Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Tekno  
Iptek
indonesiana-firno
Firno Ardino
Jumat 09 Februari 2018 03:59 WIB
Dibaca (1424)
Komentar (0)

Determinisme Teknologi dan Teknologi Alternatif?

indonesiana-1773-39369d79d3d5c0cbfa6f040ff0adb2fa1.jpg

Masih teringat jelas dibenak tepat peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang diadakan di kota Makassar. Sungguh beruntung bisa menyaksikan kegiatan itu dengan lebih dekat. Menjelang sore kala itu saya mengunjungi lokasi pameran produk teknologi Nasional.

Inovasi motor listrik yang dihasilkan oleh teman-teman muda mahasiswa dari Surabaya menjadi cerminan sukses bahwa membumikan gagasan hingga dapat dinikmati oleh orang banyak adalah sebentuk kebahagiaan tersendiri untuk membantu sesama. Begitupun dibidang kedokteran, temuan riset DNA yang dikembangkan oleh Prof. dr.  Herawati Sudoyo membantu memperkaya gagasan kita. Selama pembaharuan terus berlangsung ia akan menjadi jejak, menerangi cerita panjang peradaban manusia.

Sejarah pernah berbicara kita punya kualitas dibidang penerbangan. Gagasan pesawat N-250 pada tahun 1995 yang dikembangkan oleh bapak BJ Habibie telah membuktikan itu. Kini gagasan tersebut kembali di perbarui melalui kehadiran Pesawat R-80 dengan alasan inovasi perkembangan zaman.

Di salah satu lokasi stand pameran terdapat inovasi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang cukup menarik. Banyak orang memadati, memperhatikan beberapa persenjataan yang sedang pamerkan. Beberapa orang terlihat mencoba menggunakan senjata. Tanpa disadari waktu telah menuju senja menyambut gelap malam. Kegiatan pameran itu sedikit banyak menyisakan catatan gagasan penting akan masa depan teknologi Indonesia.

Determinisme Teknologi

Teknologi lahir dari sekumpulan gagasan yang dipertautkan satu sama lain. Gagasan itu kemudian akan menjadi produk barang dan jasa sehingga dapat digunakan. Ia akan selalu hadir meski dengan menampilkan wajah-wajah yang baru. Ia menjadi suatu ketidakpastian gagasan yang tak bisa ditebak rupanya. Di sini saya melihat kebimbangannya bahwa gagasan itu sesuatu yang tak bisa dipenjarakan dan inovasi Teknologi satu keharusannya.

Dalam sejarah perkembangan Teknologi, seorang ahli Thornstein Veblen(1920) menamakan ini sebagai “determinisme teknologi”. Ia menganggap bahwa hubungan antara teknologi dan manusia adalah hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain sehingga mempengaruhi nilai budaya dan perubahan sosial. Perubahan yang terjadi pada dibidang Teknologi komunikasi membawa serta perubahan dalam masyarakat bahkan mengubah pola interaksi.

Salah satu perubahan besar yang teranyar terjadi dibidang komunikasi, dengan munculnya internet membantu menghubungkan antar daerah bahkan hingga antar negara. Komunikasi berlangsung begitu mudahnya. Seketika semua terkoneksi dengan cepat tanpa memandang jarak.

Kisah suksesnya berbagai startup semisal Go-Jek, Tokopedia ataupun Bukalapak yang memanfaatkan jejaring internet menjadi beberapa contoh nyata. Perlahan-lahan membuka kran baru dunia bisnis dan menggerakkan roda perekonomian. Startup menjadi fenomena baru tren masa kini yang cukup banyak diminati. Memberikan ruang bagi semua kalangan untuk mendapatkan penghidupan, menyerap tenaga kerja hingga sampai pada kalangan menengah ke bawah.

Namun, perubahan besar yang terjadi dibidang komunikasi informasi khususnya dengan kehadiran internet tak hanya memiliki nilai plus. Tentu kita begitu terpukul dengan fenomena informasi palsu yang di sebar melalui jejaring internet. Sosial media menjadi medium paling banter dipakai menghamparkan berbagai informasi palsu bahkan tidak menutup kemungkinan dapat mengarah pada kondisi disintegrasi nilai-nilai sosial kebangsaan. Untuk menghadapi banjir informasi, senjata paling ampuh yang kita miliki saat ini adalah nalar yang sehat.

Teknologi alternatif

Tak dapat dipungkiri jika kemajuan teknologi masa kini berkembang begitu pesat. Penerapan teknologi baru seringkali mencuatkan berbagai pertanyaan. Banyak produk teknologi yang menghasilkan efek terhadap lingkungan dan sumber daya alam. Meluasnya konsep gagasan tentang efisiensi dan produktifitas teknologi serta peran manusia, melahirkan sebuah gagasan baru. Salah satunya adalah konsep teknologi alternatif.

Teknologi alternatif memanfaatkan aspek-aspek potensi daerah. Selain menjadi sumber daya baru dengan teknologi alternatif kita mampu memberikan efek dan mengurangi ketergantungan terhadap arus sumber daya yang terlampau mapan. Kisah suksesnya seorang Naufal Raziq penemu teknologi listrik dari pohon kendondong menjadi sedikit angin segar ditengah keringnya gagasan teknologi yang melanda generasi kini. Dalam bentuk sederhana kemajuan teknologi dapat dihasilkan dengan pengembangan metode lama ataupun penemuan metode baru.

Konsumsi energi (minyak bumi dan gas) yang terlampau tinggi sulit untuk dihindari sebab pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Penerapan teknologi alternatif dengan melihat potensi daerah tentu menjadi catatan penting.

Dibidang energi, kita diperhadapkan krisis energi fosil. Dunia sedang bergerak ke arah green energi. Bukan karena minyak bumi habis, jumlah minyak akan tetap konstan. Hanya saja ada suatu saat, negara tidak akan mampu lagi memproduksi minyak. Olehnya itu agar kita bisa tetap memanfaatkan minyak dibumi mesti ada teknologi yang mendukung itu. Bagaimana menjawab ini? Saya tak begitu kuat menerjemahkan ini.

Perubahan adalah sesuatu yang pasti dan teknologi selalu akan hadir mengiringi disela-sela perubahan itu. Kemajuan teknologi akan menjadi konsekuensi yang sulit untuk dihindarkan. Gagasan dan memberikan solusi taktis mesti dilakukan dengan cepat meski masa depan selalu menjadi tanda tanya.

Dari pinggiran pantai Losari, tak lama kemudian angin berhembus lembut. Dingin seketika menusuk hingga menembus tulang-tulang. Saya lalu bergegas tancap gas, malam kian larut. Saya merasa ada energi positif merasuk di dalam diri dan tak ingin melewatkan gagasan yang terlintas. Saya masih terlalu muda untuk membunuh mimpi indah ini. Barangkali di depan sana ada secercah cahaya terang.

Makassar, Februari 2018

 

Firno Ardino

Direktur Eksekutif

Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI)

HMI Cabang Makassar Timur

 

 

*(Image dari HDwallpapersonly.com - kota metropolis perkembangan teknologi Dunia)

 

                                                                                   

 

 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.