Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Ruangbaca  
Puisi
indonesiana-tempoid-default
Silivester Kiik
Rabu 10 April 2019 20:35 WIB
Dibaca (180)
Komentar (0)

Kisah Kakek dan Rindu Sangkakala di Tengah Telaga

indonesiana-Silivester_Kiik_(3).JPG

Gubuk tua milik sang kakek masih kokoh di tengah telaga,

bekas teduhnya kala mencari nafkah.

Berteman mesra dengan tajamnya semak belukar,

'tak lupa pula kain kusut pengering keringat letihnya.

 

Bunyi sangkakala terdengar merdu,

memanggil burung-burung malam kembali pada pangkuan ranting-ranting pohon jati.

Jejak kaki tanpa terkubur masih saja membekas,

sebagai janji untuk mengisahkan amanah di hari esok.

 

Botol minum dari bambu terisi dengan pemuas dahaga,

di ikat dengan erat pada pinggangnya.

Menjejaki lorong-lorong terjal dengan ikhlas,

untuk menceritakannya pada bayangan mimpi.

 

Jika sang fajar mulai merayu kegelapan dengan cahayanya,

segala kerapuhan sirna untuk kembali meraih keharmonisan.

Sebelum butiran embun pagi menghiasi daun talas yang layu diterkam terik,

untaian doa pada Sang Pencipta telah mendahuluinya.

 

Bekal seadanya telah disiapkan dengan ucapan syukur,

dan tongkat pemandu napas kehidupan telah digenggam.

Lambaian dedaunan yang mekar dan nyanyian burung pipit kembali beradu lompatan,

merangkul perjuangannya menuju titik yang sama.

 

Demi ketulusan sebagai hadiah terindah,

dan pengorbanan sebagai ujian kemenangan.

Bunyikan sangkakalamu lebih merdu lagi,

sebab waktu membawanya pada kisah kasih yang tiada akhirnya.

 

...

 

Lalian, 05 April 2019

(*Mengenang kisah kasih di tengah telaga)

Sumber Gambar: Dok. Pribadi (Silivester Kiik)




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.