Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

indonesiana-Iwan
Iwan Singadinata
Senin 13 November 2017 22:55 WIB
Dibaca (341)
Komentar (0)

Mahardika Sang Pangatur Lalin Jalanan

indonesiana-PHOTO_JURU_LALULINTAS2.jpg

Cacad Badan tak menjadi alasan untuk rasa malu atau menjadi minder dalam mencari nafkah, yang penting halal Mas!, kilah Mahardika nama seorang juru parkir, yang sering  mengatur kendaraan pada sore hari ketika para pegawai pulang dari kantor.

Diujung jalan cicurug dan jalan sutisna senjaya depan Kantor Pertamina kota Tasikmalaya, baik pagi maupun sore hari memang rawan kemacetan dan kecelakaan, terutama disaat pegawai, anak sekolah dan masyarakat beraktivitas, jalan sutsen merupakan jalan utama dari arah pusat kota ke terminal udara perintis Lanud Wiriadinata dan ke arah Manonjaya di wilayah kabupaten, bahkan menuju kota Ciamis dan Banjar.

Sementara sebut saja curug-sutsen, selain pertigaan ini tidak pernah dipasang lampu pengatur lalu lintas atau lampu peringatan berhati-hati oleh Dishub kota, dan juga jarang ditempatkan petugas lantas dari Polresta, padahal kepadatan kendaraan pribadi dan umum serta mobil tanki pertamina sangat sibuk pada jam dan hari kerja, sehingga sering menimbulkan kemacetan.

Mahardika terusik nalurinya dengan keadaan  seperti ini, dibantu temannya Idris mencoba mengatur kendaraan dari kedua arah tersebut, bersama turunnya hujan yang cukup deras, dengan tangan kanan menahan tonggak penahan, karena hanya mempunyai satu kaki kiri, kesana kemari memberi aba-aba, dimana kendaraan yang harus jalan dan menunggu sedang temannya idris menahan lajunya kendaraan yang memaksa ingin menerobos, piawai juga mereka berdua bisa dibilang handal, semua kendaraan dari dua arah cukup tertib dan santun dalam berlalu-lintas, mematuhi pengatur jalanan, para pengguna jalanpun banyak yang memberi imbalan pada keduanya.

Pada kesempatan Mahardika beristirahat, penulis sempat bertanya ria tentang pekerjaan menjadi juru parkir dan pengatur lalu lintas yang digelutinya, sambil senyum tersimpuh kesantunan, dia sudah setahun melakukan kerja begini, ya! Apa mungkin ada perusahaan yang mau menerimanya, sekolah saja hanya lulus SMP, karena keadaan orangtua bukan orang berada atau punya, yang penting walau pekerjaan menurut orang lain, barangkali dipandang sebelah mata, tapi bagi aku, biarpun seujung kuku merupakan bagian dari ibadah juga, ya! Kemungkinan halal’lah, kilahnya.

Perlu dicatat Mas(pen)!, yang jelas hasil dari pekerjaan, mahardika tak pernah merepotkan kedua orangtua, terkadang bila malam jadi penjaga tempat fitness, bila kedepan nanti, Yang Maha Kuasa merubah nasib, bukan tidak mungkin selamanya akan seperti saat ini dilakukan, asal niat tetap tulus dan yaq’qiin.semoga.

Cibeureum, Kota Tasikmalaya.(13/11/2017)

Iwan Singadinata




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.