Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Pendidikan
indonesiana-Iwan Sumantri
Iwan Sumantri 
Sabtu 06 Februari 2016 13:58 WIB
Dibaca (2819)
Komentar (0)

Kang Dudung Koswara Provokator Menulis Guru di Media

indonesiana-foto_dudung1.JPG

Sukabumi, 5 Pebruari 2016

“Aku ada karena aku menulis. Kunci keberhasilan untuk menulis adalah berlatih menulis, kemudian menulis dan menulis”

Itulah kalimat pertama yang muncul dari sang narasumber di workshop menulis yang di gelar oleh organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) wilayah Sukabumi pada tanggal 5 Pebruari 2016 di gedung Learning Centre,  perpustakaan daerah kabupaten Sukabumi (komplek Gelanggang pemuda Cisaat kabupaten Sukabumi)

Kegiatan workshop diawali dengan pembukaan dan sambutan ketua IGI wilayah Sukabumi Jasmansyah,M.Pd. Dalam sambutannya sang ketua menyampaikan maksud dan tujuan dari worshop menulis yaitu dalam rangka meningkatkan kemampuan guru dalam literacy, khususnya menulis dengan tema  “Menulis sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru”.  Workshop tersebut selain untuk mengembangkan kompetensi dan profesionalitas guru melalui kreatifitas menulis, juga untuk menyikapi tuntutan guru di abad 21 yaitu guru profesional yang bisa mengikuti perkembangan jaman, salah satunya adalah budaya menulis yang harus jadi roh dan kebutuhan guru di setiap aktifitas pembelajarannya. Selain itu menulis juga diamanatkan di undang-undang guru dan dosen, PP No 74 dan Permendikbud No 23 tahun 2015.

Yang menarik dari workshop menulis satu hari tersebut adalah hadirnya sosok nara sumber kang Dudung Koswara yang mempunyai nama asli Dudung Nurullah Koswara, M.Pd dilahirkan di Tasikmalaya, 11 Desember 1970 dengan alamat rumah : Villa Taman Edelweis No. 37 C Kel. Sukaraja, Kec. Sukaraja Kabupaten Sukabumi.

Kang Dudung Koswara kesehariannya adalah seorang guru di SMA Negeri 1 kota Sukabumi untuk mata pelajaran Sejarah. Selain menjadi guru biasa umumnya seorang guru, beliau adalah ketua PGRI Kota Sukabumi periode 2015 – 2020. Sepengetahuan saya beliau adalah satu-satunya guru di Indonesia yang masih aktif mengajar bisa menjadi ketua organisasi profesi guru di PGRI kota Sukabumi. Menjadi guru nomor satu di kalangan guru di kota Sukabum tentunya bukan hal gampang, setidaknya guru tersebut harus memiliki kompetensi pedagodik, sosial, pribadi dan profesional diatas rata-rata guru-guru lainnya.

Itulah salah satu kelebihan dan kompetensi yang dimiliki kang Dudung Koswara. Di sela-sela presentasinya beliau menyampaikan dan mengajak guru-guru peserta workshop menulis,  untuk memulai dan membiasakan menulis.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah kebaikan “ pesan Pram. Itulah salah satu yang menjadi spirit beliau menulis.

Beliau bisa menulis seperti sekarang ini karena sakit hati dari segala aktifitas kesehariannya dalam menjalani jadi seorang guru. Untuk menuangkan dan mengekspresikan rasa sakit hati itu beliau curahkan isi dan buah pikirannya dalam menulis. Tak aneh jika tulisan-tulisan beliau bermunculan di media dan surat kabar daerah seperti koran Pikiran Rakyat, Republika, Radar Sukabumi dan media lainnya yang terkenal.  Tulisan-tulisan Kang Dudung Koswara yang pernah saya baca dan menyimaknya kebanyakan berisi kalimat dan pendapat “provokasi” dan menentang arus umumnya para penulis, yang pada akhirnya kang Dudung Koswara terkenal dengan sebutan Provokator Guru Menulis di Media.

Ketua IGI Sukabumi memberikan bingkasan pada Kang Dudung Koswara pada workshop menulis sehari IGI Sukabumi (Foto Dok.Pribadi)

Kata provokator berasal dari kata provokasi. Kamus besar Bahasa Indonesia (2008:1108) mengartikan provokasi sebagai perbuatan untuk membangkitkan kemarahan; tindakan menghasut; penghasutan; pancingan. Itu berarti bahwa provokator adalah pembangkit kemarahan, penghasut dan pemancing.

Berkat tulisan-tulisan yang memprovokasi secara santun dan kreatif inilah kang Dudung Koswara terkenal dan menjadikan beliau orang yang selalu dicari oleh berbagai media untuk diminta opini, pendapat dan gagasanan serta solusi dalam dunia pendidikan.  Tak aneh jika tulisannya akan selalu jadi hidangan yang menyegarkan dan melezatkan untuk di konsumsi semua kalangan serta memberikan spirit untuk berbuat sesuatu demi kebaikan dan kemajuan daerah.

Dan karena kemahiran dan menuangkan buah pikirannya melalui tulisan para guru dan stekholder dunia pendidikan di kota Sukabumi memilihnya menjadi Ketua Umum PGRI Kota Sukabumi sejak tahun 2015 sampai sekarang. Tentunya di bawah kepemimpinan Kang Dudung Koswara, organisasi profesi PGRI akan memberikan warna lain dan organisasi akan berpihak pada guru, karena sang pemimpinnya adalah seorang guru yang masih aktif, dan tentunya akan berbeda jika organisasi profesi guru dinahkodai oleh orang bukan guru yang masih aktif atau pejabat tertentu. Inilah pembelajaran berorganisasi. Organisasi profesi guru layak dan pantas serta akan profesional jika ketua dan para pengurusnya adalah para guru yang masih aktif jadi guru, sehingga roda organisasi akan berjalan di rel dan kepentingan para guru bukan para birokrasi yang hanya numpang nama dan pencitraan saja. Dari guru, oleh guru dan untuk guru.

Dari hasil workshop sehari tersebut dengan nara sumber kang Dudung Koswara dengan materi inti Mari Belajar Menulis, beliau telah memprovokasi kami untuk mau dan memulai menulis, dengan presentasi dan aksi nyata beliau dalam dunia menulis di media.

  • Mengapa Guru Harus Menulis?
  • mendorong guru membaca
  • menguatkan wawasan guru
  • memperlambat kepikunan
  • memotivasi siswa
  • mendapatkan penghasilan tambahan’
  • memenuhi syarat kepangkatan
  • terkenal/beken/eksis
  • investasi dunia akherat
  • memberikan kritik, protes dan pembelaan
  • amanat Permendikbud No 23 tahun 2015
  • amanat UUDG dan PP 74

Manfaat  Tulisan Guru

  • membela diri dan saluran idealisme
  • membela komunitas guru
  • mengedukasi publik diluar kelas
  • mendukung tujuan pendidikan nasional
  • mengkritik, memprotes birokrasi
  • mencerdaskan kehidupan bangsa

Bagaiamana supaya tulisan dimuat media?

  • baca karakter media
  • langganan membaca tak berarti membeli
  • hadirkan pihak media sebagai nara sumber menulis
  • buat MOU
  • baca karya orang lain dalam media
  • jangan putus asa
  • alternatif media lain
  • buat 1000 tulisan atau 1 tulisan kirim ke 1000 media

Tak salah jika saya memasukkan kang Dudung Koswara menjadi sosok atau figur inspirasi bagi para guru dan stekholder di dunia pendidikan sebagai provokator menulis di media dan tempat lainnya.

Visi Pribadi Kang Dudung Koswara: Membangun marwah guru, para guru harus “wawuh-wanoh-bogoh” pada PGRI, sebagai rumah bersama

Sebagian pengalaman jabatan kang Dudung Koswara :

  • Sie Kesenian Organisasi Osis SMP 1985
  • Sie Kesenian Organisasi Osis SMA 1989
  • Ketua Anggkatan Mahasiswa D-3 Sejarah IKIP Bandung 1992
  • Ketua Angkatan Mahasiswa S-1 Sejarah IKIP Bandung 1996
  • Ketua Angkatan Mahasiswa S-2 Unpak Bogor 2009
  • Ketua Angkatan Mahasiswa S-3 Unpak Bogor 2014
  • Ketua MGMP Sejarah Kota Sukabumi 2011 – 2015
  • Ketua Ranting PGRI 2010 – 2013
  • Ketua Porseni Guru PC PGRI Citamiang 2013
  • Ketua PC PGRI Citamiang 2014-2015
  • Ketua PGRI Kota Sukabumi 2015 – 2020
  • Ketua Forum Guru Berprestasi Kota Sukabumi 2013
  • Ketua Forum Guru Berprestasi Jawa Barat 2013
  • Ketua Group Studi Guru ke Australia 2014
  • Ketua RT Perumahan Villa Taman Edelweis 2005
  • Kepala Perpustakaan SMAN 1 Kota Sukabumi 2015-2016

 Ingat guru mulia karena karyanya !

 #Tempo45




Berikan Nilai
TOTAL NILAI : 5

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.