Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Nasional
indonesiana-tempoid-default
Imam Hanafi 
Kamis 06 Desember 2018 16:37 WIB
Dibaca (130)
Komentar (0)

Korupsi Kemah Pemuda Islam

Korupsi Kemah Pemuda Islam

Korupsi yang sudah familier dengan tindakan yang melanggar agama dan hukum kini sudah menjadi kebiasaan di negeri ini. Kasus yang seharusnya sudah musnah di negeri ini, kini malah jadi berkembang dan melahirkan bibit-bibit unggul. Kasus korupsi di Indonesia tumbuh dengan berbagai macam bentuk. Sehingga negeri ini sangat berkesulitan untuk maju seperti Negara lainnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menegaskan, dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi Kemah Pemuda Islam Indonesia, pihaknya tak hanya memeriksa laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari Pemuda Muhammadiyah.

 "Kami juga memeriksa dari Menpora, dari stafnya sudah kami periksa. GP Ansor juga kami periksa, kami lihat LPJ-nya juga kami lihat," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (30/11/2018).

Adapun kegiatan Kemah Pemuda Islam yang digelar di pelataran Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta tersebut merupakan inisiasi Kemenpora RI dan melibatkan GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah dalam pelaksanaannya.

Dalam acara tersebut, GP Ansor disebut mengelola anggaran sebesar Rp 3 miliar dari Kemenpora, sedangkan Pemuda Muhammadiyah mengelola Rp 2 miliar. Ia mengatakan, dana yang digunakan dalam kegiatan ini bersumber dari anggaran negara.

 Ia mengatakan, sesuai peraturan, penggunaan anggaran harus benar-benar dipertanggungjawabkan. "Kalau di sana ditemukan dugaan penyimpangan, ya kami proses. Kami sudah memeriksa dari Kemenpora, sudah melihat LPJ-nya, sudah memeriksa juga saksi-saksi yang kami cek di LPJ-nya ternyata memang ada fiktif di situ. Ada mark up yang tidak sesuai dengan apa yang dia lakukan," kata Argo.

 Pada Senin (26/11/2018), Argo mengatakan polisi tak menemukan dugaan penyimpangan anggaran kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia pada LPJ dari pihak GP Ansor. "Kami sudah melakukan pemeriksaan kepada staf Kemenpora kemarin tanggal 19 November (2018) dan memeriksa terhadap GP Ansor tanggal 19 November, kami sudah mendapatkan. Dari GP Ansor tidak ditemukan adanya penyimpangan di sana," ujar Argo.

 Dalam penyidikan kasus ini, polisi telah memeriksa Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018 Dahnil Anzar dan Ketua Panitia Kemah dari Muhammadiyah Ahmad Fanani. Penyelidikan masih berlangsung sampai saat ini.

Jadi saya lapar akibat korupsi

 




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.