Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Otomotif  
Prototype
indonesiana-kang
Kang Nasir
-
Minggu 28 Oktober 2018 23:14 WIB
Dibaca (5374)
Komentar (0)

Mobil Esemka, Mobil Atas Nama

indonesiana-Mobil_SMK.jpg

Entah dapat info dari mana, tiba tiba ulama besar, Ketua MUI Prof.KH.Ma’ruf Amin, layaknya seorang produsen, menyampaikan bahwa mobil Esemka akan diluncurkan pada bulan oktober 2018 ini. 

Tak ada salahnya memang, Abah Ma’ruf Amin mengemukakan itu karena   statusnya bukan hanya sebagai Ketua MUI (-karena tidak mau mundur-), tetapi sebagai calon Wakil Presiden mendampingi Calon Presiden Joko Widodo.

Sebagai Calon Wakil Presiden, tentu sah sah saja menyampaikan beberapa hal agar rakyat tertarik dan percaya atas apa yang akan di perbuat, yang sedang diperbuat bahkan yang sudah diperbuat, semua itu demi pencitraan seolah sayalah yang terbaik dibanding yang lain atau dalam bahasa arab “ana khoirun minkum”.

Atas pernyataan itu, banyak kemudian yang bertanya tentang asal usul Esemka yang tiba tiba menyeruak ke dalam proses politik yang bernama Pilpres.

Jika kita putar cerita ke belakang, mobil Esemka ini awalnya adalah proyek Walikota Solo yang bernama Joko Widodo. Saya ingat betul bahwa saat itu, Joko Widodo sedang di gadang gadang akan di jadikan calon Gubernur DKI.

Walikota Solo membuat proyek pemberdayaan siswa SMK di Solo bekerjasama dengan sebuah bengkel mobil yang berada di Klaten milik Sukiyat untuk memproduksi – lebih tepatnya merakit -- sebuah kendaraan yang kemudian di klaim sebagai mobil produk anak bangsa.

Tentang bengkel mobil milik Sukiyat itu, awalnya tak lebih dari sebuah bengkel reparasi atau body repair, saya tahu tempatnya karena pada tahun delapan puluhan saya pernah merepair mabil Civic Exelen kebanggaan saya, hasilnya memang bagus walaupun saat itu masih menggunakan system oven yang sederhana.

Setelah proyek itu rampung, dunia persilatan heboh karena seorang Walikota mampu memberdayakan rakyat untuk memproduksi sebuah kendaraan. Di gaungkan sebuah keberhasilan bahwa jika seorang pemimpin mampu memberdayakan rakyat, rakyat akan mampu untuk berbuat apapun termasuk membuat mobil, anak anak SMK kita sejati pintar  tidak kalah dengan luar negeri yang sudah lama menciptakan kendaraan.

Euphoria mobil SMK ini berlanjut, SMK  dijadikan merk walaupun kemudian namanya bukan SMK tetapi Esemka.  Mobil Esemka kemudian menjadi kendaraan dinas Walikota Solo Joko Widodo. Namun agar dapat diakui sebagai kendaraan hasil produk resmi, harus di uji terlebih dahulu oleh instansi terkait (Kementrian Perhubungan).

Berangkatlah mobil Esemka ke Jakarta --diiringi dengan kehebohannya-- untuk diuji kelayakannya. Hasilnya mobil Esemka dinyatakan  belum  memenuhi standar dan dinyatakan belum laik jalan. Pada uji kelayakan yang kedua pada Agustus 2012, barulah Esemka dinyatakan layak dan lolos uji.

Namun sejak saat itu, keberadaan mobil Esemka seolah ditelan bumi, tak ada kabar beritanya, apakah berhasil diproduksi atau tidak hingga ahirnya Joko Widodo terpilih menjadi Gubernur DKI bahkan menjadi Presiden RI pada tahun 2014 lalu. Baru nongol beritanya saat Abah Ma’ruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden  menyampaikan rencana edar mobil Esemka pada bulan oktober 2018.

Berita soal kesiapan Esemka akan meluncur tahun ini, menjadi simpang siur. Tak pelak banyak yang menganggap bahwa kalaupun benar mobil itu akan diluncurkan, tak lebih dari pencitraan dalam kaitannya dengan pencalonan Presiden/Wakil Prsiden.

Diperoleh kabar bahwa Esemka di produksi PT SMK. Namun berdasarkan investigasi dari berbagai media,  proses produksi mobil Esemka, masih diragukan dilakukan oleh PT SMK. CNN Indonesia pada bulan Maret 2018  memberitakan bahwa tempat yang disebut sebagai pabrik Esemka kondisinya masih sepi, tidak ada aktifitas apapun.

Belakangan muncul beberapa kendaraan berjenis pick up di area PT SMK di Boyolali yang diakui sebagai perusahaan yang memproduksi Esemka. Namun menurut pengakuan warga setempat, mobil itu didatangkan dari luar kota menggunakan mobil trailer. (Tempo.co Senin, 22 Oktober 2018).

Keraguan lainpun muncul lantaran jenis kendaraan Esemka mirip dengan kendaraan yang di produksi oleh negara China seperti Foday Landfort SUV yang diyakini sebagai Esemka Garuda 1 dan Mobil double cab Foday F22  mirip mobil Esemka Digdaya (Tempo.co. 14 Oktober 2018)

Kini masyarakat Indonesia, tinggal menunggu kebenaran tentang keberadaan mobil Esemka. Andai saja mobil itu benar di produksi oleh anak bangsa, maka tentu menjadi kebanggaan. Namun jika mobil itu di datangkan dari pabrikan lain di luar Indonesia, maka layak mendapat prediket bahwa mobil Esemka adalah mobil atas nama yakni atas nama anak bangsa, bukan mobil produk anak bangsa.

Lebih parah lagi kalau mobil Esmeka itu mobil atas nama Pencitraan, bukan mobil yang mendapatkan Citra




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.