Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

indonesiana-dodik suwarno
Dodik Suwarno 
Senin 14 Mei 2018 19:22 WIB
Dibaca (461)
Komentar (0)

Proteksi Dini Lewat Koordinasi Lintas Institusi

indonesiana-IMG-20180514-WA0066.jpg

Kediri. Merespon tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Koramil jajaran Kodim Kediri mulai bergerak untuk merangkul semua komponen masyarakat dalam satu visi menghadapi aksi terorisme. Sebagaimana yang dilakukan Koramil 15/Kandangan maupun Koramil 20/Ngancar, koordinasi lintas institusi yang melibatkan seluruh perangkat desa maupun Polsek setempat, menanggapi apa yang sudah terjadi di Surabaya ,tidak terulang kembali, senin (14/05/2018)

 

Di balai Kecamatan Kandangan, Danramil Kandangan Kapten Czi Kustoyo, Kapolsek Kandangan AKP Eka Purnama dan Camat Kandangan Sunar Utomo bersama Kepala Desa se-Kecamatan Kandangan menyuarakan satu kesepakatan untuk memproteksi desanya dengan pendataan ulang, orang-orang yang diduga pernah bepergian ke negara-negara konflik, terutama timur tengah. Disamping itu, pendataan ulang juga diberlakukan kepada warga yang baru saja bertempat tinggal di Kecamatan Kandangan.

 

“Semua warga harus didata ulang, bila ada warga yang kebetulan punya track record, dalam artian terarah kepada kecurigaan, Ketua RT atau RW bisa langsung laporkan hal itu ke Babinsa atau Babinkamtibmas setempat. Ketua RT dan RW harus saling komunikasi dengan Kepala Desa, agar data yang dimaksud tidak sekedar tertulis tanpa tindaklanjut,” tegas Kapten Czi Kustoyo.

 

Mengenai kecurigaan terhadap seseorang, menurutnya memang sangat diperlukan , tetapi tidak boleh berlebihan apalagi sampai mengarah pada fitnah. Ia berharap semua perlu kejelian dalam menyikapi kemungkinan atau dugaan warga tersebut terindikasi maupun tidak sama sekali.

 

Ditempat terpisah atau tepatnya di balai kantor Kecamatan Ngancar, Danramil Ngancar Kapten Czi Martono, Kapolsek Ngancar AKP Hadi Purnomo dan Camat Ngancar Arif Gunawan, juga melakukan rapat koordinasi terkait aksi teror di Surabaya. Rapat koordinasi ini juga melibatkan seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Ngancar dan dari kesepakatan bersama, semua Kepala Desa akan mengupayakan menghidupkan lagi poskamling yang ada di desanya masing-masing.

 

“Terkait bulan Ramadhan mendatang, harus ada pengamanan lebih, khususnya tempat-tempat yang mengundang masyarakat ataupun tempat berkerumun. Selain itu, poskamling juga harus diupayakan dihidupkan lagi, setidak 2 atau 3 orang berada disekitarnya. Bila ada orang yang tidak dikenal dan terlihat mencurigakan, langsung kontak Babinsa maupun Babinkamtibmas setempat,” ujar Kapten Czi Martono.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.