Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Politik
indonesiana-kang
Kang Nasir
-
Sabtu 23 Desember 2017 13:01 WIB
Dibaca (1134)
Komentar (0)

Munaslub Golkar, Ikuti Saja Arus Air yang Mengalir

indonesiana-munaslub_nasir_tepuk.jpg

Setelah Presiden Jokowi resmi membuka Munas Luar Biasa Golkar pada Senin malam 18/12/2017 (lihat disini; https://indonesiana.tempo.co/read/120754/2017/12/20/nasir.kang/munaslub-golkar-ini-kata-presiden-jokowi ),  esoknya dilangsungkan Paripurna dengan materi pembahasan Jadwal Acara dan Tatab Tertib. Seperti biasa, pimpinan Sidang Sementara dipegang oleh DPP, siapa lagi kalau bukan Nurdin Halid dkk, hanya saja ada yang istimewa karena Airlangga Hartarto duduk sebagai Ketua pimpinan Sidang dalam Kapasitasnya sebagai Ketua Umum DPP Golkar walaupun belum resmi “dikukuhkan” oleh Munaslub.

Saya sempat bertemu dengan rekan rekan peserta dari berbagai daerah yang biasa “berbicara lantang” dalam setiap Munas/Munaslub. Namun dari sekian yang saya temui dan menanyakan apa yang kira kira perlu pembahasan serius dalam Munaslub ini, mereka serentak menjawab tak perlu ada pembahasan, “ikuti saja arus air yang mengalir”.

Maka jadilah Sidang Pleno ini sesuatu yang luar biasa sekaligus diluar kebiasaan dinamika Partai Golkar dalam setiap Munas/Munaslub yakni perdebatan sengit antar peserta. Untuk Munaslub JCC ini, peserta sepakat seluruhnya terhadap rancangan materi baik Jadwal acara maupun tata tertib yang sudah disiapkan panitia.

Oleh karena itu, dalam Sidang Pleno pembahasan Jadwal Acara dan Tata Tertib Persidangan, tak ada satu pasalpun yang dibahas, dan pimpinan Sidang-pun tok tok mengetuk palu sidang -- setelah  menanyakan apakah materi disetujui atau tidak -- menandakan pembahasan selesai. Luar biasa permusyawaratan dan permufakatan  peserta Munaslub kali ini, betul betul mengikuti arus air yang mengalir, semua puas, semua tersenyum.

Tata Tertib sudah disahkan, dilanjutkan dengan Pemilihan Pimpinan Sidang. Ketika Airlangga menawarkan nama dan utusan untuk menjadi pimpinan Sidang, peserta tanpa banyak interupsi, tanpa banyak usul, ramai ramai menyanyikan lagu koor dengan suara lantang, setuju….!. Maka terpilihlah Pimpinan Sidang diketuai Airlangga Hartarto mewakili DPP (Nurdin Halid yang biasa langganan pimpinan sidang, tersingkir)  dengan anggota 3 perwakilan DPD Provinsi dan satu Sayap Partai Golkar.

Kini tiba giliran Pemandangan Umum dari Peserta yang diwakili oleh masing masing DPD Provinsi. Namun sebelum  DPD menyampaikan Pemandangan Umum, Idrus Marham dalam kapasitasnya sebagai Pengurus DPP Golkar, menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan Partai Golkar kekinian --pasca kasus Setnov yang tersandung KTP-El--   hingga dilaksanakan Munaslub.

Bukan Idrus Marham namanya kalau tidak mengambil kesempatan, dalam forum tertinggi ini, ditengah tengah keterangannya, ia masih sempat menyampaikan beberapa hal tentang pandangan pribadinya, kenapa ada munaslub, kenapa dirinya tidak nyalon. Gelagat itu ditangkap pimpinan Sidang. Airlangga Hartarto menyela supaya jangan berubah menjadi “pidato kampanye”, Idruspun agak tersipu dan melanjutkan penjelasan sesuai dengan yang ada dalam teks yang sudah disiapkan.

(Bersambung).




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.