Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Bola  
Liga Spanyol
indonesiana-tempoid-default
Bagja Hidayat
Sabtu 21 November 2015 14:41 WIB
Dibaca (7106)
Komentar (0)

Akankah Suarez Menggigit Pepe di El Clasico Kali Ini?

indonesiana-suarez.jpg

TAK ada yang bisa memprediksi siapa yang akan jadi pemenang dalam El Clasico—sebutan populer untuk pertandingan dua klub Spanyol: Barcelona dan Real Madrid—pada Ahad dinihari nanti. Seperti kata kapten Barca, Andres Iniesta, kekuatan kedua tim sama, jika tak ada Lionel Messi.

 

Penyerang Barca ini cedera lutut sejak September. Dan ia sesungguhnya belum bugar betul ikut pertandingan. Luis Enrique, pelatih Barca, memang sudah memasukkan Messi ke dalam line-up. Tapi agaknya itu setengah dipaksakan. Presiden Barca mengatakan bahwa Messi akan dimainkan dalam laga penting ini meski staminanya dalam kondisi paling minimum sekalipun.

 

Bagi kedua tim ini laga penting. Jika Barca menang akan kian mengukuhkan mereka klub pemenang sementara karena unggul enam poin dari Madrid yang menjadi runner-up. Jika kalah, Madrid yang akan merebut posisi puncak itu. Dan siapapun pemenangnya akan menjalani musim libur Desember dengan tenang. Sebab, pertandingan tersulit di La Liga sudah terlewati.

 

Statistik kedua tim dalam El Clasico kali ini cukup berimbang. Ini laga El Clasico pertama bagi Rafael Benitez, pelatih Madrid. Bagi Enrique, ini laga ketiga. Itu pun catatannya buruk karena pada laga pertama Oktober tahun lalu, timnya kalah 1-3 di Stadion Bernabeu—kandang Madrid. Clasico kedua pada Maret lalu, Enrique menang 2-1. Itu pun di Camp Nou.

 

Sewaktu kalah itu, Luis Suarez baru menjadi penyerang Barcelona dan bermain di akhir laga. Ia dihukum delapan pertandingan setelah menggigit pundak Giorgio Chiellini, bek Italia, di Piala Dunia tahun lalu. Dan ketika Barca malah tertarik merekrutnya, banyak yang bertaruh, setelah berapa kali El Clasico Suarez menggigit Pepe atau Ramos atau Marcelo—para bek Madrid itu?

 

Para bek tim lawan selalu jadi korban Suarez. Sejak 2010, ia tercatat tiga kali menggigit tiga pemain bertahan lawan. Dan pengigitan Suarez itu terjadi ketika ia frustrasi tak kunjung membuat gol. Meski tak terkonfirmasi urusan psikologis ini, taruhan tadi itu menjadi relevan mengingat El Clasico selalu jadi laga penuh emosi. “Ada atmosfer berbeda tiap bertanding melawan Madrid,” kata Iniesta.

 

Maka apakah pada El Clasico kali ini Suarez akan mengigit Pepe, Ramos, atau Marcelo? Tiga bek ini selalu bermain ngotot dengan perangai “ngajak berantem” pemain Barca. Jika Suarez tak bisa mengendalikan emosi, bisa jadi mereka akan jadi korban gigitannya.

 

Sebab dari sisi Barca syaratnya cukup komplit kerepotan menghadapi Madrid. Messi belum bugar, Enrique kalah jika main di Bernabeu, dan Barca belum punya pengganti sepadan Xavi Hernandez sebagai pengatur serangan. Dan Rakitic, pengganti Xavi, belum pulih benar dari cedera. Rekor kalah di Bernabeu kian menambah faktor Clasico kali ini bukan pertandingan mudah bagi Barca.

 

Faktor lain bisa ditambahkan yakni Benitez. Sebagai pelatih yang pertama merasakan Clasico, di kandang pula, tentu ia ingin menyajikan kemenangan. Selama ini taktik bertahan dia cukup sukses. Dan taktik itu, anehnya, membuat Madrid banyak membobol gawang lawan. Benitez mengandalkan serangan balik.

 

Dan serangan balik itu adalah titik lemah Barca. Setelah Puyol pensiun sebagai bek, ini sektor yang paling lemah di Barca. Alves sudah tua, Pique acap blunder, dan Jordi Alba tak selincah sebelum cedera panjang. Klub yang bisa menaklukkan Barca umumnya klub yang menerapkan taktik serang balik. Dari Chelsea, Inter Milan era Mourinho, dan ketika Muenchen mencukur mereka 7-0.

 

Luis Suarez memang lebih tenang sejak di Barca. Klub ini terkenal dengan penanganan psikologis pemain yang mumpuni. Si bandel dan songong seperti Neymar saja jadi kalem di lapangan. Suarez terlihat lebih dewasa ketika bermain dibanding ketika masih di Liverpool yang cengeng dan sedikit-sedikit terjatuh dan mengerang. Tapi ini bukan tanpa cacat.

 

Februari lalu ketika Barca mengalahkan Manchester City 2-1 di Liga Champions musim lalu, Suarez tertangkap kamera hendak menggigit tangan bek Demichelis. Suarez membantah berniat menggigit, tapi potongan video yang menyebar di Twitter tak bisa menyembunyikan reaksi mulutnya ketika tangan Demichelis hendak menghadang lari Suarez.

 

Barca mungkin belum bisa mengubah total perangai Suarez yang gemar menggigit jika tertekan. El Clasico kali ini akan menentukannya….

 

Sumber foto: BBC




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.