Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Pendidikan
indonesiana-tempoid-default
Cheta Nilawaty
Senin 17 Juli 2017 19:56 WIB
Dibaca (736)
Komentar (0)

Mahasiswa atau Mahakejam?

indonesiana-581775

beberapa hari ini media sosial diramaikan beredarnya sebuah video yang menayangkan aktifitas perundungan atau bullying terhadap seorang mahasiswa berkebutuhan khusus. Video ini diklaim menimpa seorang mahasiswa autis di Universitas Gunadarma berinisial MF.

Video tersebut seperti mengkonfirmasi bila tingkat pendidikan belum tentu sejajar dengan tingkat moralitas seseorang. Dalam video tersebut, mahasiswa MF yang sedang berjalan ditarik tas sehingga langkahnya tertahan. Saat akan membela diri, MF malah dijahili. Reaksi yang terjadi pada orang orang di sekitarnya bukan membantu, melainkan malah mentertawakan.

Video tersebut menunjukkan, diskriminasi dapat terjadi dimanapun seorang dengan disabilitas berada. Bahkan pada suatu lembaga pendidikan tinggi yang mengklaim sudah menerapkan sistem pendidikan inklusi. Artinya, inklusifitas tidak menjamin bahwa sebuah lingkungan pendidikan bebas diskriminasi.

Sebab, diskriminasi peserta didik berkebutuhan khusus tidak hanya terjadi bila peserta didik berada dalam kelas. Melainkan pula saat peserta didik berkebutuhan khusus berada di luar jam perkuliahan. Lembaga pendidikan tinggi yang menaungi peserta didik berkebutuhan khusus harus bertanggung jawab dan mulai mengkaji ulang penerapan sistem inklusi di lembaganya.

Dalam kasus MF, Universitas Gunadarma harus lebih memperhatikan sosialisasi perlakuan dan interaksi terhadap peserta didik berkebutuhan khusus. Termasuk pemberian sanksi sosial, berdasarkan ketentuan yang ditetapkan dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016 tetntang penyandang disabilitas.

Dalam Unndang Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas pasal 143 poina, disebutkan tidak boleh ada pihak manapun menghalangi seorang penyandang disabilitas dalam memperoleh pendidikan. Bila ada pihak yang menghalangi penyandang disabilitas memperoleh pendidikan, ketentuan tersebut dilanjutkan dengan pasal 145. Yaitu, pihak yang menghalangi dapat dikenakan sanksi pidana dengan hukkuman 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta.

Bukan hanya itu, Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016 sebenarnya sudah memerintahkan setiap lembagga pendidikan tinggi untuk memfasilitasi pembentukan unit pelayanan khusus bagi peserta didik yang tercantum dalam pasal 42 ayat 2. Artinya, sosialisasi bagi peserta didik dari kalangan umum terhadap peserta didik yang berkebutuhan khusus harusnya sudah dilakukan lembaha pendidikan tinggi yang membuka program kelas inklusi. Namun dalam kasus MF, pihak orang – orang yang ada di sekitarnya tampak belum memhami bagaimana memperlakukan sesama peserta didik yang berkebutuhan khusus.

Atas kejadian yang menimpa MF, 35 organisasi penyandang disabilitas yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Hak Penyandang Disabilitas mengadakan aksi dan dialog dengan pihak rektorat Universitas Gunadarma. Mereka menuntut ada penanganan atau tindak lanjut terhadap pelaku pembullyan yang menimpa MF.  Adapun salah satu tuntutan koalisi ini adalah pengkajian ulang sistem pendidikan inklusi yang ada di Universitas Gunadarma oleh Mentri Riset dan Teknologi.

dalam tuntutan itu, koalisi juga meminta pihak rektorat Universitas Gunadarma menerapkan sanksi akademis dan sanksi sosial terhadap pelaku pembullyan. Sanksi sosial itu berupa kerja atau beraktifitas langsung yang sifatnya sosial bersama dengan penyandang disabilitas selama 5 tahun. Bila mereka tidak memenuhi sanksi tersebut, koalisi meminta pelaku pembully tidak  diluluskan.

apapun keputusan yang terjadi atas kasus ini, setiap warga negara wajib menghormati dan menerapkan pemberlakuan undang undang tentang penyandang disabilitas. Melalui azas kesetaraan antara warga negara, penyandang disabilitas perlu dihormati, dilindungi dan dipenuhi haknya untuk memperoleh akses dalam keterbatasan baik fisik, inteletualitas dan sensori dalam berpartisipasi pada setiap sisi kehidupan berwarganegara.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.