Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Politik
indonesiana-tempoid-default
Aditya Harlan 
Rabu 13 Maret 2019 21:17 WIB
Dibaca (77)
Komentar (0)

Jokowi Naik KRL, Bukti Dirinya Merakyat

indonesiana-kereta_tribunnews.jpg

Masyarakat di Indonesia sempat geger dengan beredarnya kabar terkait Presiden Joko Widodo yang naik kereta Rel Listrik pada jam sibuk. Aksinya tersebut kemudian menjadi viral dan membuat para penumpang KRL tujuan Bogor merasa heboh.

            Meski ada anggapan yang menilai bahwa hal ini merupakan pencitraan, apalagi menjelang pilpres 2019. Jokowi akhirnya menjelaskan alasannya mengapa dirinya menumpang KRL. Dengan santai mantan walikota solo tersebut menjelaskan bahwasanya dirinya mendapatkan usulan untuk mencoba menaiki KRL pada jam sibuk.

            “Jadi saya kan tidak sekali dua kali naik KRL, hanya saya naiknya pasti siang atau jam 10.00 atau jam 14.00, jadi pada posisi yang tidak banyak yang naik agak ramai tapi sepi, masih bisa duduk,” tutur Jokowi. Oleh karena itu spontan saja dirinya naik KRL pada jam sibuk.

            Jokowi juga menambahkan bahwa dirinya naik KRL dadakan dari Tanjung Barat. “Ada yang menyampaikan kepada saya, ‘Pak kalau mau nyoba KRL itu naik jam 06.00 sampai jam 08.00 pagi dan kalau sore itu jam 16.00 sampai jam 18.00,” Yaitu dadakan saja sudah langsung masuk naik KRL di Tanjung Barat. Di dekat Lenteng Agung.

            Bukan untuk pencitraan apalagi kampanya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan apabila tujuannya menaiki KRL secara tiba – tiba adalah demi mengecek keadaan transportasi tersebut pada jam sibuk. “Ya tujuannya untuk melihat kondisi yang sebenarnya, dan kita betul – betul merasakan betul kondisi sebenarnya,” Pungkas Jokowi.

            Saat Jokowi berada di dalam KRL, tidak sedikit penumpang yang mengajak untuk berswafoto. Jokowi pun tak merasa sungkan untuk meladeni permintaan mereka.

            Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menganggap Jokowi berupaya mempertahankan kesan bahwa dirinya adalah sosok yang merakyat. Menurutnya, wajar jika ada pihak yang berasumsi demikian. Terlebih, Jokowi pun kerap menunjukkan sikap seperti itu sampai akhir ini.

            Aksi Jokowi dalam berdesak – desakan di dalam KRL pun semacam menjadi komodtas politik bagi Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga. Mereka santer menyebut bahwa Joko Widodo sedang Pencitraan, namun hal ini tidak dibenarkan oleh Tim Kampanye Nasional TKN Jokowi – Ma’ruf.

            “Pembenahan atau penataan transportasi massal kereta api berlangsung pada masa pemerintahan Jokowi. Dahulu apabila memasuki liburan panjang. Idul Fitri dan lain – lain, apalagi KRL yang tiap hari melayani pengguna untuk berangkat pulang kerja, terlihat di atas gerbong penuh penumpang duduk, bahkan anak – anak kecil lewat jendela, stasiun kumuh. Pemandangan seperti itu saat ini sudah tidak tampak lagi,” Tutur Tim Penugasan Khusus TKN, Nusyirwan Soejono.

            Nusyirwan juga menambahkan bahwa saat ini pembangunan transportasi massal sedang digencarkan seperti LRT dan MRT. Menurutnya, dengan menaiki KRL secara langsung adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh Jokowi untuk mengamati pembenahan transportasi massal tersebut.

            “Rakyat yang akan menilai apakah sebuah pencitraan atau bukan. Pada saat Pak Jokowi pulang ke Bogor dengan KRL, tidak ada awak media yang menyertai,” terang anggota DPR RI komisi V ini.

            Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai, bahwa pihak yang melontarkan tuduhan  bahwa Jokowi melakukan pencitraan ketika menaiki KRL, sebenarnya telah gagal memahami Jokowi, Sebab, sejak Joko Widodo menjabat sebagai wali kota di Solo, dirinya memang sudah sering bertemu dengan rakyat.

            “Sejak menjadi Walikota Solo, sejak menjadi Gubernur dan Presiden, Pak Jokowi sudah sering bertemu rakyat,” Ucap Hasto.

            Pihaknya juga menyatakan, bahwa tuduhan pencitraan yang ditujukan pada aksi Jokowi itu dikarenakan mereka tidak mampu melakukan hal yang sama. Apalagi, berkomunikasi dengan rakyat seperti cara yang dipakai Jokowi memang tidaklah mudah.

            Eva Chairunisa selaku Vice President Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengatakan, bahwa pihaknya tidak mendapatkan informasi apapun terkait Presiden Jokowi yang memutuskan secara spontan untuk pulang ke Istana Bogor menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline.

            “PT KCI baru mengetahui sesaat setelah Pak Jokowi akan tiba di stasiun. Tentunya sangat apresiasi kepada Presiden yang menggunakan jasa KRL dan merasakan suasana perjalanan KRL yang natural sehari – harinya,” Tutur Eva.

            Deputi bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin turut membenarkan bahwa Jokowi menggunakan KRL saat pulang ke Bogor.

            Dalam sebuah foto yang viral di media sosial, Jokowi tampak berada di salah satu gerbong dan turut berdesakan dengan penumpang lainnya. Dirinya turut berdiri diantara kerumunan penumpang dan berpegangan pada salah satu hand grip. Dalam salah satu foto tersebut tampak Komandan Paspampres Maruli Simanjuntak berdiri di samping Jokowi.

            Hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun Jokowi menaiki transportasi umum, dirinya juga mendapatkan pengawalan sesuai protokoler. Hal ini dibenarkan oleh Komandan Pampampres Maruli Simanjuntak.

            “Baru kegiatan sekitar situ (GOR Bulungan), bapak mau pulang naik kereta,” Ujar Maruli.

            Dari aksi tersebut, kita tahu bahwa Jokowi memang memiliki gaya bekerja yang ingin dekat dengan rakyat, pada sebuah kesempatan ia pernah berujar bahwa dirinya ingin setiap hari bersentuhan langsung dengan rakyat, dan aksi tersebut merupakan salah satu bukti kedekatan Jokowi dengan rakyat.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.