Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Bola  
Sepakbola
indonesiana-tempoid-default
Ahmad Syaiful Bahri 
Minggu 28 Oktober 2018 10:49 WIB
Dibaca (312)
Komentar (0)

Jelang Perempat Final Timnas U-19 Lawan Jepang

Beberapa hari lalu, teman saya bilang, “eh, di perempat final timnas U-19 nanti lawan Jepang ya?” langsung kujawab “iya”.

Lalu, ia langsung menyambar, “ya semoga aja Jepang mau mengalah, kasih kesempatan kek buat timnas dan rakyat Indonesia ngerasain Piala Dunia, Jepang kan udah sering, hampir perhelatan Piala Dunia ia ikut”.

Harapan teman saya tersebut tentu menjadi harapan dan doa seluruh rakyat Indonesia. Malam nanti, timnas U-19 yang dikomandani Rahmat Irianto CS akan berhadapan dengan raksasa Asia, langganan masuk piala dunia pula, Jepang.

Mengharap Jepang mau mengalah adalah sesuatu yang tidak mungkin. Mereka adalah bangsa ksatria, Samurai Biru julukannya. Walaupun mereka ksatria, pantang bagi timnas U-19 menyerah sebelum bertanding.

Kita sebelumnya dekat dengan Piala Dunia ketika beberapa minggu lalu, mimpi Bagas dan Bagus masuk ke Piala Dunia U-17 di Peru tahun depan digagalkan Australia. Sedih tentu saja. Namun tidak perlu disesali. Karena kesempatan itu sudah sangat dekat, tinggal keberuntungan dan nasib saja, sisanya serahkan semuanya sama Tuhan.

“Tidak ada yang perlu ditakuti, kecuali Tuhan dan orang tua” begitu pekik Evan Dhimas, setelah mengalahkan Korea Selatan dalam kualifikasi Piala Asia U-19 di Gelora Bung Karno. Waktu itu Evan Dhimas dkk lolos ke Myanmar sebagai juara grup setelah mengalahkan negeri ginseng.

Kini, misi yang sama diemban oleh Egy Maulana Vikri, dkk untuk mengukir sejarah pertama kalinya masuk Piala Dunia. Bedanya, sewaktu mengalahkan Korsel masih kualifikasi, Egy CS berjuang mengalahkan Jepang untuk memperebutkan satu tiket ke Piala Dunia tahun depan di Polandia, tempat Egy bermain bersama Lechia Gdanks.

Berbicara pemain Jepang, mereka memiliki Takefusha Kubo. Kubo sempat tiga musim di akademi Barcelona dan memperkuat Barca Infantil A. Tapi Blaugrana belakangan diketahui melakukan pelanggaran terhadap aturan transfer FIFA, terkait perekrutan pemain di bawah usia 18 tahun.

Kubo akhirnya pulang ke Jepang pada Maret 2015 dan memperkuat FC Tokyo. Dua tahun kemudian, tepatnya pada April 2017, Kubo menjadi pencetak gol termuda di J.League dalam usia 15 tahun, 10 bulan.

Pemain yang dijuluki Messinya Jepang ini sekarang bermain di Yokohama F. Marinos sebagai pemain pinjaman. Media-media menyebut ia memiliki skill dan dribbling bola yang baik layaknya Messi.

Namun, seberapapun hebatnya Kubo, ia tetaplah pemain yang tidak perlu ditakuti. Karena ternyata semua pemain Jepang berbahaya. Misal Koki Saito, Taisei Miyashiro, dan Taichi Hara.

Kalau sudah seperti itu, selain perjuangan anak-anak muda timnas U-19 di lapangan, kita juga harus berdoa, karena mengharapkan Jepang mengalah adalah sesuatu yang amat sangat tidak mungkin.

Selamat berakhir pekan.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.