Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Tekno  
Sains
indonesiana-tempoid-default
Dian Basuki 
Senin 12 Februari 2018 13:02 WIB
Dibaca (1519)
Komentar (0)

Jabir, Peletak Metode Eksperimen Kimia

indonesiana-Jabir_ibn_Hayyan.jpg

 

Bila Abu Ali al-Hasan ibn al-Haytham dikenal sebagai peletak dasar metode eksperimentasi di bidang fisika, nama Abu Musa Jabir ibn Hayyan dipandang sebagai peletak dasar metode eksperimentasi di bidang kimia. Prinsip penting ibn Hayyan yang diakui sebagai terobosan dalam metode keilmuan ialah bahwa ‘suatu eksperimen kimia harus dapat diproduksi ulang’. Dengan demikian, siapapun yang bermaksud menguji hasil eksperimen orang lain, ia dapat mengulangi eksperimen yang sudah dilakukan orang lain tersebut.

Pentingnya sifat reproduksi eksperimen ini dinyatakan oleh ibn Hayyan dalam kata-katanya yang terkenal: “Hal penting pertama dalam kimia adalah Anda harus melakukan pekerjaan praktis dan melakukan eksperimen, sebab dia yang tidak melakukan pekerjaan praktis atau tidak melakukan eksperimen tidak akan pernah mencapai tingkat penguasaan minimal (di bidang ini).”

Bagi ibn Hayyan, yang diperkirakan lahir pada 721 Masehi dan hidup di Baghdad pada masa kekhalifahan Harun al-Rasyid, eksperimen adalah jalan untuk memperoleh pengetahuan sejati mengenai sesuatu. Ia bahkan mengungkapkan perasaan yang memperlihatkan antusiasmenya pada eksperimen. “Ilmuwan tidak menyukai berlimpahnya materi,” kata ibn Hayyan, “mereka hanya bersuka cita dalam keunggulan metode eksperimental mereka.”

Semangatnya yang tinggi pada aktivitas eksperimen membuka jalan bagi ibn Hayyan untuk memberi kontribusi penting bagi perkembangan sains kimia. Pertama, ibn Hayyan mengembangkan metode eksperimen kimia secara sistematis. Kedua, ibn Hayyan memperbaiki proses-proses kimiawi, antara lain kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi, pemurnian, penyaringan, maupun penguapan. Ketiga, ibn Hayyan merancang peralatan atau instrumen yang diperlukan untuk aktivitas eksperimen. Keempat, melalui eksperimen ibn Hayyan menemukan sejumlah zat atau senyawa, seperti asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, dan asam asetat.

Sebagai ‘manusia eksperimental’, ibn Hayyan menerapkan pengetahuan dan ketrampilan kimiawinya untuk hal-hal yang praktis. Ia menemukan larutan aqua regia yang dapat digunakan untuk melarutkan emas. Ia juga mengembangkan cara untuk mencegah terjadinya korosi atau pengkaratan. Ibn Hayyan pula yang memanfaatkan mangan dioksida dalam pembuatan gelas kaca. Ibn Hayyan memanaskan cairan angguran dan menemukan adanya gas yang mudah terbakar, dan penemuan ini membuka jalan bagi al-Razi untuk menemukan etanol.

Sebagai ilmuwan, ibn Hayyan menaruh minat yang luas seperti astronomi, ilmu bumi, fisika, filsafat, maupun kesehatan, namun kontribusi terbaiknya dianggap ada di bidang kimia. Jabir ibn Hayyan, yang di dunia Barat dikenal sebagai Geber, dianggap sebagai perintis hukum perbandingan tetap, yang di masa modern dikenal sebagai Hukum Proust—diambil dari nama Joseph Proust, ilmuwan Prancis. Ibn Hayyan mengatakan: “Kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi.” Sedangkan Hukum Proust menyebutkan: “Suatu senyawa kimia terdiri dari unsur-unsur dengan perbandingan massa yang selalu sama.”

Sebagai ilmuwan, Jabir ibn Hayyan juga penulis yang produktif. Ia melahirkan karya-karya berbobot yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Inggris, antara lain Al-Khawass al-Kabir atau Great Book of Chemical Properties yang membahas sifat-sifat kimia. Ibn Hayyan membahas berat dan ukuran dalam kitab Al-Mawazin dan persenyawaan kimia dalam Al-Mizaj. Karyanya yang mashur antara lain Kitab al-Kimya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai The Book of the Composition of Alchemy oleh Robert dari Chester (1144). Karyanya yang lain diterjemahkan sebagai Dix Traités d’Alchimie  (Sepuluh Risalah Kimia). Sejumlah istilah yang sering dipakai Jabir ibn Hayyan, seperti alkali, telah jadi bagian dari kosakata di kimia. **




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.