Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Dunia  
Afrika
indonesiana-tempoid-default
Muthiah Alhasany 
Minggu 22 Maret 2015 17:31 WIB
Dibaca (8736)
Komentar (0)

Turki, Jalur Strategis ke Markas ISIS

indonesiana-382346

Fenomena yang menarik bahwa orang-orang yang ingin bergabung dengan ISIS datang dari seluruh dunia. Tidak hanya dari negara yang penduduknya mayoritas Islam, tetapi juga dari negara-negara Barat dan Timur Jauh. Kabar terbaru adalah tertangkapnya calon anggota ISIS di Tiongkok dan Kanada.

Markas ISIS ada di Raqqa, Suriah. Ini sesuai dengan namanya Islamic State of Iraq and Suriah. Untuk menuju ke sana ada beberapa pilihan. Namun pilihan utama adalah melalui Turki. Boleh dikatakan ini adalah jalur sutra calon anggota ISIS menuju markas di Suriah.

Ada beberapa faktor penunjang mengapa Turki menjadi pintu masuk menuju Suriah. Pertama adalah Turki merupakan negara yang berada di ujung benua Eropa dan Asia. Posisi ini menjadikan Turki negara yang sangat strategis bagi imigran dari berbagai belahan dunia. Orang Eropa bahkan bisa memasuki Turki melalui darat, laut dan udara. Begitu pula orang-orang yang datang dari Asia dan Afrika.  

Kedua, Turki adalah negara sekuler yang terbuka bagi semua agama dan golongan. Setiap orang bisa datang ke Turki dengan dokumentasi normal seperti passport. Sedang visa yang berlaku adalah VOA (visa on arrival).  Apalagi Turki merupakan destinasi wisata yang menarik. Banyak orang yang bisa menggunakan kedok wisatawan datang ke negeri Ataturk ini.

Ketiga, Turki adalah sebuah negara yang maju dan modern dengan berbagai fasilitas yang memudahkan bagi para pendatang. Utamanya adalah masalah transportasi. Bandara Ataturk Havalimani adalah bandara yang sangat sibuk dengan kedatangan pesawat-pesawat internasional. Orang-orang yang ke negara ini tidak mengalami kesulitan untuk menuju suatu tempat.

Keempat, Turki berbatasan langsung dengan negara-negara konflik seperti Suriah, Iran dan Afganistas. Setiap hari selalu ada imigran dan pengungsi yang datang menyeberang masuk atau keluar Turki. Wilayah perbatasan kerap menjadi tempat tinggal antek-antek ISIS yang membantu anggota baru masuk ke wilayah ISIS.

Pemerintah Turki bukan tidak menyadari hal ini. Sejak bertahun-tahun yang lalu, Erdogan telah memerintahkan penjagaan yang ketat, terutama di perbatasan Turki-Suriah. Militer Turki sangat kuat dan mereka biasa bertempur dengan baik. Namun ada saja celah yang bisa dimanfaatkan oleh pejuang ISIS. Hal ini dikarenakan keterlibatan sebagian penduduk perbatasan yang diam-diam menjadi anggota ISIS.

Untuk menyetop aliran orang Indonesia yang ingin bergabung dengan ISIS, seyogyanya  pemerintah Indonesia menjalin kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan dengan pemerintah Turki. Kita harus bisa memutus rantai perekrutan ISIS di tanah air dengan menutup segala kemungkinan.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.