Have an account? Register Now!

Forgot your password?

Forgot your username?

Home Nasional  
Nasional
indonesiana-tempoid-default
Elfi Handayani 
Senin 22 Februari 2016 22:55 WIB
Dibaca (1889)
Komentar (0)

Pemuda Pengolah Limbah Kertas

indonesiana-1419527977956680129.jpg

Perjuangan harus terus dilakukan, ketika kaki harus terus melangkah, ketika peluh keringat harus terus dihempaskan, dimana untaian doan selalu mengalir itulah yang dilakukan oleh  pemuda bernama M. Sarudi Putra yang dilahirkan 23 tahun yang lalu di Selatpanjang, Riau. Salah satu Founder Enigami yang juga mahir mendesign dengan menggunakan software.  Pemuda perantauan ini seakan tak pernah lelah oleh tantangan dan batu kerikil yang ia temukan selama hidupnya. Sarudi itulah biasa ia dipanggil oleh teman-temannya, ia memulai kisahnya ketika memasuki dunia kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2009 di Jurusan Akuntansi. Dari sejak awal ia menjadi mahasiswa, lintasan fikiran untuk menjadi wirausahawan sudahlah terbesit. Bersama teman-teman sekelasnya pada saat semester tiga mereka mencoba membuat usaha singkong kemasan untuk camilan mahasiswa, tetapi Tuhan berkehendak lain, usaha tersebut gagal, lalu karena jiwa mahasiswa yang pantang menyerah, ia memutar otak kembali, kira-kira apa yang cocok untuk ia jadikan sebuah usaha, ia mencoba mendirikan usaha kaus, mulai dari pembuatan, design hingga penyablonannya. Seiring waktu berjalan usaha tersebut tidak bisa dilanjutkan kembali, kegagalan, kekecewaan, kemarahan dan kelelahan adalah hal yang pasti pernah dirasakan oleh semua orang, terlebih lagi orang yang ingin berusaha menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi sesama, yang perlu kita lakukan adalah bagaimana kita memandang arti sebuah kegagalan. Suatu ketika Rofiq mengajak Sarudi datang berkunjung ke komunitas kertas itulah batu loncatan sarudi untuk memulai usaha baru. Ia terinspirasi bagaimana komunitas tersebut memanfaatkan kertas, akhirnya ia membuat design produk tersebut setelah melewati malam-malam penuh perenungan, jadilah boneka yang berbahan dasar kertas yang diberi nama Bokani.

Ia mempelopori hal tersebut kepada teman-temannya memulai usahanya itu dengan tekun, sampai pada suatu hari mengikuti kompetisi proposal bisnis dikampusnya, dan memang Tuhan takkan memberikan tangan kosong kepada hambanya yang terus berdoa dan tetap berusaha, akhirnya mereka mendapatkan juara dalam kompetisi tersebut, setelah hal itu terjadi banyak info-info yang masuk kepada mereka tentang lomba entrepreneurship, akhirnya mereka memberanikan diri mengikuti lomba-lomba tersebut dan pada tahun 2012 menjuarai Greenpreneurship Bank Indonesia, Dompet Dhuafa Competition,  Top Ten Greenpreneurship Challenge UNESCO, Mahasiswa Berprestasi UIN Jakarta,  pada tahun 2013 menjuarai The Best 1 Recycle Battle Kompas and Tupperware dan Start Your Greenbusiness ILO (Interntational Labor Organization). Banyak pelajaran yang dapat dipetik selama mengikuti lomba akhirnya produk mereka yang termasuk go green itu karena menggunakan bahan membuatnya dari kertas bekas mulai diminati, banyak pesanan dan mereka juga mengisi banyak pelatihan. Mereka selalu mengkampanyekan cinta lingkungan dan yang pasti harus membuang sampah pada tempatnya, seperti produk mereka yang merupakan pemanfaatan dari sampah kertas/kertas yang sudah tidak terpakai. Dari kampus UIN Jakarta, ITI(Institute Teknologi Indonesia), mengisi workshop Tangerang bicara sampah sebagai peringatan hari sampah nasional yang diadakan di Mall Bintaro Exchange, Mercu Buana, IPMI, Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor pernah mereka singgahi untuk mengisi pelatihan dan pelatihan kepada mahasiswa, atau bekerjasama dengan kampus tersebut untuk memberdayakan ibu-ibu dan remaja disekitar kampus tersebut.

 

Konsep kebermanfaatn tak hanya mereka terapkan pada lingkungan saja, melainkan juga untuk kebermanfaatan bagia sesama manusia. Ia mulai membuka jalan dengan berkunjung kedaerah Jombang untuk memberdayakan ibu-ibu sekitar, selain memanfaatkan waktu dengan hal positive ibu ibu disana juga mendapatkan tambahan penghasilan dan juga pengembangan soft skill mereka, tak hanya ibu-ibu, mereka juga mengajak mahasiswa untuk cinta lingkungan dengan pengolahan limbah kertas ini menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomis. Salah satu program Enigami yaitu SELINGKUH (Sedekah Lingkungan Hidup ) ia membantu masyarakat pula untuk mendonasikan sampah-sampah kertas mereka/kertas yang sudah tidak dipakai untuk diolah menjadi barang yang bermanfaat. Ingin kebermanfaatan itu dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas maka ia membuka pelatihan juga di lapak pemulung lebak bulus tak hanya ibu-ibu, disini difokuskan lebih kepada anak-anak kecil, agar waktu luang mereka diisi dengan hal positive, selain pemberdayaan ibu-ibu akan produk bokani, mereka juga membuat taman baca dan pengajaran pendidikan kepada anak-anak. Perjalanan bukan tanpa hambatan, berjalan kaki bukan tanpa sandungan. Itulah yang dialami Sarudi dalam merintis produk bokani. Banyak cobaan didalamnya, mulai dari pengklaiman ide oleh orang lain, permasalahan internal dan persaingan. Tapi sahabat, aku bangga dengan kata-kata ka sarudi “ketika kita ingin menjadi orang yang sukses, ibadah kita juga harus sepadan”. karena semakin baik hubungan kita dengan Tuhan maka itu akan berbanding lurus dengan kehidupan kita jika kita meresapi ibadah tersebut dengan benar, maka ia tak gentar karena batu krikil dijalannya.

Tetap survive, itulah hal yang diinginkan semua orang yang mempunyai usaha. Itulah juga yang dialami oleh Sarudi, berkat usaha dan niat baiknya, ia mendapatkan dukungan kertas dari produsen kertas terkemuka di Indonesia, support kayu dan tabung untuk boneka bokaninya. Kayu dan tabung bokani digunakan untuk penyangga dan juga kemasan bokani. Karena perbaikan sistem dan produk selalu dikembangkan maka produk tersebut harus ditunjang dengan kayu dan tabung yang berkualitas baik pula. Inipun akan menambah lagi tenaga kerja yang diperlukan maka ia akan merekrut bapak-bapak untuk diberdayakan dalam pengolahan kayu tersebut. Enigami kini tak hanya menawarkan produk boneka kertas bernama bokani, enigami juga biasa memproduksi gantungan kunci, atau boneka kertas berkarakter sesuai pesanan. Enigami kini mempunyai pelanggan pelanggan, seperti pesanan untuk boneka dan mainan salah satu restoran cepat saji di Jakarta, travel haji dan umrah, lalu salah satu fans club bola yaitu Barcelona dan fans club artis. Tak hanya itu Enigami juga membuat mainan, dimana mainan tersebut harus dirakit bersana antara orang tua dan anak, jadi selain produk cinta lingkungan juga mempunyai multi manfaat yaitu menambah kedekatan orangtua dan anak juga mengasah psikomotorik anak. Tahun 2015 Enigami sudah juga mengadakan kerjasama dengan Sekolah Tourism di Depok dan juga akan melakukan tour kesekolah-sekolah lalu akan mengadakan kerjasama dengan pemkot Tangerang. Semua perkembangan ini juga akan menambah lapangan pekerjaan  bagi ibu-ibu bapak-bapak dan pemuda. Semoga kebermanfaatan dan kebaikan ini akan tetap berlangsung dan kisah inspiratif diatas, membuat kita makin tersadar bahwa tiada kesuksesan yang instan. 

#Tempo45




Berikan Nilai
TOTAL NILAI : 5

Disclaimer

Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya. Isi posting tidak selalu sejalan dengan sikap dan kebijakan kelompok usaha PT Tempo Inti Media Tbk.