Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Nasional
indonesiana-tempoid-default
Rahman 
Jumat 01 Juni 2018 11:10 WIB
Dibaca (1020)
Komentar (0)

Netral, Tapi Tidak Buta Politik

indonesiana-Netral.jpg

TNI jangan sampai buta politik terkait dengan tugas utamanya sebagai pertahanan   negara. Dengan dalih jangan sampai terlibat politik praktis lalu TNI seolah-olah ada  upaya menjauhkan TNI dari hingar bingar politik. Politik yang wajib diketahui TNI adalah politik kebijakan negara yang sejalan dengan pemerintah  dan  membelah kepantingan bangsa dan negara  serta  berdiri diatas semua golongan.  

TNI  bisa tampil demokratis namun harus tetap tegas. TNI tetap harus turun tangan kalau negara terancam, baik ancaman dari dalam maupun dari luar. Sebab peran penting TNI berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas  pertahanan negara, khususnya ancaman baik ditingkat   domestik maupun nasional  sangat dibutuhkan dalam menanggulangi ancaman kedaulatan pertahanan negara.

Dihadapkan dengan menjelang Pilkada dan Pilpres 2018 dan 2019 wajib hukumnya   TNI harus berposisi netral. Netralitas itu penting. Ini merupakan penekanan Panglima TNI, jangan melibatkan diri atau terlibat kegiatan politik praktis, karena itu dilarang. Hebatnya TNI AD karena perintah itu datang dari atas maka para Panglima Kotama atau Kodam hingga samapai tingkat terbawa akan sampai dan wajib disampaikan kepada pimpinan satuannya.

Hal tersebut dapat kita lihat sebagaimana yang telah dipublikasikan oleh web site tniad beberapa waktu yang lalu   Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin, S.H., S.I.P, M.H.,  menekankan kepada  ratusan prajruit TNI dan anggota Persit KCK Kodim 0102/Pidie di Makodim Pidie, Rabu (30/5/2018), dalam rangkaian kunjungan kerja Pangdam IM ke satuan jajaran wilayah Korem 011/Lilawangsa,

Penekanan tesebut disampaikan  Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin, mengingat pelaksanaan pesta demokrasi Pilkada Kabupaten Pidie Jaya yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Selain itu, Panglima Kodam juga memerintahkan prajurit jajarannya, khususnya Kodim 0102/Pidie, harus netral dengan tidak memihak, mempengaruhi, atau memberi bantuan apapun, baik secara perorangan maupun satuan kepada kontestan Pilkada.

Komitmen Kodam IM untuk menyukseskan pelaksanaan Pilkada yang aman, nyaman, damai, dan tertib, selaras dengan harapan semua masyarakat Aceh.  Untuk mewujudkannya, TNI harus bersinergi dengan aparat kepolisian, dalam menjamin keamanan dan kesuksesan pelaksanaan Pilkada. Selanjutnya, dihadapan ratusan prajurit dan Persit, Pangdam IM mengingatkan bahwa sebagai prajurit jangan arogam terhadap masyarakat, jangan ugal- ugalan saat berkendara, jaga kesehatan dengan cara olah raga dengan teratur, dan jangan stres agar penyakit tidak mudah datang.

Oleh karenanya kita berharap kedepan nanti agar    TNI lebih memperkuat konsolidasi kedalam.  TNI sebagai pertahanan negara yang tidak boleh terlibat politik praktis. Seperti membantu salah satu kontestan untuk mebolisir masyarakat dan menggunakan fasilitas militer dalam kampanye. Dalam menghadapi tahun politik 2018 dan 2019 mampu   mengantisipasi hal-hal yang kita tidak harapkan.  Karena TNI harus menjaga integritas bangsa agar  tidak tercebur dalam politik praktis. Tapi tidak boleh juga TNI buta terhadap politik. 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.