Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Nasional
indonesiana-tempoid-default
M Rifqi Rahman 
Kamis 06 Desember 2018 23:48 WIB
Dibaca (83)
Komentar (0)

Mahasiswa Versus Korupsi

Mahasiswa VS Korupsi

            Mahasiswa Merupakan kaum intelektulal yang terlahir dari suatu organisasi Akademis guna sebagai penyambung lidah masyarakat, Mahasiswa secara etis memiliki tanggung jawab sebagai agen of change dan agen of social control yang menjadi suatu organ terpenting dalam mengarungi setiap permasalahan bangsa.

            Sifat ideal,analitis,kritis dan bertanggung jawab yang melekat pada diri seorang mahaiswa merupakan modal besar untuk menciptakan kontrol dan perub ahan bangsa indonesia dan mengembalokan moral bangsa.

            Sedangkan Korupsi merupakan sebuah kebusukan,keburukan,kebejatan ketidakjuuran,dapat di suap,tidak bermoral, dalam prespektif hukum korupsi merupakan kejahatan (crime) sedangkan koruptor (pelaku korupsi) adalah sebagai penjahat yang harus di jerat dan harus di hukum berat,         Lalu apa Hubungan Korupsi dengan Mahasiswa?

            Seperti yang sudah di paparkn di atas b ahwasanya salah satu tugas mahasiswa ialah mengembalikan moral bangsa, dan korupsi merupakan salah satu tindk kejahatan yang sangat merusak moral bangsa kita, disinilah mahasiswa harus bergerak dan ikut andil dalam memberantas hal-hal yang mnjadi perusak moral bangsa.

            Seperti yang sudah kita ketahui bersama b ahwasanya korupsi di indonesia sangat lah mmprihatinkan dari tingkat desa hingga negara. Terkait dengan isu pemberantasan korupsi di bangsa ini, peran Mahasiswa sangat diperlukan sebab korupsi merupakan suatu kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang sedang mewabah dalam setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara yang membutuhkan penanganan masif, disisi lain kedudukan mahasiswa dengan segala sifat ideal yang dimilikinya menjadi faktor pendukung tersendiri dalam menciptakan struktur dan kultur anti korupsi.

            Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan antikorupsi di lingkungan kampus dimulai dari pembenahan terhadap diri dan kampusnya. Dengan kata lain, mahasiswa harus mendemonstrasikan bahwa diri dan kampusnya harus bersih dan jauh dari perbuatan korupsi. Untuk mewujudkan hal tersebut, upaya pemberantasan korupsi dimulai dari awal masuk perkuliahan.

            Dalam masa ini, perlu penekanan terhadap moralitas mahasiswa dalam berkompetisi untuk memperoleh nilai yang setinggi-tingginya, tanpa melalui cara-cara yang curang. Upaya preventif yang dapat dilakukan adalah dengan jalan membentengi diri dari rasa malas belajar. Hal krusial lain dalam masa ini adalah masalah penggunaan dana yang ada dilingkungan kampus. Untuk itu diperlukan upaya investigatif berupa melakukan kajian kritis terhadap laporan-laporan pertanggungjawaban realisasi penerimaan dan pengeluarannya.

            Keterlibatan mahasiswa dalam gerakan anti korupsi di masyarakat dan di tingkat lokal/nasional terkait dengan status mahasiswa sebagai seorang warga negara yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat lainnya, hal ini bisa menjadi bagaikan pisau yang bermata dua, di satu sisi  mahasiswa mampu mendorong dan menggerakkan masyarakat untuk bertindak atas ketidakadilan sistem termasuk didalamnya tindakan penyelewengan jabatan dan korupsi sedangkan di sisi yang lain, mahasiswa merupakan faktor penekan bagi penegakan hukum bagi pelaku korupsi serta pengawal bagi terciptanya kebijakan publik yang berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak.

            Dalam Perkembangannya secara faktual pemberantasan korupsi yang melibatkan mahasiswa secara umum telah menunjukan progres yang baik, semangat pemberantasan korupsi muncul dalam pergerakan parlemen jalanan, forum-forum ilmiah, organisasi-organisasi yang memang dibentuk dengan dilandasi oleh semangat pemberantasan korupsi. Munculnya gerakan-gerakan kritis mahasiswa terhadap isu-isu korupsi menjadi indikator bahwa semangat pemberantasan korupsi telah menggelora dalam dunia perjuangan mahasiswa.

            Diharapkan semangat ini dapat terjaga dengan baik sebab banyak sekali yang menjadi tantangan dalam peran yang dijalankan mahasiswa dalam upaya pemberantasan korupsi ini, dimulai dari kekuatan kekuasaan, modal koruptor yang bisa saja menggeser idealisme perjuangan dari intelektual kultural ke arah politik pragmatis yang transaksional, budaya hedonisme dan konsumtif yang menyebabkan sikap acuh tak acuh dan membunuh nalar kritis, instrumen kebijakan kampus yang membatasi kebebasan berpendapat mahasiswa dan kurangnya perhatian, dukungan, kerjasama oleh pihak lain yang sebenarnya bisa bersinergi dengan perjuangan mahasiswa dalam memberantas korupsi serta faktor lain yang bisa saja mengikis semangat perjuangan mahasiswa dalam upaya pemberantasan korupsi.

           




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.