Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Lingkungan
indonesiana-tempoid-default
Wulan  Febriyani
Jumat 11 Januari 2019 20:52 WIB
Dibaca (148)
Komentar (0)

Kurangnya Petani Muda di Era Milenial

indonesiana-pertanian.jpg

Allah menciptakan alam yang luar biasa ini, yang didalamnya terkandung sesuatu yang menakjubkan. Tumbuh-tumbuhan adalah salah satunya. Kebutuhan dan kelangsungan hidup makhuk hidup lain khususnya manusia dan hewan bergantung pada tumbuhan.

Bertani merupakan pekerjaan mulia menurut islam, karena bertani memberikan banyak manfaat bagi manusia maupun makhluk lainnya. Sebagaimana hadits Nabi yang artinya “Tidaklah seorang muslim menanam pohon, tidak pula menanam tanaman kemudian pohon atau tanaman tersebut dimakan oleh burung, manusia atau binatang melainkan sedekah baginya.” (HR. Imam Bukhari hadits no. 2321)

Bahkan manfaatnya tidak hanya sebatas penyediaan makanan bagi orang lain saja tetapi dengan bercocok tanam juga menjadikan lingkungan menjadi lebih sehat, segar. Tumbuhan menghasilkan oksigen yang diperlukan manusia untuk proses pernafasan yang membuat manusia dapat bertahan hidup.

Al-Wishabi menegaskan, bahwa hukum bertani adalah fardu kifayah. Kewajiban tersebut gugur apabila telah dilaksanakan oleh sekelompok orang. Jika tidak dilaksanakan oleh satu pihak pun, maka sanksi dosa akan ditujukan kepada semua orang.

Jumlah petani di Indonesia terus alami penurunan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik atau BPS jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian tercatat pada tahun 2017 terdapat 35,9 juta orang atau 29,68 persen. Dan mengalami penurunan pada tahun 2018 diangka 35,7 juta orang atau 28,79 persen.

Jumlah manusia dan pertumbuhan penduduk kian pesat serta kebutuhan hidup semakin meningkat, begitupun dengan kebutuhan pangan. Petani berperan penting dalam hal ini, tanpa adanya mereka kita akan kekurangan hasil pangan.

Di era milenial ini petani mulai berkurang dimana lahan kosong pun banyak yang tidak diolah dengan baik. Pemuda pun saat ini kurang tertarik dengan pertanian, sehingga hanya petani generasi tua  saja yang melakukan kegiatan pertanian. Karena pertanian saat ini sudah tidak menguntungkan lagi bagi petani.

Sektor pertanian tidak menjanjikan dari segi pendapatan dan bahkan seringkali pertanian dipandang rendah. Petani yang sudah beranjak tua pun mulai enggan bertani sehingga petani muda pun juga enggan meneruskan usaha orang tuanya untuk menggarap lahan.

Jumlah petani muda mengalami penurunan dikarenakan banyak generasi muda yang bermigrasi dari desa karena tidak tertarik bekerja di lahan pertanian, sehingga beralih ke sektor lainnya.

Peran pemuda sangatlah penting dalam semua bidang khususnya bidang pertanian yang mana masyarakat sangat bergantung dengan pertanian agar dapat bertahan hidup. Namun, saat ini petani tidaklah hanya bekerja di sawah atau ladang karena di era milenial ini sudah banyak diperkenalkan pertanian modern, seperti pertanian organik dan pertanian non-tanah.

Dengan bertani kita pun menjalankan tugas yang Allah berikan saat kita lahir dimuka bumi ini, yakni tugas kita sebagai khalifah, sebagaimana firman Allah yang artinya “...Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi...” (QS. al-Baqarah: 30).

Untuk itu sebagai pemuda yang memiliki rasa tanggung jawab hendaknya kita menjalankan apa yang menjadi kewajiban kita agar menjadi orang yang bermanfaat bagi semua orang. Pemerintah pun semestinya ikut andil dalam memberikan pengarahan kepada para pemuda di era milenial ini agar kebutuhan pangan terpenuhi.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.