Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Politik
indonesiana-tempoid-default
Putu Suasta 
Politisi Demokrat
Selasa 29 September 2015 18:51 WIB
Dibaca (15698)
Komentar (0)

Ahok Mewariskan Transparansi dan Profesionalitas

indonesiana-hqdefault.jpg

Pada seri I rangkaian tulisan ini kita telah melihat kiprah Ahok sebagai anggota DPRD dan Bupati Belitung Timur. Kali ini kita akan menyoroti sepak terjangnya saat menjabat anggota DPR RI. Ketika mengikuti pemilihan legislatif 2009, Ahok ditempatkan di nomor urut 4 dari Partai Golkar. Dari daerah pemilihannya hanya ada jatah 3 kursi untuk diperebutkan. Ahok berhasil mengumpulkan suara terbanyak dan terpilih sebagai anggota dewan berkat perubahan sistem pembagian kursi dari nomor urut menjadi suara terbanyak. Dia duduk di komisi II.

Transparan dan Kritis

Ketika duduk di komisi II, Ahok mengusulkan persyaratan perlaporan jumlah harta kekayaan semua calon kepala daerah dan menggunakan sistem pembuktian terbalik untuk melihat apakah harta tersebut diperoleh secara legal atau illegal. Ahok selalu menyuarakan pentingnya transparansi bagi semua pejabat negara. Dengan kaya bicaranya yang ceplas ceplos dan kritis, dia sering menyulut perdebatan segit di ruang dewan saat menyoroti berbagai penyimpangan dan ketidakberesan yang telah terjadi selama puluhan tahun.

Ahok tidak hanya bicara dengan garang dan kritis, dia memberi contoh bagaimana seharusnya para anggota dewan menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan profesional. Dia membuat website pribadi agar masyarakat dapat mengakses laporan hasil kerjanya sebagai wakil rakyat. Dia juga mencantumkan secara terperinci anggaran yang dia gunakan ketika melakukan kunjungan kerja. Saat reses, misalnya, dia kembali ke Belitung Timur untuk bertemu dengan konstituennnya. Mendengarkan aspirasi mereka dan melaporkan permasalahan tersebut ke rapat dewan dan pemerintah. Sisa anggaran yang dia gunakan selama kunker dikembalikan ke bedahara dewan.

Dari hasil kunker ke daerah pemilihan, Ahok pernah menyulut sebuah kontroversi dan dilaporkan ke Badan Kehormatan Dewan karena menyuarakan laporan dan keluhan masyarakat Bangka Belitung yang ditemuinya secara pribadi dalam masa reses. Laporan ini mengenai bahaya pencemaran lingkungan yang ditimbulkan kapal hisap dalam eksploitasi timah. Basuki dianggap menghina pengusaha dari Belitung dan dilaporkan ke Badan Kehormatan DPR oleh Front Pemuda Bangka Belitung (FPB). Seperti biasa, Ahok tidak gentar dia tetap pada pendiriannya. Dia membawa masalah itu hingga ke kementerian lingkungan hidup agar bertindak menangani keluhan warga seputar pencemaran lingkungan hidup.

Tentang pembawaannya yang vocal dan kritis, Ahok bercerita dalam sebuah diskusi publik bahwa dirinya pernah ditegur fraksi agar tidak terlalu mengkritisi berbagai program yang sedang dibahas di dewan. “Kamu membuat teman-teman yang lain repot”, kata Ahok menirukan teguran tersebut. Ahok diancam akan dipindahkan ke komisi VII  jika tidak mengurangi sikap kritisnya. Ahok sedikitpun tidak gentar. Malah menantang: “Oke, lu kasih tahu tuh fraksi ya, bos-bosnya semua, nanti kalau gue di Komisi VIII, gue bongkar tuh mark up dana naik haji semuanya'. Yang bongkar non-Muslim pula," lanjut  Ahok sambil mereka ulang percakapannya dengan pembawa pesan tersebut.  Sang pembawa pesan kemudian melapor ke Fraksi Golkar dan beberapa hari kemudian,  dia kembali mendatangi Ahok dan memberitahu bahwa fraksi memberi kebebasan kepada Ahok untuk memilih komisi manapun selain komisi II.  Dengan santai Ahok menjawab, "Di komisi mana pun gue berada, pasti keberadaan gue buat lu orang sakit kepala."  Ketegasan Ahok dan keteguhan pendiriannya untuk terus menyuarakan pentingnya transparansi membuat fraksinya menyerah. Dia tidak jadi dipindahkan dari komisi II. 

Dirangkum dari berbagai sumber. Gerakan Bersih.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.