Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

indonesiana-syarifuddin
Syarifuddin Abdullah
Jumat 07 September 2018 10:21 WIB
Dibaca (899)
Komentar (0)

Takziyah: Alim Bahri, Alumnus Pesantren IMMIM 1985

indonesiana-2018-09-07_Alim_Bahri.jpg

Sungguh, keabadian adalah milik Allah swt semata. Selain-Nya, pada akhirnya akan menuju fana.
 
Pada hari ini, Jumat, 07 September 2018, kami para alumni Pesantren IMMIM Putra, KM 10 Makassar, dan Pesantren IMMIM Putri, Minasate’ne, Pangkep, khususnya alumni Delima (1979-1985), kembali kehilangan seorang sahabat yang kami muliakan: al-akh (saudara) ALIM BAHRI DAENG BUNGA.
 
Saya mendapatkan kabar duka melalui teman-teman anggota Delima (baca The Fifth, merujuk ke angkatan kelima: 1979-1985) bahwa Alim Bahri wafat pada Jumat subuh sekitar pukul 04.00 WIB, akibat komplikasi Diabet yang sudah akut dan sudah cukup lama dideritanya.
 
Ketika artikel takziyah ini diolah, Jenazah masih disemayamkan di rumah duka di kawasan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Sulsel. Almarhum sebenarnya berdomisili di Jeneponto.
 
Sekedar mendaur ulang memori kehidupan pada akhir 1970-an sampai medio 1980-an, karena seangkatan, beberapa kali saya pernah sekamar dengan almarhum waktu masih mondok di IMMIM Putra. Dan seingat saya, almarhum termasuk santri yang tingkat disiplinnya di atas rata-rata. Tidak pernah “lari” dari pondok. Seingat saya, almarhum juga kayaknya tidak pernah dihukum gundul (salah satu indikator pelanggaran disiplin berat).
 
Soal bangun subuh, almarhum nyaris tanpa cacat. Beliau sering membangunkan saya (maklum, saya kategorinya berdisiplin di bawah rata-rata).
 
Almarhum juga dikenal sebagai santri yang dari sono-nya sudah amat santun dalam bertutur dan berperilaku. Sangat peduli menjaga marwah dirinya di depan siapapun. Mungkin karena dalam dirinya memang mengalir percikan darah keningratan Gowa (salah satu garis keningratan paling genuine di Sulsel).
 
Selama tiga tahun terakhir (2016-2018), saya cukup sering ke Makassar, dan sungguh sangat disayangkan, saya tidak pernah bertemu langsung dengan almarhum. Saya hanya mendengar kabar almarhum dari teman-teman alumni Delima.
 
Dan ada sebuah catatan yang kayaknya layak dicermati sesama anggota Delima: mulai hari ini dan seterusnya, saya mempersiapkan diri untuk saban tahun, kadang sampai dua kali, menulis artikel takziyah untuk anggota Delima. Dan ini normal saja. Sebab alumni Delima (1979-1985), rata-rata kelahiran 1965, 1966, 1967. Artinya, semuanya kini sudah berusia kepala lima (Siap-siap ma qi di...!!!)
 
Menurut catatan beberapa teman Delima, sejauh ini, anggota Delima yang sudah “mendahului” sudah 7 orang: Idam Zainuddin (Majene); Syarifada (Pare-pare); Syukur Syah (Palopo); Sahabuddin (Makassar); Ahmad Asri; Muhlis (Palopo) dan hari ini Alim Bahri (Gowa).*)
 
Terkait ini, saya ingin mengutip penggalan doa yang lazim dibaca ketika menziarahi atau melewati kuburan: ...wa inna bikumullahikun (bahwa kami semua, pada akhirnya, akan menyusulmu).
 
Bagi teman-teman alumni IMMIM, khususnya IAPIM Delima, jika sempat, agar berkenan melayat langsung almarhum. Bagi yang tidak sempat, karena satu dan lain hal, mohon berkenan meluangkan waktu untuk menunaikan shalat gaib untuk almahum Alim Bahri.
 
Melalui artikel takziyah ini, saya bersaksi bahwa almarhum adalah orang baik; Berdoa tulus semoga almarhum mendapatkan limpahan rahmat Allah swt; Keluarga yang ditinggalkan dikarunia kesabaran dan ketulusan melepas kepergian almarhum.
 
Syarifuddin Abdullah | 07 September 2018/ 26 Dzul-hijjah 1439H
---------------------
IAPIM: Ikatan Alumni Pesantren IMMIM
 
Sumber foto: arsip pribadi.
 
*) setelah artikel ini terupload, beberapa teman menginfomasikan, anggota Delima yang telah mendahului sudah lebih dari 7 orang, yaitu: Idam Zainuddin (Majene); Syarifada (Pare-pare); Syukur Syah (Palopo); Sahabuddin (Makassar); Ahmad Asri; Tabrani (Kendari); Rahmat Murad (Polmas) Muhlis (Palopo) dan Alim Bahri (Gowa).




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.