Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Metro  
Metro
indonesiana-tempoid-default
Syarifudin Yunus
Dosen & Pemerhati Pendidikan Bahasa. Pengurus Asosiasi DPLK Indonesia. Ketua Ikatan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA BINDO) FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), & Wasekjen 1 IKA UNJ. Penulis & Editor dari 22 buku, diantaranya: JURNALISTIK TERAPAN, Kompetensi Menulis Kreatif, Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis", dan "Bahasa di Panggung Politik; Antara Kasta dan Nista". Owner & Education Specialist GEMA DIDAKTIKA. Salam ciamikk ...
Rabu 05 September 2018 11:55 WIB
Dibaca (250)
Komentar (0)

Akibat Jarang Ngopi Bareng, Jenazahnya Gak Bisa Ngobrol

SEMASA HIDUP JARANG NGOPI BARENG. JENAZAH GAK BISA DIAJAK NGOBROL.

Kaget, membaca judul itu di cover suatu majalah. Kenapa bisa begitu? Semuanya sudah terlambat. Kalo udah meninggal dunia, tentu gak bisa ngopi lagi.

 

Ngopi bareng-lah dulu.

Gak masalah dollar mau tembus ke berapapun. Gak problem bila kita ingin ganti pemimpin. Gak masalah beda pendapat, beda pilihan. Asal kita semua jangan lupa ngopi dulu, ngopi barenglah dulu. Agar semua tetap rileks. Karena selagi masih ada dan bisa ngopi, gak ada hal dalam hidup ini yang buruk-buruk banget. 

 

Ngopi bareng-lah dulu. Biar kita lebih sehat, biar kita tetap optimis menapaki hari. Bukankah semuanya semua sudah digariskan Ilahi Rabbi. Gak usah terlalu ngotot untuk berkuasa. Bila pada akhirnya kecewa. Gak usah terlalu cinta pada siapapun atau apapun. Bila nanti berakhir duka. Jangan pula terlalu benci bila akhirnya itu baik untuk kita. Jadi, ngopilah dulu.

 

Mau berkuasa boleh. Mau menang silakan. Memang banyak orang yang mengejarnya. Tapi kita sering lupa, kuasa dan menang itu kadang penuh dengan kebohongan. Kekuasaan itu omong kosong. Kemenangan pun kamuflase. Tapi biarlah, mereka mau bilang apa tentang kekuasaan dan kemenangan. Sah-sah saja, dan memang itu urusan mereka. Asal jangan, ingin “menguasai tanpa mau dikuasai”. Asal jangan pengen menang tapi gak mampu terima kekalahan.

 

Ngopi bareng yuk.

Karena di secangkir kopi. Selalu ada rasa pahit ada manis. Seperti hidup, selalu ada di dua kutub; baik atau jelek, suka atau tidak, senang atau benci. Tapi di secangkir kopi, pahit dan manis selalu bisa “menyatu” dan memberi kehangatan. Hebatnya lagi, kopi gak bakal memabukkan.

 

Bila hari ini ada kejujuran. Itu pasti di kedai kopi. Karena mereka yang “ngopi bareng” selalu apa adanya, bicara yang seharusnya. Kaum penikmat kopi gak bisa merekayasa, gak bisa berkamuflase. Biar berseberangan, ngopi bareng selalu bikin kangen kehangatan. Ketika ngopi bareng, kita gak butuh menang atau kalah. Bisa rileks, sambil nyeruput sebatang rokok itu sudah cukup.

 

Jadi, ngopi bareng-lah dulu.

Jangan sampai seperti di cover majalah itu. “Semasa hidup jarang ngopi bareng. Jenazahnya gak bisa diajak ngobrol”. Sungguh ada benarnya. Karena kaum penikmat kopi selalu ngobrol dan terbuka bicara apa saja.

 

Gak usah terlalu serius. Biasa-biasa saja. 

Ngopi bareng-lah dulu. Karena ngopi, bikin hidup kita terasa lebih ringan dan menyenangkan. 

 

Ngopilah dulu,  maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang kamu dustakan?… ciamikk #TGS #NgopiBareng 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.