Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Bola  
Offside
indonesiana-tempoid-default
Tito Sianipar 
Selasa 03 November 2015 15:27 WIB
Dibaca (32095)
Komentar (0)

Gara-gara Istri Abramovich, Mou Terpuruk

indonesiana-450188

Masa-masa indah Mourinho bersama Chelsea tampaknya akan segera berakhir. ‘Si arogan’ benar-benar berada di kursi panas yang sewaktu-waktu bisa terbakar dan menjungkirbalikkannya dari jabatan. Berbagai kasus yang membelitnya kini naik ke permukaan. Tapi yang paling menentukan nasibnya di Chelsea adalah sikap bosnya: pemilik klub.

Paska kekalahan memalukan di kandang dari Liverpool pada Sabtu 31 Oktober 2015 lalu, Mourinho hampir pasti akan didepak oleh pemilik klub. Berada di posisi 15 dan mengoleksi 11 poin dari 11 pertandingan adalah catatan awal musim terburuk yang pernah dicatat Mourinho. Bahkan lebih buruk dari catatan David Moyes ketika menangani Manchester United musim lalu.

Kalaupun Mourinho jadi didepak, yakinlah, bahwa itu bukan semata-mata karena buruknya performa Chelsea akhir-akhir ini. Ada satu faktor lain yang juga ikut menentukan, atau bahkan yang paling menentukan nasib Mou di Chelsea: kegusaran pemilik Chelsea Roman Abramovich.

Marahnya Abramovich terhadap Mou sudah terpendam sejak awal musim setelah Chelsea menjamu Swansea. Partai awal itu diwarnai insiden Mou melabrak medis Chelsea, dr Eva Caneiro. Bersama Jon Fearn, dokter perempuan asal Gibraltar itu menggiring Eden Hazard yang cedera ke luar lapangan sehingga hanya menyisakan delapan pemain Chelsea di lapangan. Berikutnya, komentar pedas Mou bertebaran di media. Dan di pertandingan berikutnya Caneiro tak lagi ikut duduk di bangku staf Chelsea.

Rupanya reaksi atau kelakuan Mou ini memantik kemarahan istri Abramovich, Dasha Zhukova. Seorang sumber di Chelsea menuturkan, Abramovich juga marah atas apa yang terjadi. “Tapi istrinya jauh lebih marah,” kata si sumber seperti dikutip dailystar. Bisikan sang istri inilah yang bisa semakin menguatkan Abramovich untuk mendepak Mou.

Tidak harmonisnya hubungan Abramovich dan Mou ini diyakini sebagai salah satu penyebab buruknya suasana klub. Imbasnya, atmosfir ruang ganti menjadi kelam dan permainan Si Biru di lapangan juga anjlok. Bahkan beberapa pemain kunci Chelsea pun enggan memenangkan pertandingan karena Mou. Kolaborasi menurunnya performa Chelsea dan ketidaksukaan bos dipercaya para pengamat sepakbola akan menghabisi karir Mou di Chelsea. (Baca: http://bola.tempo.co/read/news/2015/11/02/099714983/pemain-chelsea-mending-keok-ketimbang-menang-buat-mourinho)

Bursa-bursa taruhan Inggris dan internasional menunjukkan bahwa peluang Mou akan didepak semakin menguat. Bursa judi William Hill bahkan menempatkan Mou di posisi teratas sebagai manajer berikutnya yang akan kehilangan jabatan di Liga Inggris, setelah Tim Sherwood (Aston Villa) pada 26 Oktober lalu.

William Hill memberi patokan 5/6 bahwa Mou akan didepak dari Chelsea. Itu artinya, setiap 6 yang dipasang akan mendapatkan imbal balik 5. Jika seorang penjudi memasang Rp 6 ribu maka jika Mou keluar dari Chelsea, total uangnya akan menjadi Rp 11 ribu. Bandingkan dengan patokan Mou di awal musim yang 66/1. Artinya dengan memasang Rp 6 ribu maka akan menjadi Rp 402ribu. “Dia dianggap gagal,” kata Juru Bicara William Hill, Joe Crilly.

Peluang Mou yang akan didepak berikutnya dari Liga Inggris ini bahkan lebih besar ketimbang Steve McClaren (Newcastle), Garry Monk (Swansea), Alex Neil (Norwich), Eddie Howe (Bournemouth), Mark Hughes (Stoke), dan Quique Florez (Watford).

Jika benar, maka Mou akan menjadi pelatih keempat di Liga Inggris yang kehilangan pekerjaannya musim ini, setelah Dick Advocaat (Sunderland), Brendan Rodgers (Liverpool), dan Tim Sherwood (Aston Villa).

Pasar taruhan juga sudah memajang beberapa pelatih ternama sebagai pengganti Mourinho di Chelsea. Berurutan berdasarkan peluang terbesar oleh patokan bursa judi William Hill adalah Pep Guardiola, Diego Simeone, Carlo Ancelotti, Guus Hiddink, Ronald Koeman, Brendan Rodgers, dan Antonio Conte.

Sepertinya Mou memang sudah saatnya mengganti julukan dari The Special One menjadi The Normal One. Dan (mungkin) sudah saatnya kita ucapkan, “Adeus Mou…”

TITO SIANIPAR




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.