Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Bola  
Bintang Lapangan
indonesiana-tempoid-default
Irfan  Budiman
Minggu 25 Oktober 2015 10:55 WIB
Dibaca (6656)
Komentar (0)

Duel Mahal Martial vs Sterling

indonesiana-MS.jpg

Hanya warna baju yang mereka pakai yang membedakan keduanya. Raheem Sterling memakai baju biru, sedangkan Anthony Martial berbaju merah. Di kota itu memang hanya ada merah dan biru.

Selebihnya, mereka punya banyak persamaan: masih muda dan punya satu anak. Persamaan lainnya, keduanya dibeli dengan harga yang kelewat mahal.

Raheem Sterling pindah dari Liverpool dengan harga paling mahal untuk pemain Inggris, yang mencapai 49 juta pound sterling. Anthony Martial dibeli dari AS Monaco dengan harga 36 juta pound sterling, angka paling mahal untuk pemain yang masih berusia belasan tahun.

Karena itu pula, keduanya banyak diejek. Harga itu terlalu mahal untuk keduanya. Bahkan di Manchester United, Wayne Rooney—sang kapten—pernah mempertanyakan jati diri pemain itu. “Martial siapa sih?” kata dia, seperti yang banyak dikutip di media Inggris.

Namun tak perlu lama untuk memberi jawaban. Martial yang masuk sebagai pemain cadangan saat Manchester United melawan Liverpool langsung tancap gas. Dia membuat sebiji gol. Aksi cantik ini membuka hati para pendukung Setan Merah.

“Anthony Martial, welcome to Manchester United,” kata reporter di televisi saat menyaksikan gol itu. Sterling? Sama saja. Satu aksinya yang gemilang adalah ketika membuat hat-trick ke gawang Bournemouth, pekan lalu.

Laga Ahad malam besok di Old Trafford tak hanya menjadi derby Manchester yang seru, tapi juga akan menjadi penentu siapa yang paling hebat di antara dua bocah yang kini langsung menjadi ikon dua klub yang berseteru sengit itu.

Dalam laga Liga Champions, Martial menunjukkan kehebatannya. Setelah memberikan penalti kepada CSKA Moscow dengan aksi, yang disebut bodoh oleh Louis van Gaal, dia kemudian menjadi pahlawan dengan gol lewat sundulan kepalanya yang menyelamatkan United dari kekalahan.

Raheem Sterling tak bisa dianggap sebelah mata. Pada pertandingan dalam turnamen yang sama, dia memang tak membuat gol. Tapi siapa pun tahu dia bermain luar biasa sepanjang pertandingan.

Sebelum peluit wasit penanda akhir pertandingan melengking, tak akan pernah ada yang tahu. Yang jelas keduanya akan sama-sama merepotkan barisan belakang lawannya. Duet poros halang City, Mangala dan Di Michelis, harus hati-hati dengan pergerakan Martial.

Sebaliknya, di klub Manchester United, pergerakan Sterling yang biasa menusuk di sayap kiri pasti akan membuat Matteo Darmian bekerja lebih keras.

Kelengahan akan menjadi kunci, siapa yang menjadi terbaik dalam duel mahal ini.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.