Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Bisnis  
Analisa
indonesiana-tempoid-default
Mohamad Cholid 
Selasa 02 Januari 2018 08:01 WIB
Dibaca (935)
Komentar (0)

#SeninCoaching: Menjadi Lebih Efektif dengan Bijak

indonesiana-ilustrasi_leadership_by_Indonesiana_Tempo_Co.jpg

Leadership Growth: Check Your Key Results

Mohamad Cholid

 

Practicing Certified Business and Executive Coach

 

Inovasi menjadi jargon kosong atau bermanfaat dalam pengelolaan organisasi tergantung pada bagaimana implementasinya. Saat diterapkan dengan kepemimpinan efektif akan memberikan positive impact bagi para stakeholder (pemangku kepentingan).

Sepertinya cara itu yang dilakukan oleh Gubernur Muhammad Zainul Majdi dalam memimpin Provinsi Nusa Tenggara Barat sejak 2008. Sehingga dia layak mendapatkan penghargaan Kepala Daerah (Gubernur) Terbaik dalam kepemimpinan birokrasi dan sosial, dianugerahkan pada malam Innovative Government Award 2017 dan Leadership Award 2017, Senin 12 Desember lalu.

Muhammad Zainul Majdi yang populer dipanggil sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) berhasil memimpin upaya peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Rp 400 milyar pada 2008 menjadi Rp 1,5 trilyun pada 2017. Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan NTB selalu diatas rata-rata nasional. Daya saing (competitive advantage) meningkat, dari posisi ke-26 pada 2015 naik ke-19 pada 2016 (riset ACI Lee Kuan Yew School of Public Policy National University of Singapore).

Dibandingkan dengan provinsi lain, tingkat pertumbuhan NTB barangkali cukup fenomenal. Dari perspektif organisasi bisnis, masih belum eksponensial, karena “baru” nyaris empat kali lipat dalam sembilan tahun. Menurut Salim Ismail bersama Michael S. Malone dan Yuri Van Geest dalam Exponential Organizations (2014, by ExO Partners LLC), “An Exponential Organizations is one whose impact (output) is disproportionally large – at least 10x larger – compared to its peers because of the use of new organizational techniques that leverage accelerating technologies.”  

Hari-hari ini kita belum memperoleh update apakah NTB dan TGB sudah siap-siap merencanakan masuk ke level dapat disebut sebagai Exponential Organization. Satu hal penting dalam kepemimpinan efektif TGB yang dapat kita pelajari adalah, dalam proses pengambilan keputusan, dia melibatkan bupati, walikota, tokoh agama, dan tokoh adat sebagai tim dengan dialog setara, tidak sebagai anak buah – walaupun secara strutural mereka adalah anak buah gubernur.

Di antara peers, TGB kemungkinan berhasil menjadi salah satu dari beberapa pemimpin yang efektif untuk mengelola pemerintahan provinsi. Itu prestasi pengelolaan daerah yang kita harapkan terjadi di semua wilayah Republik Indonesia.

Sampai saat ini, sebagaimana dapat kita ikuti dari pemberitaan, masih banyak kecenderungan pengelolaan yang kurang fokus, teralih perhatiannya (distracted) oleh kepentingan-kepentingan jangka pendek keduniaan – dan belum teruji memberikan manfaat jangka panjang bagi para pemangku kepentingan (stakeholders).

Kalau proses tersebut dapat dilakukan di lingkungan pemerintahan (daerah), sebagaimana di NTB, tentunya kita meyakini penerapannya di organisasi bisnis dapat lebih progresif. Dunia bisnis memiliki fleksibilitas lebih tinggi dibandingkan birokrasi pemerintah. Mudah-mudahan Anda juga sependapat, bahwa kegiatan bisnis sesungguhnya juga dapat dijadikan sarana yang baik untuk demokratisasi banyak urusan dalam interaksi antar manusia.

Dengan kata lain, kalau hari ini masih ada organisasi bisnis (dan non-profit) yang masih feodalistis dan proses pengambilan keputusannya sangat tergantung pada kemauan bos semata, maka layak dipertanyakan efektivitas kepemimpinan para pengelolanya.

Symptom masih banyaknya organisasi bisnis yang pemimpinnya belum efektif antara lain dapat kita lihat pada tingkat engagement para karyawan yang sangat rendah dalam menjalankan visi dan misi organisasi. Laporan terakhir Gallup, State of the Global Workplace, 85% pegawai tidak engaged atau secara aktif disengaged di tempat kerja.

Ini dituturkan Jim Harter, Ph.D., Chief Scientist, Workplace Management and Well-Being for Gallup. “Dismal employee disengagement is a sign of global mismanagement.” Konsekuensi ekonomi yang diakibatkan oleh situasi tersebut adalah hilangnya tingkat produktivitas global senilai hampir mencapai $ 7 trilyun.

Kualitas engagement merupakan hasil upaya timbal balik, dari pihak karyawan dan dari para pemimpinnya. Di sinilah proses demokratisasi terjadi. Semua pihak memiliki hak dan kewajiban melibatkan diri lebih dalam, fully engaged, untuk mengembangkan organisasi meraih hasil lebih hebat, eksponensial kalau bisa.

Tantangan fundamental yang kita hadapi adalah, sampai sekarang masih banyak struktur korporasi yang dibangun untuk tahan menghadapi (withstand) resiko dan perubahan. Mereka mengutamakan efisiensi dan predictability.

Menurut John Seely Brown, dikenal sebagai innovation expert dan penulis Institutional Innovation: How to Help Your Organization Learn Faster and Thrive (2014), mereka cenderung menciptakan lingkungan statis – atau minimal pertumbuhan yang terkendali – berdasarkan keyakinan untuk mengurangi resiko.

Para pengelola organisasi yang masuk kategori eksponensial umumnya sependapat. “The biggest risk is not taking any risk,” kata Mark Zuckerberg. Di tengah gelombang perubahan yang sangat dinamis hari-hari ini, menurut mereka, constant experimentation and process iteration are now the only way to reduce risk.

Penggalian ide secara bottom-up, jika disaring secara bijak, akan lebih baik dibandingkan memaksakan gagasan-gagasan top down – ini berlaku untuk industri atau organisasi apa pun.

Kegiatan penggalian gagasan pengembangan organisasi melalui aktivitas inisiatif strategis (strategic initiative) dari tim dapat diandalkan, apalagi jika dilaksanakan dengan spirit keterbukaan menggunakan cara-cara yang updated. Sebagaimana contoh dari organisasi-organisasi yang berhasil menerapkan strategic initiative. Ini merupakan bukti, continuous improvement menjadi kebutuhan, supaya tetap relevan dengan tantangan hari ini.

Inovasi dan akselerasi pertumbuhan secara sehat sebagaimana dilakukan oleh organisasi-organisasi yang siap menjadi ekponensial, dilandasi dua pertanyaan mendasar: 1). Kemana tujuan yang ingin diraih bersama? Obyektifnya jelas, ada clarity. 2). Bagaimana cara mengetahui tahapan kita akan mencapai ke sana? Menggunakan key results untuk memastikan ada progres yang dicapai.

Untuk itu, ada dua cara yang lazim digunakan oleh organisasi-organisasi yang menjadikan mereka hebat.

Pilihannya, 4DX atau Empat Disiplin Eksekusi sebagaimana dikembangkan Chris McChesney, Sean Covey, dan Jim Huling dan sudah memberikan manfaat bagi puluhan ribu organisasi (bisnis dan non-bisnis) di dunia.

Atau, OKR (Objective and Key Results), invented oleh Andy Grove, CEO Intel, kemudian dibawa oleh venture capitalist John Doerr ke Google. Perusahaan-perusahaan dengan pertumbuhan cepat, seperti LinkedIn, Zynga, Oracle, Twitter, dan Facebook juga memanfaatkan OKR.

Kemiripan dari kedua cara tersebut, 4DX atau OKR, adalah penekanan pada fokus, simplicity, siklus feedback yang lebih lekas, dan keterbukaan.

Apa pun pilihan Anda atau mana saja yang fit dengan kebutuhan organisasi yang Anda pimpin untuk menjadi lebih sukses, implementasinya akan berjalan lebih baik jika dikawal oleh program leadership growth Marshall Goldsmith Stakeholder Centered Coaching (MGSCC).

Selain juga menekankan fokus, simplicity, feedback cepat, dan keterbukaan, MGSCC memperkuatnya dengan feedforward dan follow up, untuk memastikan results pengembangan kepemimpinan. Ini membantu para eksekutif dan leaders di setiap organisasi dapat menjadi lebih efektif, sebagaimana sudah proven di puluhan ribu organisasi bisnis dan non-bisnis di dunia selama lebih dari 25 tahun.

 

Mohamad Cholid  adalah Head Coach di Next Stage Consulting

n  Certified Executive Coach at Marshall Goldsmith Stakeholder Centered Coaching

n  Certified Marshall Goldsmith Global Leader of the Future Assessment

Alumnus The International Academy for Leadership, Jerman

(http://id.linkedin.com/in/mohamad-cholid-694b1528)

(www.nextstageconsulting.co.id)  

 

 

 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.