Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Politik
indonesiana-tempoid-default
Maskusdiono 
-
Rabu 16 April 2014 14:54 WIB
Dibaca (11625)
Komentar (15)

Jokowi Batu Sandungan di Tubuh PDIP

indonesiana-ANK_6799.jpg

Nama Joko Widodo atau Jokowi yang melejit secara tiba-tiba membuat iri di tubuh PDIP. Padahal di PDIP sudah ada pengkaderan bertahap yang memungkinkan seseorang bisa menduduki jabatan publik.

 

Nama Jokowi hanyalah pengusaha kayu dari Solo yang maju menjadi Wali Kota Solo. Awalnya, Jokowi tidak punya kendaraan politik dan PDIP memberikannya.

 

Dalam perkembangannya, nama Jokowi semakin berkibar. Trah Soekarno yang sudah disiapkan untuk menjadi pemimpin bangsa Indonesia, Puan Maharani cukup khawatir keberadaan putra Solo itu.

 

Jokowi pun akhirnya dengan bantuan lembaga survei dan Sabam Sirait menyakinkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk memilih Gubernur DKI Jakarta maju menjadi bakal capres. Sabam menyakinkan Mega bahwa Jokowi menjadi capres akan mendongkrak suara PDIP sampai 30 persen.

 

Mega hanya memberikan surat perintah harian PDIP terhadap Jokowi menjadi capres. Mega tidak memberikan SK atau tanpa keputusan partai yang melibatkan ketua DPD seluruh Indonesia.

 

Ternyata berdasarkan hasil Pileg, suara PDIP hanya sekitar 19 persen. Bagi PDIP tidak ada Jokowi Effect. Dan membuat Puan Maharani marah besar.

 

Berdasarkan berita di The Jakarta Post, Puan Maharani bahkan sampai mengusir Jokowi. Kejadian ini membuat Mega menangis karena terjadi pertentangan antara Puan Maharani dan Prananda yang notabene menjadi pendukung Jokowi.

 

Bagi sebagian kader PDIP terutama kalangan tua, Jokowi bisa menjadi ancaman dan dapat merebut Ketua Umum PDIP sebagaimana yang dilakukan Anas Urbaningrum di tubuh Partai Demokrat. Terlebih lagi, Jokowi didukung kalangan muda dan tokoh-tokoh LSM.

 

 

Dalam menyikapi perkembangan panas di tubuh PDIP, Puan Maharani mengumpulkan DPD PDIP seluruh Indonesia untuk meminta komitmennya mendukung dirinya termasuk terhadap Ketua Umum PDIP yang juga ibunya sendiri Megawati Soekarnoputri.

SUMBER TULISAN




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.

0
0
2014-06-03 18:14:37
kok rabu 16 Juni 2014..? sekarang baru tanggal berapa..?
0
0
2014-05-24 10:17:19
Pengurus PDIP yang berkeringat bekerja susah payah, kursi RI 1 dan RI 2 kok dikasikan pada orang yang tak berkeringat, sangat disayangkan tapi itulah fakta politik Indonesia saat ini
0
0
2014-04-21 19:24:15
Wah, si aswadmusayyab rakus, sisain yang lain dong. Bisa-bisa ente jadi calon koruptor tak mengerti arti puas.
0
0
2014-04-21 15:57:43
Pencapaian Pilleg berbeda dengan Pilpres, kita tahu tahun 2004 Golkar memperoleh 24%, PDIP 18% dan PD 7% tapi SBY dapat menjadi Presiden 1 putaran langsung. Mengawal ajaran Soekarno - Marhaenisme trah Soekarno tidak perlu dengan harus menjadi capres atau cawapres atau Ketum, cukup menjadi figur yang dihormati masyarakat baik sebagai Ketua Dewan Pembina, Penasehat dll. Yang penting pimpinan PDIP harus menunjukkan keteladanan, bukan malah gontok-gontokan antar pimpinan partau atau antar keluarga.
0
0
2014-04-21 15:57:27
Jepang bangkit karena pemimpinnya tegas dan bebas interfensi pihak manapun, entah lah kalau jokowi. Bnyak pakar pengmat politik meramal jika jokowi jadi presiden masa depan indonesia akan hancur, terutama NKRI. Terlalu lemah pengaruh politiknya. Pristiwa era bj habibi dan mega akan terulang lagi. Rakyat Perlu sasar, haruskah merelakan masa depan indonesia hancur demi simpati dengan jokowi?