinamis saat helat pemilihan digelar nanti.

Pemilih Kota Padang sangat rasional, karena sebagian besar penduuduknya merupakan kalangan terpelajar, mahasiswa dan kaum intelektual.

Pada Pilwako lima tahun lalu, pasangan Mahyeldi-Emzalmi hanya menang tipis dari pasangan Desri Ayunda-James Hellyward. Padahal saat itu, Mahyeldi berstatus incumbent dengan posisi sebagai wakil walikota. Sedangkan calon wakilnya, Emzalmi merupakan birokrat tulen dan sampai ke puncak karir sebagai Sekda Kota Padang.

Namun pasanagan yang dikenal dengan MAHEM tersebut terpaksa menyudahi Pilwako dengan dua putaran. Dan apabila memakai system pemilihan di Amerika, maka yang keluar sebagai pemenang adalah Desri Ayunda-james Hellyward karena pasangan tersebut unggul di tujuh kecamatan. Sedangkan Mahyeldi hanya menang di empat kecamatan.

Artinya, kondisi Mahyeldi saat itu tidak cukup kuat, dan dia pun tidak unggul mutlak. Malah sebaliknya, Mahyeldi kalah di tujuh kecamatan.

Saat ini pun, kondisi Mahyeldi tak jauh berubah pada Pilwako 2013 lalu, hal itu tercermin dari perubahan Kota Padang lima tahun belakangan ini. Mahyeldi hanya mampu membenahi pinggiran pantai, Permindo dan membenahi pasar. Namun di pinggiran kota hamper tak ada perkembangan. Baru satu tahun ini jalan By Pass mulai dibangun.

Secara statistic pengangguran di kota Padang sangat tinggi dan tidak berubah pada saat Mahyeldi menjabat sebagai walikota.

Tahun 2013 angka pengangguran di Kota Padang tercatat sebanyak 52 ribu lebih. Dan hanya turun sekitar 1.500 saja selama Mahyeldi menjabat sebagai walikota.

Menurut Haluan.com ada sekitar 50.505 penduduk usia produktif di Kota Padang tidak mempunyai pekerjaan alias pengangguran.

Uraian data diatas menyimpulkan bahwa Mahyeldi tak mampu menekan angka pengangguran yang terbilang tinggi. Artinya, pasangan Mahyeldi-Emzalmi dapat dikatakan gagal karena lapangan kerja merupakan isu utama di daerah perkotaan. Pengangguran yang tinggi akan menimbulkan dampak social yang cukup buruk.

Namun, Bagian Humas Pemko Padang cukup handal dalam membangun opini public. Propaganda tersebut membuat seakan-akan Mahyeldi berhasil dalam lima tahun kepemimpinannya hanya dengan menggembar-gemborkan Pantai Muaro Lasak, Taplau dan kawasan Permindo. Tapi masalah pokok Kota Padang tak berhasil diatasi Mahyeldi.

Apabila kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh para penantang Mahyeldi dengan meyakinkan pemilih bahwa mereka mampu mengatasi berbagai persoalan Kota Padang, maka peluang untuk memenangkan Pilwako akan terbuka lebar. Gagal mengatasi pengangguran Marzul Veri merupakan jawaban.

 

 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.