Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Bisnis  
Bisnis
indonesiana-tempoid-default
Hadi Kesumo 
Senin 08 Oktober 2018 18:20 WIB
Dibaca (3768)
Komentar (1)

Apakah Janji 10 Juta Lapangan Kerja Sudah Dipenuhi Jokowi?

indonesiana-10_juta_lapangan_kerja.jpg

Seperti yang Kita tahu, bahwa menciptakan 10 juta lapangan kerja merupakan salah satu janji jokowi saat pilpres 2014 lalu. Dan saat ini sudah 5 tahun jokowi menjabat sebagai presiden. Apakah janji itu sudah terpenuhi?

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengumumkan hasil penelitian mengenai perbandingan indikator penciptaan kerja dalam tiga tahun pertama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dibandingkan dengan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pada era Presiden Jokowi (2015-2017), penyerapan di sektor konstruski hanya sebesar 134.592 pekerja. Jumlah ini hampir 3 kali lipat lebih rendah pada saat era SBY (2010-2012) yakni 483.633 pekerja.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2018 mencapai 5,13%, atau turun dari periode sama tahun sebelumnya, 5,33%. Dari persentase tersebut, maka jumlah pengangguran di Indonesia saat ini mencapai 6,87 juta orang atau turun dari sebelumnya yang mencapai 7,01 juta orang.

Jumlah penganggurannya 6,87 juta. Kan tadinya 5,33% angkanya 7,01 juta, sekarang turun jadi 5,13% posisinya 6,87 juta jumlah pengangguran," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (7/5/2018).

Dari data itu bisa disimpulkan era Jokowi-JK 3 tahun terakhir serapan rata rata tenaga kerja sektor pertanian negatif -700 ribu orang. Pertambangan negatif -49.520 orang. Konstruksi dengan adanya infrastruktur juga hanya serap 134 ribu orang. Lebih rendah dari era 3 tahun pertama SBY-Boediono yang serap 483 ribu orang tenaga kerja," kata Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira kepada kumparan.

Sementara untuk total penyerapan tenaga kerja selama kepemimpinan Jokowi (2015-2017) sebanyak 3.627.510 pekerja. Jumlah ini lebih sedikit dibanding era SBY (2010-2012) sebanyak 4.589.932 pekerja.

Bhima mengatakan, yang paling pesat penambahan jumlah lowongan kerja  dari pemerintahan Jokowi yaitu padasektor transportasi. Namun demikian, pertumbuhan pekerja tersebut bukan hasil dari program pemerintah melainkan dari pihak swasta.

Meski secara keseluruhan RPK era SBY lebih tinggi, namun di masa pemerintahan Jokowi-JK, Rasio Penciptaan Kerja (RPK) rcatat tepaling tinggi dalam 10 tahun terakhir.

"Di 2017, penciptaan lapangan kerja meningkat tinggi sekali menjadi 641.183. Itu di luar kebiasaan dan mengundang pertanyaan," kata Dradjad. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan RPK tertinggi di masa SBY-Boediono yang mencatat 589.104.

Pada 2016, pemerintahan Jokowi mencatat penciptaan lapangan kerja sebesar 338.312.

Jadi kesimpulannya, 10 juta lapangan kerja yang dijanjikan presiden Jokowi belum terpenuhi. Mungkin Jokowi butuh 5 tahun lagi agar 10 juta lowongan kerja bisa benar-benar terwujud.

Referensi:

https://bisnis.tempo.co/read/1062642/indef-teliti-rasio-penciptaan-kerja-era-jokowi-vs-sby-hasilnya

https://kumparan.com/@kumparanbisnis/penyerapan-tenaga-kerja-di-era-jokowi-lebih-rendah-dibanding-sby




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.

0
0
2018-10-12 07:53:41
Patut dicatat bahwa urusan kenegaraan ini bukan hanya soal tentang lapangan kerja, walaupun diakui bahwa persoalan itu berhadapan dengan tingginya tuntutan zaman, lapangan kerja sangat pentingnya ada. Di sini, sebagai generasi muda, kita perlu bersikap kritis bahwa belum terpenuhinya janji lapangan kerja bukan berati Jokowi tidak peduli. Karena itu, memainkan isu tidak terpenuhinya janji ini sebagai ajang melemahkan elektabilitas merupakan suatu sikap yang tidak memadai
nenoyf menulis artikel terbaru: Pikulah Kuk Yang Ku-Pasang dan Belajarlah Pada-Ku