Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Nasional
indonesiana-tempoid-default
Dian Basuki 
Rabu 02 Januari 2019 18:06 WIB
Dibaca (96)
Komentar (0)

Mitigasi Bencana Alam sebagai Isu Politik

 

Di tahun 2018, terdapat sejumlah peristiwa alam yang menelan korban manusia dan material menimbulkan impresi mendalam, yakni gempa dan tsunami di Palu serta tsunami Selat Sunda. Kedahsyatan kedua peristiwa ini telah mengejutkan kita. Keduanya membuat kita merenung tentang betapa tidak berdaya manusia tatkala alam menghempaskan momentumnya dengan dahsyat dan seketika.

Kedua peristiwa alam itu juga menunjukkan betapa tidak siapnya kita dalam menghadapi situasi yang sangat darurat. Ketidaktersediaan alat deteksi gempa dan tsunami menjadi ‘kambing hitam’, padahal kita semestinya merunut hingga ke hulu bahwa kesadaran kita akan potensi peristiwa alam nan dahsyat semacam itu masih tidak memadai. Ketiadaan alat dan anggaran merupakan bukti betapa kita tidak menyadari besarnya potensi kejadian yang sanggup meluluhlantakkan hidup kita.

Kita mungkin tahu bahwa kita hidup di jalur geologis yang dipadati oleh gunung berapi. Kita mungkin juga tahu bahwa kita hidup di tengah kepulauan yang tersebar dengan panjang pantai beribu kilometer. Sayangnya, pengetahuan itu tidak cukup kuat untuk membangkitkan kesadaran kita akan potensi ancaman yang tersimpan di dalam gunung-gunung dan laut-laut.

Para politikus kita, orang-orang yang berebut amanah untuk mengambil keputusan dan kebijakan bagi orang banyak, sangat jarang menempatkan peristiwa alam atau yang disebut ‘bencana alam’ sebagai isu politik. Maksudnya bukanlah politisasi bencana alam, melainkan bagaimana agar tantangan yang menyertai alam tempat kita hidup ini dijawab dengan keputusan politik. Bahwa tantangan alam ini harus menjadi prioritas dari strategi pembangunan kita, bukan sekedar bagian dari aksi-reaksi seperti kita bereaksi ketika bencana alam terjadi.

Peristiwa alam pada umumnya tidak dapat dikendalikan oleh manusia, tetapi risikonya dapat dikelola. Kita dapat berikhtiar untuk mengelola risiko yang diakibatkan oleh peristiwa banjir, gempa, hingga tsunami agar korban jiwa, luka, kerusakan, maupun kehilangan material dapat dikurangi. Inilah bagian penting dari mitigasi bencana, dan ini pula bagian penting dari tugas pemerintahan: melindungi warga negara.

Karena itulah, mitigasi peristiwa alam harus merupakan keputusan politik strategis dengan berbasis ilmu pengetahuan. Sains memberi pertimbangan-pertimbangan, keputusan politik yang menentukan prioritas program strategi mitigasi. Sayangnya, dari kedua calon presiden yang berlaga dalam Pilpres 2019 belum tergambar adanya strategi menyeluruh yang diperlukan bangsa ini agar dapat hidup aman dan sejahtera di tengah kepulauan yang berada di jalur cincin api dan samudra yang sewaktu-waktu dapat mengirim gelombang dahsyat.

Gempa dan tsunami di Palu serta tsunami di Selat Sunda semestinya menyentakkan kesadaran kita tentang perlunya politik mitigasi yang strategis, menyeluruh, dan menjangkau masa yang panjang ke depan. Strategi ini bukan hanya terkait dengan penanganan pasca bencana, melainkan juga membangun kesiapan dalam menghadapi peristiwa alam, terutama yang terkait dengan kesadaran masyarakat mengenai potensi peristiwa alam yang dahsyat. Maknanya, jika ada ilmuwan mengutarakan pernyataan yang mengejutkan mengenai potensi ancaman gempa, misalnya, janganlah distigmatisasi sebagai pembuat keresahan. Peringatannya perlu dikaji dan dipaparkan sejelas-jelasnya agar masyarakat terbiasa membedakan mana yang potensial dan mana yang aktual.

Mitigasi bencana alam seharusnya masuk ke dalam agenda perdebatan nasional, termasuk perdebatan dalam kerangka Pilpres 2019, agar perhatian nasional tertuju kepada isu ini. Mitigasi bencana alam dapat menjadi bagian kampanye yang penting bagi siapapun yang ingin berkuasa, sebab di situ akan terlihat apakah pemerintahannya nanti akan bersungguh-sungguh melindungi rakyatnya dari potensi ancaman yang datang dari peristiwa alam. **




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.