Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

indonesiana-cheta
Cheta Nilawaty
Rabu 06 Desember 2017 17:41 WIB
Dibaca (972)
Komentar (0)

'Be My Eyes' Aplikasi yang Bantu Tunanetra Mandiri

indonesiana-604297

Seorang teman bercerita mengenai aplikasi ponsel terbaru yang terpasang di ponsel pintarnya beberapa hari lalu. Dia bilang, aplikasi tersebut membantunya bukan hanya untuk berjalan. Aplikasi itu juga membantu dia bertemu seseorang dari negara lain dan membantunya berjalan. Sebagai Tunanetra, aplikasi tersebut jadi dirasa tidak hanya membantu untuk berjalan, tetapi juga membantu mencari relawan yang syukur syukur bisa jadi teman.

“Orang pertama yang membantu aku orang Makassar, dan yang kedua orang Malaysia, dia memberi petunjuk dengan bahasa inggris, lumayan untuk praktek,” ujar Irma Hikmayanti, salah satu pengajar Bahasa Inggris di Yayasan Mitra Netra. Saat saya tanyakan, aplikasi tersebut, Irma menjawab, aplikasi itu bernama Be My Eyes.

Aplikasi ini tersedia di Apple Playstore. Secara umum, aplikasi ini hanya tersedia untuk telepon seluler yang berbasis IOS. Mencari aplikasi ini cukup mudah di situsApple Playstore. Kompatibilitasnya dimulai dengan sistem IOS 10.0 danmerupakan web tak terbatas. Meski menggunakan bahasa yang tidak kompatible untuk orang Indonesia – karena tidak tersedia dalam bahasa Indonesia, pengunduhan dan penggunaan aplikasi ini cukup mudah.

Jumlah ruang untuk pengunduhan pertama aplikasi ini tidak terlalu besar, hanya 64,5 MB. Kinerja aplikasi ini menggunakan sambungan telepon internet  dengan mengikutsertakan peranan video call. Pada prinsipnya kinerja aplikasi ini seperti, Tunanetra mencari relawan untuk membantunya berjalan. Be My Eyes juga membantu Tunanetra mengidentifikasi benda di sekitarnya. Bantuan itu dilakukan dengan bantuan telepon video yang tersambung kepada seluruh relawan dari berbagai negara. aplikasi ini membuat koneksi video secara langsung terhadap para relawan.

Aplikasi yang dikembangkan oleh Hans Wiberg ini menayangkan secara langsung posisi Tunanetra. Saat konferensi per telepon terjadi, relawan dapat melihat dan mendeskripsikan keadaan Tunanetra. Semisalnya, Tunanetra lupa meletakkan sebuah benda kecil yang sulit diraba. Padahal, benda tersebut berada di sekitarnya. Saat mereka minta bantuan dari aplikasi Be My Eyes, relawan dapat meminta Tunanetra mengarahkan ponselnya ke penjuru ruangan.

Begitupun bila Tunanetra minta tolong ditunjukkan jalan, atau keadaan jalan di depannya, relawan Tidak boleh lupa meminta Tunanetra mengarahkan ponselnya ke depan. Karena sifatnya yang mirip telepon video, aplikasi ini tidak sedikit kelemahannya. Misalnya, seperti menunjukkan jalan tidak terlalu mendetil. Seperti, relawan tidak dapat menunjukkan halangan kecil yang ada di depan jalan. “Kerikil atau trotoar kadang luput daripenggambaran relawan di Be My Eyes,” ujar Irma.

Selain sering luput dari benda benda kecil di depan Tunanetra, aplikasi ini juga memiliki respon yang tidak secepat Android Money Recognizer atau Tap Tap See. Kelemahan ini tentu dapat ditoleransi karena masih bergantung pada respon manusia. Tentu secara konsistensi waktu, aplikasi ini tidak akan bereaksi secepat dan setepat mesin.

Sudah ada 457 ribu lebih relawan seluruh dunia bergabung dalam Be My Eyes. Karena relawan yang bergabung berasal dari seluruh penjuru dunia, Tunanetra tidak perlu khawatir soal waktu. Bila harus minta tolong di waktu yang tidak awam, seperti dini hari, dipastikan tetap ada relawan yang menjawab. Sebab, ada perbedaan waktu yang dimiliki relawan berdasarkan posisi negara.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.