Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Nasional
indonesiana-jubir
Jubir Darsun
Selasa 08 Mei 2018 16:23 WIB
Dibaca (1552)
Komentar (0)

Ramai-Ramai Gugat Amin Rais

indonesiana-amin-rais-Reformasi.jpg

Amin Rais tiba-tiba di gugat tentang peran dan ketokohannya sebagai lokomotif penggerak Reformasi 1998. Adalah Sri Bintang Pamungkas dan anggota Komisi III DPR RI, Desmon J Mahesa menyasar mantan Ketua MPR RI tersebut dengan 'peluru' penghianat dan pecundang Reformasi. Dalam analisa yang sederhana, serangan ini dimaksud agar kredibilitas Amin Rais di mata publik jatuh hingga Amin tidak lagi punya legitimasi moral untuk kritis pada tiap permasalahan bangsa.

Tak jelas message yang ingin disampaikan Sri Bintang dengan menyebut Amin Rais sebagai Penghianat Reformasi selain karena kecemburuan personal, kalah pamor. sebagai sesama anak bangsa yang sama-sama keras menolak Jokowi dan 'sepak terjang cina di republik, nyatanya, suara Amin Rais berdengung lebih keras dalam nalar dan emosi publik, selalu menjadi hot issue.

Sebagai mantan ketua Umum Partai, karir Amin Rais lebih moncer ketimbang Sri Bintang. Baik Amin Rais maupun Sri Bintang pernah mendirikan partai Politik sebagai kendaraan menuju panggung nasional. Amin Mendirikan Partai Amanat Nasional tahun 1998 selepas melengserkan Soeharto, sedang Sri Bintang mendirikan Partai Uni Demokrasi Indonesia dua tahun sebelumnya.

lagi-lagi, Partai besutan Amin Rais unggul jauh. Pada pemilu tahun 1999, PAN memperoleh 7.528.956 suara sedang Partai PUDI yang dipimpin Sri Bintang hanya memperoleh 140.980 suara. Perbedaan perolehan yang mencolok tersebut menegaskan ketokohan Amin Rais unggul jauh. apalagi pada Pemilu 2004, Amin Rais juga maju sebagai Calon Presiden. 

Sebagai anggota DPR RI yang di duga ikut mencicipi uang korupsi Proyek Simulator SIM, Desmon J Mahesa yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Gerindra dikabarkan bersilang sengketa dengan Wakil Ketua DPR, Fadli Zhon mengenai penentuan Calon Presiden dari Partai Gerindra. Sebagai the man behind Prabowo, baik Fadli Zhon maupun desmon J Mahesa bersikukuh mencalonkan kandidatnya masing-masing. Fadli Zhon optimis menyorongkan prabowo sebagai Calon Presiden, sedangkan Desmon J Mahesa menyorongkan nama Gatot Nurmanto.

sebagai lapis inti, baik Fadli Zhon maupun Desmon berebut pengaruh dihadapan Prabowo terkait kebijakan partai terutama penentuan Calon Presiden. friksi antar keduanya menyentuh telinga publik. Walaupun sesama mantan aktivis, jam terbang Fadli Zhon jauh melebihi desmon. karena itu, tak mengherankan dalam ruang diskusi-diskusi dan pertemuan-pertemuan lintas elite partai dalam menjajaki koalisi Pilpres, representasi Gerindra dan Prabowo lebih dimiliki oleh Fadli Zhon ketimband Desmon. tingkat keterimaan elite, khususnya Amin Rais sebagai representasi PAN lebih condong memilih Fadli Zhon sebagai partner diskusi dalam pertemuan membicarakan koalisi antara PAN dan Gerindra terkait Pilpres.

karena itu, tak mengherankan, pernyataan ngawur desmon yang mengkambing hitamkan Amin Rais terkait Amandemen UUD Negara RI 1945 lebih sebagai kekesalan pribadi ketimbang pernyataan yang mengedukasi. Amandemen UUD Negara RI 1945 adalah konsensus bersama seluruh komponen bangsa yang menginginkan perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara pasca kejatuhan rezim Orde Baru. 

 

 

 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.