Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Seleb  
Film
indonesiana-Pakde Djoko
Pakde Djoko 
Seni Budaya, ruang baca, Essay, buku
Jumat 10 November 2017 10:01 WIB
Dibaca (2937)
Komentar (0)

IIs Dahlia dan Blunder Penolakan Undangan Presiden

indonesiana-624936

Entah penulis korban gosip, atau termakan berita murahan tentang tingkah laku artis, tapi penulis penasaran dengan pernyataan Iis yang menolak undangan Presiden di acara Pernikahan Kahiyang Putri dan Boby Nasution. Alasannya, ia malas ngantri dan takut tidak mendapat penginapan karena  Solo hanya kota kecil dan tentu hotelnya tidak semegah kota-kota besar lainnya. Iis Lebih antusias jika ia diundang sebagai penyanyi (Jelas brow ada uang dan mendapat privilese dan penginapan gratis, siapa yang tidak mau).Sontak di dunia maya cibiran, hujatan, makian dan berbagai kalimat menyayangkan tertuju pada artis dangdut papan atas yang berasal dari Indramayu.

Terlepas suka tidak suka pada Presiden, mendapat sebuah undangan apalagi yang mengundang orang nomor satu di Indonesia adalah sebuah kehormatan besar. Berbagai  komentar netizen yang ditujukan kepada IIs Dahlia rata –rata menyangsikan kadar  etikanya. Rasanya seperti bukan pernyataan seorang public figure yang segala tingkah lakunya menjadi panutan masyarakat. Pernyataan Iis boleh dibilang 'blunder' yang bisa mengancam kariernya di masa yang akan datang.

Di saat masyarakat sedang terbelah oleh berbagai isu –isu sentimen keagamaan, munculnya ideologi komunis, gosip-gosip politik yang memecah belah rasa kesatuan dan persatuan pernyataan IIs itu seperti menampar wajah Indonesia betapa Indonesia yang dibanggakan sebagai bangsa yang ramah, bangsa yang santun, bangsa yang menomorsatukan etika dan mengedepankan  religiusitas masih banyak publik figur. Ternyata banyak dari mereka yang munafik, lain di mulut lain di hati.

Coba bisa dibayangkan jika kita diundang oleh sebuah keluarga cukup jauh untuk menghadiri pernikahan lalu yang diundang dengan nyinyir berkata: “Maaf, saya tidak bisa datang . rumahmu ada dipelosok susah dilalui mobil. Saya takut baju  kotor kena lumpur”. Coba di mana letak etikanya. Tentu akan menyinggung yang telah memberi undangan. Jika benar pernyataan IIs sebagai bagian dari masyarakat Indonesia saya sangat menyayangkan. Harusnya sebagai artis berasal dari kampung dan merasakan sebuah kebiasaan masyarakat timur (bukan masyarakat barat yang kurang mengindahkan basa basi), IIs tahu bahwa ia tidak perlu melontarkan pernyataan yang bisa menyinggung masyarakat Solo, menyinggung juga yang mengundangnya. Kalau tidak bisa datang, ya cukup minta maaf  dengan alasan ada pekerjaan atau ada halangan yang tidak bisa ditinggalkan.

Pernyataan Iis tentu bisa mengukur seberapa  dalam pengetahuan artis dangdut itu tentang etika dan sopan santun berkomunikasi. Rupanya banyak artis Indonesia perlu belajar etika untuk memperkuat karakternya hingga bisa menjadi duta bagi bangsa ini untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah negeri yang terhormat, negeri yang  mampu menunjukkan diri  bahwa kekayaan sumber daya alamnya, kekayaan seni budayanya mampu memberi  rasa segan bangsa  lain.

Sebagai penulis saya kadang-kadang  lalu berani menyimpulkan “Siapa Sih IIs Dahlia, oh artis Dangdut tho ya maklumlah wong artis dangdut. Jika ia melontarkan pernyataan yang menyinggung batas kesopanan maklumi saja namanya artis dangdut tahu sendiri khan.”

Semoga premis penulis salah. Masih banyak artis dangdut lain yang lebih sopan, lebih beretika, lebih mempunyai karakter sebagai artis yang sering disorot dan menjadi panutan masyarakat. Semoga Iis Dahlia bisa introspeksi. Ia mesti sadar sebagai orang yang tenar ia mesti menjaga mulut, menjaga kelakuan dan etika bicara. Dalam Peribahasa jawa di kenal  Ajining Diri Gumantung ono ing Lathi (Harga diri manusia itu tergantung pada bicaranya/mulutnya).




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.