Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

indonesiana-syarifuddin
Syarifuddin Abdullah
Minggu 03 Juni 2018 13:47 WIB
Dibaca (733)
Komentar (0)

Sakti

indonesiana-2018-06-01_Sakti.jpg

Seorang temannya-teman, tiba-tiba sesumbar bercerita dengan angkuh tentang kejagoannya di depan saya. Dia ingin memberikan kesan bahwa dia seorang jagoan yang sakti.

Setelah bercerita panjang lebar tentang perjalanan “karir kesaktiannya”, dengan enteng saya bertanya ke dia yang angkuh itu: “Bapak sudah pernah membunuh orang?”

“Belum pernah membunuh orang”, jawabnya.

Saya bertanya lagi, “Sudah pernah terlibat pertarungan serius melawan seseorang dengan tangan kosong, atau dengan tangan berisi?”

“Belum pernah juga” jawabnya.

Terus jagomu dan saktimu itu di mana? Dan dia merasa malu hati sendiri.

Saya coba mengimbangi malunya dengan mengatakan begini:

Orang yang tidak pernah terlibat pertarungan, jika dikaitkan dengan soal keberanian, ada tiga kemungkinan: (a) bisa jadi karana memang ia penakut; (b) karena saking jagonya, sehingga tidak ada lawannya, makanya nggak pernah bertarung atau berkelahi. Seng ada lawannya; atau (c) karena dia orang baik, dan tidak pernah menemukan alasan yang membuatnya merasa penting untuk bertarung atau berkelahi.

Sebaliknya, orang yang sering berkelahi, justru menunjukkan masih banyak lawannya. Belum jago, dan pasti nggak sakti.

Syarifuddin Abdullah | 01 Juni 2018 / 16 Ramadhan 1439H




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.