Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Politik
indonesiana-Paber Colombus
Paber Colombus Simamora
Jumat 23 Februari 2018 13:38 WIB
Dibaca (2677)
Komentar (0)

Mengenal Sainte Lague

indonesiana-002.JPG

Mengenal SAINTE LAGUE

Sistem perhitungan dan  penetapan jumlah kursi Partai Politik Peserta Pemilu 2019.

Undang undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang  Pemilu  baru saja disahkan oleh Pemerintah melalui  Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Undang undang tersebut berlaku efektif sejak  diundangkan pada bulan Agustus 2017 , sebagai Regulasi yang menggabungkan Tiga UU sebelumnya yaitu UU tentang Penyelenggara Pemilu, UU tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD serta UU tentang Pemilihan Presiden , Undang undang Nomor 7 Tahun 2017 ini mengakomodir keseluruhan Penyelenggaraan Pemilu di Tahun 2019, ada beberapa hal yang berubah seperti Jumlah anggota DPR RI menjadi 575 kursi, Jumlah Kursi di DPRD Provinsi dan Kabupaten/ Kota juga bertambah berdasarkan populasinya, juga perubahan jumlah anggota KPU di Provinsi dan  Kabupaten/Kota, status Bawaslu di Kabupaten/Kota menjadi permanen dan perubahan-perubahan lainnya.

 Pada pasal 420 disebutkan tentang aturan penetapan perolehan kursi tiap partai politik, adapun sistem ini adalah mempergunakan  metode “Sainte Lague”,  Model Sainta Lague ini tidak eksplisit disebutkan dalam UU No 7 Tahun 2017,  metode ini  ditemukan oleh seorang ahli Matematika dari Pancis bernama Andre Sainte- Lague tahun 1910. Selama ini  Indonesia memakai sistem Kuota mulai dari UU 27 Tahun 1948 sampai dengan UU 8 Tahun 2012, yang berbeda adalah Frasa/sebutannya saja.

Pada Pemilu sebelumnya, kita mengenal sistem Kuota dimana penentuan kursi dilakukan dengan mencari terlebih dahulu Bilangan Pemilih Pembagi (BPP) dari  Jumlah suara sah dibagi dengan jumlah kursi yang tersedia, kemudia tiap partai politik yang mendapatkan angka BPP otomatis mendapatkan kursinya, dan sisa kursi yang tersedia akan ditentukan dengan ranking/ perolehan suara terbanyak tiap Partai Politik.

Pada Pemilu 2019, kita akan diperkenalkan dengan sistem yang baru sebagaimana diatur pada pasal 420 UU No. 7 Tahun 2017.

 Penetapan perolehan jumlah kursi tiap Partai Politik Peserta Pemilu di suatu daerah pemilihan dilakukan dengan ketentuan:

a. penetapan jumlah suara sah setiap Partai Politik Peserta

Pemilu di daerah pemilihan sebagai suara sah setiap partai

politik.

b. membagi suara sah setiap Partai Politik Peserta Pemilu

sebagaimana dimaksud pada" huruf a dengan bilangan

pembagi 1 dan diikuti secara berurutan oleh bilangan

ganjil 3;5;7; dan seterusnya.

c. hasil pembagian sebagaimana dimaksud pada huruf b

diurutkan berdasarkan jumlah nilai terbanyak. :

d. nilai terbanyak pertama mendapat kursi pertama, nilai

terbanyak kedua mendapat kursi kedua, nilai terbanyak

ketiga mendapat kursi ketiga, dan seterusnya sampai jumlah

kursi di daerah pemilihan habis terbagi. 

                                                                                                                                                

 Suara sah tiap partai politik dibagi dengan bilangan pembagi ganjil 1,3,5,7,dst, kemudian setiap pembagian akan ditentukan peringkat berdasarkan nilai terbanyak, jumlah kursi akan ditentukan berdasarkan peringkat, jika pada suatu daerah pemilihan terdapat alokasi 5 kursi, maka peringkat 1 sampai dengan 5 akan mendapatkan kursi pada daerah pemilihan tersebut.

Sebagai contoh, model perhitungan dengan cara ini akan disimulasikan pada Hasil Pemilihan Umum DPRD kabupaten Tahun 2014 di Daerah Pemilihan I Kabupaten Humbang Hasundutan.

 

Perhitungan  hasil Pemilu legislatif 2014 dengan cara "Sainte Lague"

 

Daerah Pemilihan I Kabupaten Humbang Hasundutan

 

Parpol

Perolehan Suara

Perolehan Suara dibagi dengan :

1

 

3

 

5

 

7

 

Nasdem

5,446

5,446.0

4

1,815.3

14

1,089.2

 

778.0

 

PKB

3,174

3,174.0

7

1,058.0

 

634.8

 

453.4

 

PKS

936

936.0

 

312.0

 

187.2

 

133.7

 

PDIP

3,554

3,554.0

6

1,184.7

 

710.8

 

507.7

 

Golkar

12,492

12,492.0

1

4,164.0

5

2,498.4

10

1,784.6

15

Gerindra

7,585

7,585.0

2

2,528.3

9

1,517.0

 

1,083.6

 

Demokrat

2,701

2,701.0

8

900.3

 

540.2

 

385.9

 

PAN

1,979

1,979.0

12

659.7

 

395.8

 

282.7

 

PPP

25

25.0

 

8.3

 

5.0

 

3.6

 

Hanura

7,122

7,122.0

3

2,374.0

11

1,424.4

 

1,017.4

 

PBB

169

169.0

 

56.3

 

33.8

 

24.1

 

PKPI

1,846

1,846.0

13

615.3

 

369.2

 

263.7

 

Jumlah DPRD dari Dapil 1 adalah sebanyak 12 kursi, jika jumlah kursi hanya 10, Golkar

tetap berhak atas 3 kursi dan jika jumlah kursi ditambah menjadi 15, Golkar menjadi 4 kursi.

  • ·          Angka yang dicetak tebal menunjukkan peringkat/nilai terbanyak setiap partai politik.

Dari hasil simulasi untuk Pemilu 2014 di Humbang Hasundutan dimana terdapat alokasi kursi sebanyak 12, maka perolehan kursi berturut-turut berdasarkan peringkat nilai terbanyak adalah 1.GOLKAR 2. GERINDRA 3. HANURA 4. NASDEM 5.GOLKAR  6.PDIP  7.PKB  8.DEMOKRAT 9.GERINDRA  10.GOLKAR  11.HANURA  12. PAN

Berbicara dari sisi efektifitas dan juga estetika saat rekapitulasi, dibandingkan dengan sistem Kuota/BPP, model sainta lague lebih representatif jika digunakan pada saat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara, hasil perolehan suara tiap partai akan terbagi otomatis dan didapatkan peringkat / urutan tertinggi sampai terendah tanpa melakukan perhitungan untuk mencari BPP. Jika hasil ditampilkan pada slide, maka hasil akan langsung terlihat secara otomatis oleh para peserta dengan mempergunakan aplikasi yang tersedia pada MS Office.

Doloksanggul, 22 Agustus 2017




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.