Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

indonesiana-Sherly
Sherly Permatasari
Selasa 12 September 2017 12:32 WIB
Dibaca (496)
Komentar (0)

Ingin #MenjadiGemilang? Wahai Anak Bangsa, Raihlah Penghargaan Tertinggi Ini!

indonesiana-Menjadi_Gemilang.jpg

Tak bisa dipungkiri, masyarakat Indonesia belum memiliki minat baca yang baik. Saat ini, buku belum menjadi sumber utama untuk mendapatkan informasi. Rendahnya budaya membaca juga dirasakan para pelajar dan mahasiswa. Perpustakaan baik di sekolah maupun di kampus jarang dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan mahasiswa. Pun demikian yang terjadi pada perpustakaan-perpustakaan di daerah yang minim pengunjung.

Perpustakaan, sebagai wahana transformasi ilmu dianggap kurang memotivasi masyarakat untuk mau membaca. Lingkungan masyarakat yang acuh turut memperparah kondisi minimnya antusias masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan. Di dalam masyarakat yang cerdas tentunya memiliki masyarakat yang berbudaya membaca. Masyarakat yang terbiasa membaca merupakan garansi bagi proses kreatifitas, inovasi dan kemandirian.

Pembinaan minat baca merupakan modal dasar untuk memperbaiki kondisi minat baca masyarakat saat ini. Perpustakaan adalah media penerang terhadap perkembangan intelektual masyarakat. Kian sering masyarakat memanfaatkan perpustakaan, akan muncul sikap kritis dan koreksi terhadap hal yang merugikan. Informasi yang terkandung dalam suatu bacaan mampu memenuhi kebutuhan pengetahuan dan pengalaman manusia.

Tak hanya itu, perpustakaan yang timbul dari keinginan masyarakat akan menjadikan kegiatan di perpustakaan berjalan dengan baik. Masyarakat juga akan mendapatkan nilai tambah. Perpustakaan menjadi tetap eksis dan berkembang mengikuti kemajuan masyarakat.

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sendiri menyadari bahwa upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca masih berupa jalan mendaki. Sebuah solusi tentunya harus dihadirkan, agar budaya gemar membaca bisa terwujud. Dalam hal ini, Perpusnas sendiri membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk sekolah, pustakawan, pihak swasta, LSM, hingga budayawan. Sinergi antara semua pihak juga berperan dalam rangka pengembangan perpustakaan sebagai sarana meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Agar Indonesia Cerdas, Indonesia Membaca” bisa terwujud.

Selain itu yang perlu kita sadari, kegemaran membaca bukanlah menjadi tanggung jawab pemerintah pusat saja, melainkan juga pemerintah daerah, satuan pendidikan dan masyarakat. Diharapkan dengan penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka dari Perpusnas banyak pihak-pihak yang termotivasi, peduli, dan mau bergandeng tangan menggalakkan perpustakaan dalam menumbuhkan kembangkan budaya gemar membaca.

Nugra Jasadarma Pustaloka merupakan penghargaan tertinggi yang dberikan Perpusnas kepada para Pejuang Literasi. Sesuai dengan Pasal 51 ayat 6 Undang-Undang (UU) Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007, yang mengamanatkan pemerintah dan pemerintah daerah untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat yang berhasil melakukan gerakan pembudayaan gemar membaca.

Penghargaan ini diberikan Perpustakaan Nasional kepada masyarakat, tokoh masyarakat, media massa, jurnalis, penulis buku, pustakawan, maupun pihak-pihak lain yang peduli terhadap pengembangan perpustakaan dan minat baca di daerahnya.

Gemilang Perpustakaan Nasional atau malam penganugerahan penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka selain bertujuan sebagai sarana promosi juga membawa misi untuk menggugah kesadaran akan pentingnya pemberdayaan perpustakaan yang muaranya terhadap peningkatan kualitas SDM. Hal ini diharapkan bisa motivasi masyarakat guna memanfaatkan perpustakaan merupakan sasaran lain yang hendak dicapai pemerintah.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.