Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Politik
indonesiana-tempoid-default
Firdaus  Cahyadi
Senin 30 April 2018 12:45 WIB
Dibaca (1292)
Komentar (0)

Jangan Takut, #2019LawanFasis

indonesiana-tidak_takut.jpg

Fasisme nampaknya mulai mengintip di tahun 2019. Kejadian pelecehan perempuan dan anak di acara Car Free Day (CFD) pada akhir April ini salah satu petunjuknya. 

Salah satu ciri fasisme adalah massa tak boleh mempunyai identitas yang beragam dan wajib seragam. Lihatlah apa yang terjadi di acara CFD itu. Seorang ibu dan anaknya, yang memakai baju yang berbeda dengan gerombolan orang dengan kaos #2019GantiPresiden, diintimidasi dan dilecehkan sedemikian rupa.

Pesan dari intimidasi dan pelecehan itu adalah, orang lain harus memiliki pandangan politik yang sama dengan gerombolannya. Jika tidak sama, maka orang itu seperti 'halal' untuk dilecehkan dan diintimidasi.

Kejadian di CFD itu mengingatkan kita pada rejim fasis Orde Baru yang berkuasa selama 32 tahun. Rejim yang tidak segan-segan membunuh, menculik dan memenjarakan rakyat tanpa proses pengadilan, bila mereka bersuara berbeda dengan kekuasaan.

Apakah kita ingin kembali ke era rejim fasis itu berkuasa? Tentu tidak. Sudah cukup 32 tahun, negeri ini dalam era jahiliyah, era kegelapan. Terkait dengan itulah, bibit-bibit fasisme harus dilawan. Perhelatan pilpres 2019, bila kita tidak waspada, rejim fasisme bukan lagi ancaman tapi bisa jadi benar-benar sudah berkuasa. Jika itu terjadi, kita akan kembali hidup di era kegelapan. Era yang mengharamkan perbedaan. 

Silahkan saja bila ada kelompok yang berkampanye #2019GantiPresiden. Itu hak mereka di era demokrasi. Tapi bila ada sebagian gerombolan yang mengatasnamakan #2019GantiPresiden itu mengintimidasi dan melecehkan pihak lain yang memiliki pandangan berbeda, itu sudah merupakan tindakan fasis.

Tak penting siapa presiden yang terpilih di 2019. Tak penting pula apakah presidennya ganti atau tidak. Tapi yang terpenting adalah jangan sampai kaum fasis berkuasa di 2019. Jika kaum fasis sudah berkuasa, mereka tidak hanya menjarah kekayaan alam negeri ini, tapi juga berak di atas kepala kita, seraya memaksa kita untuk bilang, "Terimakasih Tuan."

Menebarkan ketakutan adalah cara kaum fasis untuk menundukan rakyat. Mulut dibungkam agar dusta kaum fasis berkuasa. Dan itu yang coba dilakukan di acara CFD Jakarta akhir bulan April ini. Salah satu cara melawannya ya, kita harus berani melawan mereka. Keberanian itu yang akan mengacaukan mimpi kaum fasis untuk berkuasa kembali di negeri ini. 

 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.