Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Bola  
Liga Spanyol
indonesiana-tempoid-default
Bagja Hidayat
Minggu 22 November 2015 14:56 WIB
Dibaca (26142)
Komentar (0)

Barca Tak Butuh Messi Lagi

indonesiana-messi.jpg

BARCELONA tak membutuhkan Messi lagi, jika sudah ada Suarez dan Neymar + Sergio Roberto. Klub Spanyol ini menang mudah atas Real Madrid di kandangannya sendiri, Stadion Bernabeu, tanpa Messi. Ia masih pemulihan setelah cedera lutut. Dan tanpa penyerang Argentina ini, Barcelona tetap digdaya. Rafael Benitez kehilangan kata-kata.

Bintang dalam El Clasico semalam adalah Sergio Roberto dan Andres Iniesta. Berkat keberanian Sergio, laga pertamanya di El Clasico, menembus pertahanan Madrid, Suarez bisa punya ruang leluasa membobol gawang Madrid. Berkat kelincahan Iniesta dan kejeniusannya mengoper, Neymar sangat mudah menaklukkan Navas.

Dan El Clasico kali ini adalah pertandingan yang terlalu sopan. Tak ada adu fisik dan keributan berarti meski ada dua kartu kuning dan satu kartu merah. Daniel Alves tak berhasil memprovokasi Ramos atau Ronaldo untuk terpancing emosi melakukan laga keras. Marcelo sudah jadi anak kalem sejak bersama Alves membela Brazil di Piala Dunia kemarin.

Tak ada tackle keras dari bek Madrid kepada Suarez atau Neymar atau Iniesta. Meski Ramos sering salah umpan dan salah posisi ia tak mengumbar kemarahan dengan menghajar ketiganya. Mungkin karena tak ada Pepe, El Clasico pun jadi kurang greget.

Seperti permintaan Iniesta, Barca bermain seperti biasa mereka bermain: umpan pendek dan cepat, serta terobosan ke muka gawang yang tak terduga. Mereka bermain sepak bola seperti sedang latihan. Ronaldo kerap merengut tiap kali melihat wajahnya sendiri muncul di layar lebar di stadion dan menyebar ke seluruh dunia. Benzema seperti kebingungan mencari ruang tembak yang pas karena keberuntungan seperti bergelayut di pundak kiper Barca, Claudio Bravo.

El Clasico kali ini adalah milik Barca. Selama 90 menit + 2 mereka menguasai pertandingan. Setelah menang 4-0, semua pemain seolah memberi peluang kepada Messi agar menyumbang satu gol tambahan. Mereka tak menembak langsung ke gawang dan menunggu Messi datang ke kotak penalti. Dan masuknya Messi seperti pelengkap saja, tunai janji pelatih dan manajemen Barca yang tetap memainkannya meski belum sembuh benar—bahkan Iniesta ditarik keluar agar Messi bisa menjadi kapten.

Jika performa Barca seperti ini terus, agaknya klub ini tak butuh Messi. Enrique sudah banyak belajar pelan-pelan menghilangkan ketergantungan pada penyerang ini. Neymar dan Suarez juga kian percaya diri sebagai penyerang. Sewaktu El Clasico pertama, Enrique fokus pada Messi karena kedua penyerang lain belum sepenuhnya bisa bermain dengan gaya klub Catalan, Spanyol, ini.

Caranya adalah memberi ruang lebih kepada Sergio Roberto. Ia pemain lama tapi baru memperkuat tim senior di musim ini. Musim lalu ia lebih banyak di bangku cadangan. Sergio mulai melapis Rakitic sebagai pengatur serangan plus memainkan peranan Messi. Ia menjadi “pembawa air” dari Busquet kepada Neymar dan Suarez.

Dengan mulai hidupnya permainan Barca yang tak lagi memainkan Xavi atau Puyol—dua pemain yang dianggap roh Barca di masa Pep Guardiola—agaknya Barca perlu mulai pikir-pikir melepas Messi. Ia menghabiskan seluruh hidupnya di Barcelona. Messi perlu tantangan baru dan kita perlu melihat klub lain yang menguat agar sepak bola kian kompetitif.

Inggris perlu ia jajal, juga Jerman, dan liga Prancis. Dengan banyak masuk klub, Messi akan punya lebih banyak pengalaman membaca strategi yang menjadi bekal bagus ketika ia memimpin Argentina. Sebagai pemain sepak bola, ia kurang komplit karena belum bisa membawa negaranya juara Piala Dunia, seperti Pele atau Maradona.




Berikan Nilai
TOTAL NILAI :

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.