Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Nasional
indonesiana-tempoid-default
Syarifudin Yunus
Dosen & Pemerhati Pendidikan Bahasa. Pengurus Asosiasi DPLK Indonesia. Ketua Ikatan Alumni Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA BINDO) FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Wakil Ketua IKA FBS UNJ (2017-sekarang), & Wasekjen 1 IKA UNJ. Penulis & Editor dari 22 buku, diantaranya: JURNALISTIK TERAPAN, Kompetensi Menulis Kreatif, Cerpen "Surti Bukan Perempuan Metropolis", dan "Bahasa di Panggung Politik; Antara Kasta dan Nista". Owner & Education Specialist GEMA DIDAKTIKA. Salam ciamikk ...
Kamis 13 September 2018 11:06 WIB
Dibaca (213)
Komentar (0)

Antisipasi Era Milenial; DPLK Tajamkan Pemasaran dan Edukasi

Di era milenial, semua serba berubah dengan cepat.

Perubahan pun hinggap di cara pemasaran dan edukasi yang tidak bisa biasa-biasa lagi. Harus ada komitmen baru dan kesamaan persepsi untuk menggerakkan bisnis dan industri di era perubahan yang serba cepat. Maka berangkat dari kesadaran itulah, anggota Perkumpulan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) menyelenggarakan Workshop "Repositioning Pemasaran dan Edukasi DPLK" pada 13-14 September 2018 di Cirebon. Diikuti 43 peserta dalam balutan kebersamaan perjalanan kereta, workshop ini bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait isu-isu pemasaran dan edukasi DPLK di Indonesia.

 

Patut disadari, selama ini industri DPLK menjalankan program pemasaran dan edukasi secara "mengalir" saja. Kondisi ini sangat memungkinkan program pensiun DPLK belum optimal dalam "menyentuh hati" pekerja dan pemberi kerja akan pentingnya program pensiun. Untuk itu, workshop pemasaran dan edukasi DPLK diharapkan bisa jadi momentum bersama pelaku industri DPLK di Indonesia untuk "berpikir ulang" terkait strategi dan cara-cara pemasaran dan edukasi yang tepat sasaran ke masyarakat.

 

"Kami di DPLK menyadari bahwa pemasaran dan edukasi adalah "roh" dari maju tidaknya industri dana pensiun. Melalui workshop ini seluruh pelaku DPLK berkumpul dan membahas isu-isu penting di DPLK. Agar tercapai kesamaan persepsi, setelah itu bisa dieksekusi bersama" ujar Syarifudin Yunus, Kepala Humas Perkumpulan DPLK saat perjalanan di kereta Argo Jati.

 

Perlu diketahui, industri DPLK mengelola aset lebih dari Rp. 78 trilyun per Juni 2018 dan melayani lebih dari 2,9 juta pekerja. Sementara dengan potensi pasar yang belum terjamah mencapai 50 juta pekerja formal dan sekitar 60 juta generasi milenial, maka sangat diperlukan adanya terobosan baru dalam pemasaran dan edukasi DPLK. Hal ini sekaligus sebagai implementasi dari program inklusi keuangan yang diarahkan OJK pada tahun 2018 ini bertajuk "Inklusi Keuangan untuk Semua". Maka DPLK pun harus mampu menjangkau untuk semua pekerja dan masyarakat yang mendambakan masa pensiun yang sejahtera.

Selamat ber-workshop pelaku DPLK di Indonesia. Sungguh, kontribusi pemikiran dan semangat juang yang tinggi pada akhirnya akan dapat memajukan industri DPLK di Indonesia.

Karena tidak tantangan yang tidak bisa dipecahkan. Tidak pula ada sukses yang tidak diusahakan. Seberapapun hasilnya, aspek pemasaran dan edukasi adalah titik krusial yang paling ideal, mungkin, untuk bisa lebih diperhatikan ke depannya. Salam DPLK ... #YukSiapkanPensiun #PDPLK #SadarPensiun




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.