Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Dunia  
Timteng
indonesiana-tempoid-default
Muthiah Alhasany 
Selasa 17 Maret 2015 17:33 WIB
Dibaca (33889)
Komentar (0)

3 Cara ISIS Merekrut Anggota

indonesiana-380799

Hilangnya 16 WNI di Turki menjadi sorotan tersendiri. Mereka diduga kuat akan bergabung dengan kelompok militan ISIS yang dianggap sebagai teroris paling sadis di dunia sekarang ini. Ke-16 WNI tersebut masih belum ditemukan, tetapi pihak Turki justru menangkap 16 orang lainnya yang di perbatasan Suriah-Turki.

Orang-orang yang pergi ke Timur Tengah ditengarai sebagai calon pengikut ISIS. Dalam beberapa kasus telah ditemukan semakin banyaknya orang Indonesia yang berusaha ke sana dengan modus tertentu. Misalnya dengan menggunakan paspor palsu dan membonceng grup wisata yang diselenggarakan biro perjalanan.

Bagaimana cara antek ISIS merekrut anggota? Berikut jawabannya:

1. Indoktrinasi

    ISIS diam-diam melakukan indoktrinasi melalui pengajian-pengajian ekskusif dan kelompok-kelompok religius yang fanatik dengan menanamkan pentingnya berjihad. Para perekrut ISIS ini adalah orang-orang yang sangat ahli menguasai kejiwaan seseorang/kelompok sehingga dapat memengaruhi mereka agar berjuang dengan mengatasnamakan Allah. Seakan-akan tidak ada jalan lain ke surga kecuali berjihad bersama ISIS. Orang-orang yang tidak memiliki keseimbangan mental, sangat mudah menjadi mangsa ISIS. Jika kita melihat seseorang yang tadinya supel dan ramah kemudian menjadi tertutup dan mengubah penampilannya secara drastis, ada kemungkinan dia telah menjadi korban indoktrinasi.

2. Bayaran Tinggi

    Kesulitan ekonomi yang membelit masyarakat Indonesia membuat banyak orang putus asa. ISIS tahu akan hal ini. Karena itu ISIS memberikan iming-iming gaji atau bayaran yang tinggi kepada siapa saja yang mau bergabung dengan ISIS. Konon, mereka dibayar antara 20 juta-150 juta perbulan, tergantung dimana dia bertugas atau ditempatkan. Kelompok perempuan biasanya ditugaskan di dapur umum yang menyediakan makanan bagi para anggota ISIS. Sedangkan laki-laki lebih banyak dipersiapkan untuk pertempuran.

3.  Rayuan Maut

    Indikasi bergabungnya gadis-gadis dan perempuan muda, tidak hanya karena dibawa oleh keluarganya. Kasus yang terjadi di Eropa, gadis-gadis ingin masuk ISIS karena terbujuk oleh rayuan teroris tampan. Mereka berkenalan di dunia maya melalui sosial media. ISIS memang merambah sosial media untuk mencari pengikut, dan itu tak terbatas laki-laki atau perempuan. Gadis-gadis muda yang memang mudah terpesona pada paras tampan pria, adalah mangsa empuk bagi jaringan teroris internasional ini.

Demikianlah cara-cara yang telah digunakan ISIS untuk merekrut anggota sebanyak-banyaknya dari seluruh dunia. Kita tidak bisa menutup mata akan bahaya ini. Setidaknya, jika ada sesuatu yang mencurigakan, patutlah kita waspadai dan kita laporkan pada pihak yang berwenang.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.