Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Pendidikan
indonesiana-tempoid-default
Welly Oktaria 
Kamis 08 November 2018 20:56 WIB
Dibaca (130)
Komentar (0)

Pemberdayaan Masyarakat Desa Solusi dari Urbanisasi

Jumlah desa di Indonesia pada tahun 2016 adalah berjumlah 82.038 desa. Data ini berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 66 Tahun 2016 tentang Kode dan Nama Wilayah Kerja Statistik Tahun 2016. Angka yang sangat besar mengingat Indonesia juga memiliki wilayah yang sangat luas. Desa di Indonesia memiliki beragam corak budaya berdasarkan tempatnya merupakan suatu kekayaan budaya Indonesia sendiri.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pengertian desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Desa adalah unit terkecil dalam struktur pemerintahan Indonesia namun memiliki fungsi yang sangat besar. Salah satu fungsi desa antara lain yaitu desa sebagai hinterland, desa sebagai pemasok kebutuhan pokok untuk daerah perkotaan seperti bahan makanan. Desa juga berfungsi sebagai sumber tenaga, sumber tenaga yang dimaksud adalah sumber daya manusia. Banyak masyarakat kota berasal dari desa. Mereka melakukan urbanisasi untuk mendapatkan perkerjaan yang lebih layak. Banyak masyarakat desa di Indonesia merantau ke kota-kota besar seperti Jakarta. Namun dengan adanya urbanisasi ini tidak hanya menyebabkan dampak positif namun juga membawa dampak negatif.

Menurut data Price Waterhouse Cooper pada tahun 2014, tingkat populasi urbanisasi Indonesia sebesar 51,4 persen. Di mana dengan angka ini Indonesia menduduki peringkat kedua di Asia Tenggara untuk tingginya angka urbanisasi. Sedangkan menurut data Badan Pusat Statistik Jakarta pada tahun 2010 jumlah penduduk di Jakarta adalah 9.640.406 jiwa, pada tahun 2014 berjumlah 10.073.310 jiwa, dan pada tahun 2015 berjumlah 10.177.924 jiwa. Dapat dilihat bahwa setiap tahun mengalami kenaikan. Jika masyarakat juga melakukan urbanisasi ke Kota Jakarta maka bukan hanya membuat kota menjadi semakin padat namun akan menimbulkan dampak negatif yang lain. Maka untuk mencegah hal tersebut adalah dengan memberdayakan masyarakat desa.

Pemberdayaan masyarakat desa adalah upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa. Dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, masyarakat bisa mengembangkan perekonomian mereka tanpa pergi ke kota. Masyarakat bisa membuat usaha-usaha kecil.

Dengan pemberdayaan, masyarakat bisa diberdayakan untuk mengelola usaha dengan menjual hasilnya tidak hanya di sekitaran desa namun bisa antar desa bahkan antar kabupaten atau provinsi karena didukung oleh pembangunan desa. Dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 86 diatur tentang sistem informasi pembangunan desa dan pembangunan kawasan perdesaan. Dimana desa berhak untuk mendapatkan akses informasi melalui sistem informasi desa yang dikembangkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota dan pemerintah daerah wajib mengembangkan sistem informasi desa dan pembangunan kawasan perdesaan. Sehingga masyarakat desa bisa menjual hasil usaha mereka dengan internet.

Maka dengan adanya pemberdayaan masyarakat desa ini, masyarakat desa tidak perlu pergi ke kota untuk mencari pekerjaan yang layak. Bahkan masyarakat desa bisa membuat pekerjaan baru tanpa meninggalkan pekerjaan lama seperti bertani. Dengan pemberdaan masyarakat desa ini bisa mengurangi tingginya urbanisasi sehingga juga bisa menurunkan kepadatan penduduk.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.